MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Persiapan yang terbatas tidak menghalangi Ellya Rahmawati Rahayu, mahasiswa Teknik Arsitektur semester 7, untuk menorehkan prestasi pada PORSI JAWARA II 2026. Ia berhasil meraih medali perunggu cabang bulu tangkis dalam ajang tersebut.
Persiapan menghadapi kompetisi dilakukan di tengah masa liburan. Kondisi tersebut membuat latihan bersama tidak dapat dilakukan secara intens sehingga Ellya harus lebih banyak berlatih secara mandiri. Latihan bersama mulai dilakukan secara terjadwal sejak Agustus, sebanyak dua kali dalam sepekan, sementara sisanya diisi dengan latihan sendiri.
“Persiapannya kurang matang karena bertepatan saat liburan, jadi tidak bisa latihan intens bersama dan harus latihan sendiri,” ujar Ellya.
Menghadapi peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa dan Madura, Ellya menyadari bahwa kemampuan lawan cukup beragam. Karena itu, selain teknik, kesiapan fisik dan mental menjadi bekal penting sebelum bertanding.
“Fisik dan mental pasti dipersiapkan karena lawannya bukan dalam kampus saja, tapi se-Jawa Madura. Pasti banyak yang lebih bagus dalam segi permainan, jadi mental tidak boleh down saat bertanding,” jelasnya.
Ellya tidak menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lawan. Ia memilih mengandalkan latihan, doa, dan mental bertanding. Ketika sempat berada dalam posisi tertinggal, ia berusaha tetap berpikir positif dan fokus mengejar ketertinggalan.
“Caranya selalu berpikir positif saja, mulai membuang mindset yang jelek dan selalu berusaha mengejar ketertinggalan,” tuturnya.
Dukungan dari rekan satu tim juga menjadi bagian penting selama kompetisi. Menurut Ellya, tim bulu tangkis UIN Malang memiliki chemistry yang baik. Ketika salah satu anggota mengalami kekalahan, mereka tetap saling mendukung dan menguatkan.
Bagi Ellya, medali perunggu yang diraih menjadi hasil dari usaha dan doa selama mengikuti kompetisi. Pengalaman tersebut mengajarkannya untuk tetap memberikan usaha terbaik dalam setiap proses.
“Harus ada campur tangan Tuhan di setiap kegiatan yang kita lakukan, yaitu doa, dan mengusahakan yang maksimal,” pungkasnya.