Skip ke Konten

Pengukuhan IPRAHUMAS Kemenag, Humas Didorong Naik Kelas di Era Algoritme

17 September 2026 oleh
Pengukuhan IPRAHUMAS Kemenag, Humas Didorong Naik Kelas di Era Algoritme
Ajay
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kehumasan terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) melalui rangkaian kegiatan Pengukuhan Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Kemenag yang dilanjutkan dengan Pembinaan SDM Kehumasan yang diselnggarakan secara daring via zoom, Kamis 17 September 2026.

Kegiatan pembinaan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Sejumlah narasumber hadir memberikan penguatan mengenai strategi komunikasi, pembentukan opini publik, hingga komunikasi krisis pemerintah.
Tiga narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si dengan materi Strategi Komunikasi Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si mengenai Strategi Pembentukan Opini Publik, serta Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si yang membahas Protokol Komunikasi Krisis Pemerintah.

Dalam paparannya, Ismail Cawidu menegaskan bahwa humas merupakan aset penting bagi sebuah institusi. Peran humas tidak lagi sebatas menyampaikan informasi atau mengunggah berita, tetapi dituntut mampu menjadi bagian dari strategi komunikasi lembaga. "Ini yang membuat peran huma sangat penting di setiap institusi atau lembaga," tegasnya.

Khusus di lingkungan Kementerian Agama, tantangan kehumasan memiliki karakter yang kompleks karena bersentuhan langsung dengan iman, identitas, dan emosi masyarakat. Ruang lingkupnya mencakup isu agama, sertifikasi halal, madrasah dan pesantren, Kantor Urusan Agama (KUA), zakat hingga wakaf. "Kesalahan kecil dalam komunikasi dapat berkembang menjadi persoalan yang menyentuh sentimen keagamaan," ujarnya.

Karena itu, tambah dia, humas didorong tidak hanya berperan sebagai corong lembaga, tetapi sebagai jembatan komunikasi dua arah. Humas perlu mendengarkan aspirasi masyarakat, menerjemahkan kebijakan agar mudah dipahami publik, sekaligus membawa masukan masyarakat ke dalam ruang kebijakan. "Peran humas tidak hanya menyampaikan informasi dua arah. Akan tetapi menjaga nama baik institusinya," paparnya.

Sementgara itu, Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si juga menegaskan bahwa tantangan tersebut semakin besar di tengah perkembangan media sosial dan algoritme digital. Generasi muda kini banyak memperoleh informasi keagamaan melalui TikTok, Reels, dan Shorts. Ketika kanal resmi tidak hadir dengan informasi yang akurat dan moderat, ruang komunikasi tersebut dapat diisi oleh informasi yang tidak utuh atau bahkan ekstrem.

Dalam konteks ini, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) juga menjadi perhatian. AI dapat dimanfaatkan untuk memantau pemberitaan, menganalisis sentimen publik, hingga mendeteksi isu yang mulai berkembang sebagai bagian dari sistem peringatan dini kehumasan. Namun, pranata humas juga dituntut memahami risiko AI, termasuk kemungkinan munculnya informasi yang keliru atau tidak terverifikasi. "Manfaatkan AI untuk kepentingan huma. Akan tetapi harus tetap ada kontrol akhir dari humas dan jangan sepenuhnya dipercayakan AI sebagai big datanya," pesannya tegas.

Penguatan kemampuan komunikasi krisis turut menjadi bagian penting dalam pembinaan. Isu yang berkaitan dengan keagamaan dapat berkembang dengan cepat sehingga diperlukan protokol komunikasi yang jelas, respons pada masa awal krisis, juru bicara yang terlatih, serta pendekatan yang mengedepankan empati.

Melalui kegiatan ini, pranata humas di lingkungan Kemenag diharapkan mampu berkembang dari pelaksana teknis menjadi mitra strategis pimpinan. Humas perlu mampu memetakan pemangku kepentingan, membaca tren, menyusun skenario komunikasi, serta memberikan masukan strategis kepada pimpinan.

Pada akhirnya, penguatan SDM kehumasan diarahkan untuk membangun komunikasi keagamaan yang dapat dipercaya, menjaga moderasi beragama, memperkuat komunikasi lintas iman, serta turut merawat kerukunan umat.

Rangkaian pengukuhan dan pembinaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM kehumasan Kementerian Agama agar semakin adaptif menghadapi perubahan teknologi, dinamika opini publik, serta tantangan komunikasi di era algoritme.


di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter:
Fotografer:
Pengukuhan IPRAHUMAS Kemenag, Humas Didorong Naik Kelas di Era Algoritme
Ajay 17 September 2026
Share post ini
Label
Arsip