Skip ke Konten

Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN, Prof. Abdurrouf: Ini Batu Loncatan Menuju Pendidikan Berkualitas

17 Juli 2026 oleh
Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN, Prof. Abdurrouf: Ini Batu Loncatan Menuju Pendidikan Berkualitas
Ajeng Ayu Kemala

KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan bertaraf internasional melalui kegiatan Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN yang digelar di Gedung Rektorat Lantai 5, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. er. nat. Abdurrouf, S.Si., M.Si. sebagai narasumber yang membagikan wawasan mengenai strategi, standar, dan tantangan dalam mewujudkan akreditasi internasional program studi.

Dalam pemaparannya, Prof. Abdurrouf menegaskan bahwa akreditasi internasional tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir sebuah perguruan tinggi. Menurutnya, akreditasi hanyalah sarana untuk mendorong transformasi mutu pendidikan secara berkelanjutan.

"Akreditasi itu bukan tujuan, akreditasi itu hanya batu loncatan," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa paradigma tersebut penting dipahami oleh seluruh sivitas akademika agar proses akreditasi tidak berhenti pada pencapaian sertifikat semata. Lebih dari itu, akreditasi harus mampu mendorong perubahan budaya akademik yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tata kelola, serta daya saing lulusan di tingkat global.

Prof. Abdurrouf menekankan bahwa salah satu fondasi utama dalam akreditasi internasional adalah penerapan Outcome-Based Education (OBE), yaitu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes). Melalui OBE, setiap komponen pendidikan —mulai dari penyusunan kurikulum, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen—dirancang secara terpadu untuk memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.

Menurutnya, keberhasilan implementasi OBE tidak hanya bergantung pada dokumen kurikulum yang baik, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan proses pembelajaran di setiap program studi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses menuju akreditasi internasional turut mendorong lahirnya transformasi budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi. Salah satunya melalui peningkatan kolaborasi antar dosen dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS), menyelaraskan capaian pembelajaran, serta mengevaluasi proses pembelajaran secara berkala.

Pendekatan tersebut tidak hanya menghasilkan standar pembelajaran yang lebih seragam antar kelas, tetapi juga memperkuat implementasi student-centered learning sebagai salah satu prinsip utama dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Selain aspek akademik, Prof. Abdurrouf juga menguraikan pentingnya strategi institusi dalam mempersiapkan akreditasi internasional. Ia menyebut bahwa penyusunan Self-Assessment Report (SAR) yang komprehensif, pemilihan lembaga akreditasi yang sesuai, serta komunikasi yang baik dengan asesor merupakan bagian penting dalam proses tersebut. Seluruh tahapan itu perlu didukung oleh komitmen pimpinan dan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika agar implementasi penjaminan mutu dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan kerangka European Standards and Guidelines (ESG) sebagai salah satu acuan yang digunakan dalam akreditasi internasional, termasuk oleh AQUIN. ESG, menurutnya, menjadi landasan penting dalam membangun sistem penjaminan mutu yang tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga mendorong budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai refleksi, Prof. Abdurrouf membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Jerman. Ia menilai bahwa sistem pendidikan di negara tersebut dibangun di atas budaya profesionalisme, integritas, dan kepercayaan yang tinggi antara dosen dan mahasiswa. Penilaian tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir, melainkan juga pada kedalaman pemahaman, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas sekaligus siap bersaing di tingkat internasional.

Melalui kegiatan Awareness Akreditasi Internasional AQUIN ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya mutu dan mempercepat internasionalisasi program studi. Dengan menempatkan akreditasi sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar target administratif, universitas diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di kancah global.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Ajeng Ayu Kemala
Fotografer: Santoso
Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN, Prof. Abdurrouf: Ini Batu Loncatan Menuju Pendidikan Berkualitas
Ajeng Ayu Kemala 17 Juli 2026
Share post ini
Label
Arsip