MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melepas keberangkatan tim ekspedisi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Tursina Explore #12 menuju Bali, Jumat, 26 September 2025. Upacara pelepasan yang berlangsung pukul 15.00 WIB di Lapangan Utama UIN Malang ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. serta didampingi oleh Pembina MAPALA Tursina, Dr. Alfin Mustikawan. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi MAPALA Tursina dalam melaksanakan kegiatan eksplorasi tahunan. Menurutnya, ekspedisi ini tidak hanya menjadi ajang petualangan, melainkan juga sarana penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketua Umum MAPALA Tursina, Huzairi Ahmad, dalam laporannya menjelaskan bahwa Tursina Explore #12 tahun ini mengambil lokasi di Trunyan, Kintamani, Bali. Fokus utama kegiatan adalah eksplorasi sosial budaya dan lingkungan, dengan titik perhatian pada kearifan lokal masyarakat Bali serta isu-isu lingkungan yang dihadapi.
Tursina Explore merupakan program tahunan MAPALA Tursina UIN Malang yang telah dilaksanakan lebih dari satu dekade. Kegiatan ini berakar dari nilai dasar cinta alam dan solidaritas, serta didorong oleh semangat memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi muda. Tahun ini, Bali dipilih sebagai lokasi karena dianggap memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga kuat sekaligus menghadapi tantangan modernisasi dan isu lingkungan.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan eksplorasi ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. UIN Malang menilai bahwa MAPALA Tursina telah menjadi bagian penting dalam membangun citra positif mahasiswa sebagai insan akademis yang tidak hanya unggul dalam studi, tetapi juga aktif dalam aksi sosial dan lingkungan. MAPALA Tursina sendiri merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua di UIN Malang yang konsisten menggelar kegiatan di bidang kepencintaalaman. Aktivitasnya meliputi pendakian gunung, susur goa, dll. Dengan pengalaman panjang tersebut, Tursina Explore menjadi ikon kegiatan tahunan yang selalu ditunggu-tunggu.
Pada penutup acara, seluruh peserta dan tamu undangan berfoto bersama sebagai simbol solidaritas dan kebersamaan. Dengan semangat yang berkobar, tim MAPALA Tursina siap menunaikan misi mereka di Bali. Dengan dukungan penuh dari kampus, semangat solidaritas antaranggota, serta niat tulus untuk mengabdi, Tursina Explore #12 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menjawab tantangan zaman dengan menjunjung tinggi nilai cinta alam, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar Wisuda Tahfidz pada Jumat, 26 September 2025. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi, yang menyampaikan apresiasi sekaligus kebahagiaan mendalam atas terselenggaranya wisuda tahun ini.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi mengaku sangat bahagia melihat para wisudawan mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga diwisuda pada hari bersejarah tersebut. Beliau mengungkapkan rasa haru melihat aura para wisudawan yang memancarkan cahaya Al-Qur’an. “Kalian adalah orang-orang yang beruntung, insyaallah kelak akan menjadi sebab orang tua kalian masuk ke surga Allah,” tuturnya.
Rektor menegaskan bahwa momen Wisuda Tahfidz merupakan kebahagiaan tertinggi dalam hidup seorang muslim. Ia menganalogikan kebahagiaan tersebut dengan perasaan seorang ibu ketika melahirkan, namun kebahagiaan yang lebih besar adalah ketika seorang anak mampu meraih Wisuda Tahfidz 30 juz.
