Skip ke Konten

Tim Pengabdian UIN Malang Berdampak dan Bergerak Perkuat Layanan Wisata Gubugklakah lewat English for Tourism Training

25 September 2026 oleh
Tim Pengabdian UIN Malang Berdampak dan Bergerak Perkuat Layanan Wisata Gubugklakah lewat English for Tourism Training
Ajay
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Potensi wisata Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, terus berkembang. Seiring dengan itu, kemampuan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara juga menjadi kebutuhan yang semakin penting, termasuk dalam hal komunikasi bahasa Inggris. Berada di kawasan strategis menuju sejumlah destinasi unggulan, seperti Coban Pelangi dan Gunung Bromo, membuat masyarakat Gubugklakah cukup sering berinteraksi langsung dengan wisatawan asing.
Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar English for Tourism Training di Kantor Desa Gubugklakah, Jumat (25/9/2026).
Pelatihan menyasar para pelaku wisata yang berhadapan langsung dengan wisatawan,  mulai dari tour guide, penyedia dan pengemudi jeep, pengelola guest house dan homestay, hingga pelaku usaha kuliner.

Tim pengabdian diketuai Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd., bersama Wahyu Indah Mala Rohmana, M.Pd., dan Fadlil Abdani, M.A. Kegiatan turut didukung Kenny Shania Lestari R., M.Pd., serta Rahma Adine Wahyu Putri, S.Pd., dan Hazlinda Parswati, S.Pd.,

Prof. Langgeng mengatakan kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang perlu diperkuat seiring berkembangnya sektor pariwisata di Gubugklakah.

“Harapannya, kemampuan bahasa Inggris para pelaku wisata di Gubugklakah dapat terus berkembang. Dengan begitu, mereka bisa berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara dengan lebih lancar dan percaya diri,” ujarnya.
Kebutuhan itu juga terlihat dalam komunikasi sehari-hari. Sejumlah pelaku wisata sebenarnya telah mengenal berbagai kosakata bahasa Inggris. Namun, mereka masih menemui kesulitan ketika harus merangkainya menjadi kalimat dan menggunakannya secara langsung dalam percakapan. Dalam kondisi tertentu, gestur masih menjadi cara untuk membantu menyampaikan maksud kepada wisatawan asing.

Sebagai solusi yang dapat digunakan tidak hanya selama pelatihan, tim menghadirkan “English for Tourism: Practical English Pocket Guide”. Buku saku tersebut dirancang sebagai panduan praktis yang dapat dibawa dan digunakan para pelaku wisata dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Materinya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, meliputi Common Tourism English, Guest House/Accommodation, Culinary Tourism, Tourist Attraction, serta Tour Guide/Jeep. Di dalamnya terdapat berbagai ungkapan praktis untuk menyambut wisatawan, memberikan informasi, menawarkan layanan, melakukan pemesanan dan pembayaran, hingga menangani persoalan yang mungkin muncul saat memberikan pelayanan.

Pelatihan juga dikemas secara praktis melalui simulasi. Peserta mempraktikkan langsung berbagai ekspresi bahasa Inggris sesuai bidang masing-masing, baik sebagai tour guide, pengelola penginapan, pelaku usaha kuliner, maupun pengemudi jeep. Sekretaris Desa Gubugklakah, Puji Laksana, S.E., M.M., mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris memang dibutuhkan masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.

“Kemampuan bahasa Inggris memang menjadi kebutuhan bagi para pelaku usaha di Gubugklakah karena mereka cukup sering berinteraksi dengan wisatawan asing. Kami berterima kasih kepada tim pengabdian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah memberikan pelatihan ini,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Forum Pokdarwis Jawa Timur, Purnomo H. M. Anshori. Ia berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para pelaku wisata dan dapat dilanjutkan melalui program-program berikutnya. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat perlu terus dilakukan agar Gubugklakah semakin berkembang sekaligus mampu menjaga capaian dan eksistensinya sebagai salah satu desa wisata terbaik.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen tim UIN Maliki Malang untuk terus berdampak dan bergerak bersama masyarakat. Program ini pun tidak diarahkan berhenti pada satu kali pelatihan. Kegiatan lanjutan direncanakan untuk semakin memperkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris para pelaku wisata secara bertahap dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan sekaligus daya saing Desa Wisata Gubugklakah dalam menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.


di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter:
Fotografer:
Tim Pengabdian UIN Malang Berdampak dan Bergerak Perkuat Layanan Wisata Gubugklakah lewat English for Tourism Training
Ajay 25 September 2026
Share post ini
Label
Arsip