MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Pusat Studi Integrasi dan Moderasi Beragama, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Pemuda. Acara strategis yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 29 September – 1 Oktober 2026, ini merupakan hasil kerja sama erat antara UIN Malang dengan Pusbangkom MKMB Kemenag RI.

Sebanyak 40 pemimpin mahasiswa, yang terdiri dari pengurus Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), serta para ketua Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) di lingkungan UIN Malang, digembleng secara intensif. Mereka disiapkan untuk menjadi duta moderasi beragama yang adaptif, toleran, dan berwawasan kebangsaan luas di tengah masyarakat.
Ketua Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya UIN Malang, Dr. Dewi Chamidah, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif. Pada hari pertama, ia langsung memimpin sesi Building Learning Commitment untuk memetakan harapan, kekhawatiran, kontrak belajar, serta gambaran umum program.
"Pelatihan ini memberikan wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa yang nantinya akan menjadi pemimpin. Mereka harus paham bagaimana menerapkan moderasi beragama di masyarakat, menjunjung toleransi, dan memahami nilai-nilai anti-kekerasan," ujar Dr. Dewi.

Untuk membekali para peserta, pelatihan ini menghadirkan jajaran akademisi senior UIN Malang yang mengupas tuntas berbagai sudut pandang moderasi, untuk materi Membaca Indonesia Masa Kini & Masa Depan disampaikan oleh Drs. H. Basri, MA, Ph.D. membedah Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia melalui pendekatan Skenario Thinking. Analisis Sosial Kritis: Mokhammad Yahya, Ph.D. mengajak pemuda melakukan analisis mendalam menggunakan perangkat Iceberg Analysis (Analisis Gunung Es). Fondasi Teologis: Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI mengulas tuntas Konsep Moderasi Beragama, Nilai-nilai Universal, dan Landasan Teologi. Kepemimpinan Pemuda: Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menanamkan Wawasan Kebangsaan dan Kapasitas Diri Pelopor/Penggerak Moderasi Beragama.

Kegiatan intensif ini dilaksanakan di dua tempat berbeda untuk mengoptimalkan penyerapan materi. Pada hari Selasa dan Rabu, pelatihan dipusatkan di Rumah Singgah Kampus 2 Pascasarjana UIN Malang, Kota Batu.
Puncak acara akan digelar pada hari Kamis 1 Oktober 2026 dalam bentuk Seminar Nasional bertajuk "Moderasi Beragama dalam Pusaran Geopolitik Global". Seminar bergengsi ini bertempat di Aula Gedung Rektorat Lt. 5 Kampus 1, Jl. Gajayana No. 50, Malang.

Seminar tersebut akan menghadirkan deretan tokoh dan pakar nasional, di antaranya Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Dr. H. Farid F. Saenong, Ph.D (Staf Khusus Menteri Agama RI), Redy Saputro, S.Kom (Ketua Peace Leader Indonesia), Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA (Guru Besar Sosiologi Agama UIN Malang), Drs. H. Basri, MA., Ph.D (Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang)
Melalui sinergi besar ini, pemuda yang menjadi peserta diharapkan mampu menjadi benteng sekaligus motor penggerak perdamaian yang siap membawa nilai-nilai toleransi Indonesia ke kancah dunia.