Dalam pesan spiritual dan intelektualnya, Prof. Ilfi mengajak para wisudawan meneladani keteguhan Nabi Musa. Beliau mengutip kisah dalam Al-Qur’an ketika Nabi Musa bertekad untuk terus berjalan hingga menemukan pertemuan dua lautan. Makna simbolisme tersebut dijelaskan sebagai seruan agar seorang muslim tidak berhenti belajar hingga menemukan titik pertemuan antara ilmu Islam dan ilmu Barat. “Belajar ilmu dari Barat bukanlah masalah, sebab seorang muslim harus mengetahui keduanya: ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang belum terjawab oleh logika manusia dan belum dikaji secara penuh oleh para ilmuwan. Karena itu, beliau menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki amanah mulia untuk meneruskan kajian dan penelitian agar semakin banyak rahasia Al-Qur’an terungkap melalui ilmu pengetahuan.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan doa khusus bagi seluruh wisudawan dengan suara penuh haru. “Doa kami bukan hanya untuk anak biologis kami, tetapi juga untuk seluruh anak-anak UIN Malang,” ujarnya sekaligus menutup sambutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar Wisuda Tahfidz pada Jumat, 26 September 2025. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi, yang menyampaikan apresiasi dan kebahagiaan mendalam atas terselenggaranya wisuda tahun ini.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi mengaku sangat bahagia melihat para wisudawan dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga diwisuda hari ini. Beliau menyampaikan rasa haru melihat aura para wisudawan yang memancarkan cahaya Al-Qur’an. “Kalian adalah orang-orang yang beruntung, insyaallah kelak akan menjadi sebab orang tua kalian masuk ke surga Allah,” ungkapnya.
Rektor juga menegaskan bahwa momen wisuda tahfidz merupakan kebahagiaan tertinggi bagi seorang muslim. Beliau mengaitkannya dengan perasaan seorang ibu yang melahirkan anak, namun kebahagiaan yang lebih besar barangkali adalah ketika anak tersebut mampu meraih Wisuda Tahfidz 30 juz.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi mengajak wisudawan meneladani keteguhan Nabi Musa. Beliau mengutip pesan Nabi Musa dalam Al-Qur’an yang menyatakan keinginan untuk terus berjalan hingga menemukan pertemuan dua lautan. Makna pertemuan dua lautan tersebut dijelaskan sebagai simbol bahwa seorang muslim tidak boleh berhenti belajar hingga menemukan titik pertemuan antara ilmu Islam dan ilmu Barat. “Belajar ilmu dari Barat bukanlah masalah, sebab seorang muslim harus mengetahui keduanya: ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an,” tegasnya.
Prof. Ilfi juga mengingatkan bahwa masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang belum terjawab oleh logika manusia dan belum dikaji secara penuh oleh para ilmuwan. Sebab itu, beliau menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki tugas mulia untuk meneruskan kajian dan penelitian agar semakin banyak rahasia Al-Qur’an terungkap melalui ilmu pengetahuan.
Mengakhiri sambutannya, Rektor menyampaikan doa khusus bagi para wisudawan. “Doa kami bukan hanya untuk anak biologis kami, tetapi juga untuk seluruh anak-anak UIN Malang,” ujarnya dengan penuh haru.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Festival Bulan Pendidikan (FBP) 2025 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Malang resmi dibuka pada Jumat, 26 September 2025 di Gedung Microteaching UIN Malang. Acara tahunan ini kembali menjadi ajang kreativitas dan refleksi bagi mahasiswa, dengan menghadirkan jajaran akademik. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Dr. H. Muhammad Walid, M.A., Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam Ulfah Muhayani, M.PP., Ph.D., Sekprodi MPI Prayudi Lestantyo, M.Kom., serta para dosen, di antaranya Dr. Sutrisno, M.Pd. dan Muhammad Alfan Rikza, S.E., M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Walid menyoroti bahwa pendidikan di Indonesia tengah menghadapi banyak tantangan. Namun, ia menekankan bahwa kuliah tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Menurutnya, mahasiswa harus berani keluar dari zona akademik tradisional dengan mengembangkan keterampilan praktis seperti kolaborasi, teamwork, dan komunikasi.
Dekan FITK juga menyampaikan bahwa di era saat ini terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki mahasiswa. Pertama, nilai intelektual yang tetap penting, meskipun bukan satu-satunya faktor utama. Kedua, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Ketiga, keterampilan komunikasi yang efektif.
