MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Di tengah kesibukannya sebagai Musyrifah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang, Alfi Karomah berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Yudisium ke-58 Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam asal Lamongan ini meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Terbaik I Program Studi HKI dan penghargaan Skripsi Berbahasa Asing.
“Tentunya saya tidak menyangka mendapatkan penghargaan itu. Saya sangat bahagia dan bangga dengan diri saya sendiri,” tuturnya.
Di balik keberhasilan tersebut, Alfi menegaskan bahwa motivasi terbesar berasal dari dirinya sendiri yang terus berusaha kuat dan konsisten dalam menjalani berbagai aktivitas. Selain itu, dukungan orang tua menjadi sumber semangat yang tak ternilai.
Salah satu hal yang membuat prestasi Alfi semakin istimewa adalah keberhasilannya menulis skripsi dalam bahasa Arab. Ketertarikannya terhadap bahasa Arab sudah tumbuh sejak lama dan akhirnya dapat diwujudkan melalui tugas akhir yang ia susun.
Meski demikian, proses tersebut bukan tanpa tantangan. Menurutnya, menyesuaikan gaya penulisan bahasa Arab serta menjaga konsistensi penggunaan istilah ilmiah menjadi hambatan terbesar selama penyusunan skripsi.
Dalam menjaga prestasi akademik, Alfi memiliki strategi belajar sederhana namun konsisten. Ia membiasakan diri membaca kembali materi perkuliahan sebelum tidur, meskipun hanya satu pembahasan. Selain itu, ia selalu mencatat berbagai permasalahan atau ide yang ditemui selama proses belajar maupun penelitian.
“Ketika menemukan masalah atau ide, langsung saya tulis sebagai catatan. Jadi saat akan menulis, saya tidak bingung lagi harus memulai dari mana,” katanya.
Keberhasilan yang diraihnya juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Selain orang tua, Alfi mengaku mendapatkan banyak semangat dari teman-teman seperjuangan di Prodi HKI, sahabat-sahabat kelas ICP 2022, serta keluarga besar MSAA UIN Malang.
“MSAA menjadi tempat pulang saya setelah lelah menjalani aktivitas perkuliahan,” ungkapnya.
Dari seluruh proses penyusunan skripsi, momen yang paling berkesan baginya adalah ketika melakukan wawancara dengan para informan penelitian. Selain memperoleh data, ia juga dapat mendengarkan berbagai pengalaman dan keluh kesah yang memperluas wawasan serta relasinya.
Menurut Alfi, kemampuan menulis karya ilmiah dalam bahasa asing memiliki manfaat besar bagi mahasiswa saat ini. Selain menjadi nilai tambah dalam prestasi akademik, kemampuan bilingual juga semakin dibutuhkan oleh berbagai instansi dan dunia kerja.
Kini, setelah menyelesaikan studi sarjana, Alfi tidak berhenti melangkah. Ia tengah menempuh pendidikan magister di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di salah satu lembaga pendidikan di Kota Batu.
Menutup wawancara, Alfi membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan studi dan skripsinya.
“Kunci keberhasilan adalah kesabaran, ketekunan, serta restu dari siapa pun yang terlibat dalam perjalanan kita. Terus semangat, yakin bahwa semua akan selesai dan baik-baik saja,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan berhenti berbuat baik. Kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang kelak akan memberikan dampak besar bagi kehidupan kita,” pungkasnya.