Skip ke Konten

Menembus Batas Keraguan, Nilna Rizqi Ramdhani Raih Prestasi di Ajang MQK Nasional

18 Juni 2026 oleh
Menembus Batas Keraguan, Nilna Rizqi Ramdhani Raih Prestasi di Ajang MQK Nasional
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang. Nilna Rizqi Ramdhani, mahasiswi semester 2, yang berhasil mengharumkan nama institusi melalui ajang Musabaqah Qiraatil Kutub tingkat Nasional pada 04 Juni 2026 di Probolinggo. 

Ketertarikan Nilna terhadap kitab kuning telah tumbuh sejak dirinya menempuh pendidikan di pesantren pada tahun 2022. Dari sanalah kecintaannya terhadap kajian kitab klasik mulai berkembang dan menjadi bekal penting dalam mengikuti berbagai kompetisi.

Dalam ajang MQK yang diikutinya, Nilna harus berhadapan dengan puluhan peserta dari berbagai daerah. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Universitas Nurul Jadid ini berlangsung di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, dengan jumlah peserta mencapai 48 orang dan dilaksanakan dalam satu babak penilaian.

Saat mengetahui dirinya berhasil meraih Juara Harapan 2, Nilna mengaku merasa senang. Namun di balik kebahagiaan tersebut, ia juga menyimpan perasaan belum sepenuhnya puas.

"Musuh terbesar saya sebenarnya rasa malas untuk muthalaah. Selain itu, saya juga sering minder ketika melihat peserta lain yang tampak sangat berpotensi. Pada saat-saat seperti itu, dukungan dari orang-orang sekitar sangat saya butuhkan," tuturnya.

Kitab yang dilombakan dalam kompetisi tersebut adalah Fathul Qorib, salah satu kitab fikih yang cukup populer di lingkungan pesantren. Untuk mempersiapkan diri, Nilna menerapkan pola belajar yang sederhana namun konsisten. Ia membiasakan diri membaca beberapa fasal setiap selesai melaksanakan salat agar materi tidak terasa menumpuk.

Persiapan yang dilakukan pun terbilang singkat, yakni kurang dari satu bulan. Meski demikian, ia berusaha memanfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin untuk memperdalam pemahaman terhadap kitab yang dilombakan.

Ketika rasa lelah dan kesulitan memahami materi datang, Nilna memiliki cara tersendiri untuk menjaga semangat. Ia selalu mengingat kedua orang tuanya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh lembaga kepadanya.

"Yang paling membekas justru prosesnya. Belajar bersama, berdoa bersama, bahkan menangis bersama ketika menghadapi kesulitan. Berangkat ke tempat lomba bersama teman-teman pondok menjadi kenangan yang tidak akan saya lupakan," kenangnya.

Ia juga mengingat pengalaman mengikuti ajang BSA FJA Nasional yang memberinya kejutan besar. Saat itu, ia berhasil meraih Juara 2 meskipun sempat merasa minder melihat kemampuan para peserta lain yang menunjukkan potensinya masing-masing.

Di balik berbagai pencapaian yang diraih, Nilna mengaku pernah beberapa kali merasa ingin menyerah, terutama ketika aktivitas sedang padat dan muncul perasaan bahwa peserta lain lebih siap darinya. Namun, ia selalu berusaha bangkit dengan mengingat perjuangan kedua orang tua, meminta doa kepada mereka, serta memohon restu dari para guru.

"Menurut saya, kekuatan doa adalah pondasi utama yang menjadi jembatan menuju keberhasilan," katanya.

Bagi Nilna, kemenangan dalam sebuah perlombaan bukanlah semata-mata hasil kemampuan pribadi, melainkan rezeki dan karunia dari Allah Swt. yang dapat diraih melalui usaha, doa, dan kesungguhan.

"Kesempatan tidak datang berkali-kali. Jangan sampai menyesal karena tidak memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meraih apa yang kalian inginkan," pesannya.

Perjalanan Nilna membuktikan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh konsistensi, keberanian melawan keraguan diri, serta kekuatan doa dan dukungan dari orang-orang terdekat. Prestasi yang diraihnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani mencoba, belajar, dan berjuang meraih impian.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Menembus Batas Keraguan, Nilna Rizqi Ramdhani Raih Prestasi di Ajang MQK Nasional
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah 18 Juni 2026
Share post ini
Label
Arsip