“Jika semua itu dimaksimalkan, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan berkreasi dan berinovasi, serta kemampuan berkolaborasi yang baik akan dengan mudah didapatkan. Dan semua itu sudah ada pada mata kuliah kalian semuanya (mahasiswa MPI),” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada HMPS MPI yang berhasil menyelenggarakan Festival Bulan Pendidikan secara mandiri. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa mampu mengambil peran lebih luas, termasuk dalam hal manajemen acara. Dr. Muhammad Walid menegaskan bahwa lulusan MPI memiliki peluang yang jauh lebih beragam, tidak hanya terbatas menjadi tenaga pengajar atau kepala sekolah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa acara seperti FBP bukan hanya perayaan semata, tetapi juga langkah nyata untuk menyalakan kembali semangat pendidikan di tengah kondisi yang penuh tantangan. Harapannya, mahasiswa MPI dapat terus mengembangkan potensi mereka agar mampu menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks.
Festival Bulan Pendidikan ini sendiri akan mencapai puncaknya pada 2 Oktober 2025 dengan digelarnya Seminar Nasional bertema “Strategi Mengatasi Krisis Literasi dan Numerasi terhadap Generasi Muda demi Menyokong Indonesia Emas 2045.” Acara ini akan menghadirkan pembicara terkenal, Dr. Herma Retno Prabayanti, S.E., M.Med.Kom., yang siap berbagi wawasan strategis tentang peran generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa.
Dengan dukungan jajaran akademik serta partisipasi aktif mahasiswa, Festival Bulan Pendidikan MPI diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum membentuk insan akademis yang kreatif, komunikatif, dan solutif dalam menghadapi era global. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat riset dalam mendukung visi besar Jatim Emas 2045. Kerja sama ini ditegaskan dalam pertemuan resmi antara Gubernur Jawa Timur Dr. HC. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. dan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis 19 September 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., turut didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D.; Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A.; serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. UIN Malang menurut Prof. Ilfi siap memberikan kontribusi maksimal melalui berbagai penelitian interdisipliner yang relevan dengan kebutuhan Jawa Timur dan pentingnya integrasi riset perguruan tinggi dengan kebutuhan lokal. “Kampus ini memiliki sumber daya yang kompetitif, baik dari segi dosen, mahasiswa, maupun pusat studi. Kami siap menjadi mitra strategis Pemprov Jatim dalam melahirkan riset yang aplikatif, inovatif, dan bermanfaat luas,” tegas beliau.
Fokus riset diarahkan pada bidang kesehatan, lingkungan, sosial, dan kemanusiaan, yang dinilai relevan dan mendesak untuk ditangani bersama. Hal ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden, yang menempatkan riset dan inovasi sebagai instrumen pembangunan strategis. Selain itu, dukungan konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tampak melalui komitmen percepatan pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Malang. Bahkan, Gubernur Khofifah secara khusus menanyakan kebutuhan kampus terkait dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan pelayanan kesehatan. Rektor UIN Malang menekankan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk mendukung sinergi ini. Di antaranya adalah penguatan pusat penelitian, kolaborasi riset antar fakultas, serta peningkatan kapasitas mahasiswa agar mampu menghasilkan karya yang berdampak sosial. “Kami ingin UIN Malang tidak hanya menghasilkan penelitian yang berhenti di rak perpustakaan, tetapi riset yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Timur,” jelasnya. Selain itu, UIN Malang juga menargetkan peningkatan jumlah penelitian kolaboratif dengan pemerintah daerah, lembaga swasta, serta komunitas masyarakat. Menurut Prof. Ilfi sendiri, langkah ini penting untuk memastikan hasil riset kampus dapat diterapkan di lapangan, mulai dari pengembangan desa wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga digitalisasi pelayanan publik. “Riset akan lebih bermakna jika diterapkan secara nyata, bukan sekadar teori. Sinergi dengan Pemprov Jatim adalah langkah konkret ke arah sana,” imbuhnya. Pertemuan di Grahadi ini pun menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran UIN Malang sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Harapan besar dititipkan kepada kampus ini untuk menjadi pusat riset yang bukan hanya melahirkan publikasi akademik, tetapi juga solusi konkret bagi permasalahan Jawa Timur. Dengan sinergi ini, cita-cita menuju Jatim Emas 2045 diharapkan semakin nyata dan terukur. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar ilmiah bertema “Bahasa Arab, Gerbang untuk Memahami Lingkungan dan Pengembangan Berkelanjutan” di Home Theater Lantai 3 Fakultas Humaniora pada Rabu, 24 September 2025. Seminar ini menghadirkan Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi Al-Azhari, profesor tafsir dari Universitas Al-Azhar Mesir, dan diikuti sekitar 200 peserta secara langsung serta lebih dari 5.000 mahasiswa melalui siaran langsung YouTube.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. membuka resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya ia menyampaikan kebanggaannya terhadap lembaga-lembaga unggulan kampus, yaitu Ma’had Al-Jami’ah, Pusat Pengembangan Bahasa, dan Lembaga Tahfizul Qur’an. Rektor menegaskan ketiga lembaga tersebut menunjukkan perhatian tinggi UIN Malang terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab sekaligus menjadi keunggulan yang membedakan kampus ini dari universitas lain.
Acara ini turut dihadiri oleh Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, serta Prof. Dr. H. Muhammad Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya kampus memperkuat kompetensi Bahasa Arab dan pemahaman Al-Qur’an mahasiswa.
Universitas berharap melalui kegiatan ini wawasan mahasiswa semakin luas mengenai hubungan antara Bahasa Arab dan isu-isu global. Dengan sesi pengayaan kosakata yang dipandu para profesor setelah seminar, UIN Malang juga ingin meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa melalui penggunaan kosakata kontemporer yang relevan dengan pengembangan akademik dan pengabdian masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar ilmiah bertema “Bahasa Arab, Gerbang untuk Memahami Lingkungan dan Pengembangan Berkelanjutan” di Home Theater lantai 3 Fakultas Humaniora pada Rabu, 24 September 2025. Seminar ini menghadirkan Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi Al-Azhari, profesor tafsir dari Universitas Al-Azhar Mesir, dan diikuti sekitar 200 peserta secara langsung serta lebih dari 5.000 mahasiswa melalui siaran langsung YouTube.
Dalam pemaparannya Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi menekankan pentingnya Bahasa Arab dan Hadis Nabi sebagai dua alat utama dalam memahami Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa hubungan antara Al-Qur’an dan alam telah disinggung dalam wahyu pertama Surah Al-‘Alaq. “Makna lafal-lafal Al-Qur’an tidak boleh diubah dari arti sebenarnya menjadi arti kiasan, kecuali jika ada petunjuk kuat yang membolehkan atau mengharuskannya,” ujarnya.
Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi juga menekankan bahwa pemahaman Al-Qur’an yang mendalam dapat mengantarkan pada kepedulian lingkungan dan pengembangan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa Bahasa Arab menjadi gerbang untuk memahami konsep-konsep kunci yang terkandung dalam Al-Qur’an sehingga mahasiswa perlu menguasai kosakata tematik yang relevan dengan isu-isu global.
Setelah seminar, para profesor memandu sesi pengayaan di kelas untuk mendalami kosakata baru yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan. Universitas berharap kegiatan ini akan memperluas wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara Bahasa Arab dan isu-isu global sekaligus meningkatkan keterampilan berbahasa mereka melalui penggunaan kosakata kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Yudisium IV pada Rabu Rabu, 24 September 2025 di Gedung Rektorat lantai 5, diikuti 584 mahasiswa program S1 dan S2. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 572 mahasiswa strata satu dari delapan program studi dan 12 mahasiswa strata dua.
Dalam sambutannya, Dekan FITK, Dr. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan permulaan kehidupan yang sesungguhnya. “Capaian yang telah diperoleh hari ini harus disyukuri. Tidak semua orang mampu dan berkesempatan meraih gelar sarjana maupun magister. Maka, setelah ini perjalanan baru menanti saudara semua,” ujarnya. Pada prosesi tersebut, FITK juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa yang dinilai berprestasi, baik di bidang akademik, non-akademik, maupun keagamaan. Dari banyak penerima penghargaan, panitia menghadirkan tiga mahasiswa sebagai perwakilan untuk diwawancarai dan berbagi pengalaman, masing-masing mewakili kategori terbaik akademik, terbaik non-akademik, dan tahfidz 30 juz. Mahasiswi terbaik akademik, My Love Faizah Putri dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 2021, mengaku tidak menyangka mendapat penghargaan tersebut. Ia menuturkan rasa syukur sekaligus tantangan yang harus dilalui, mulai dari kesibukan sebagai musyrifah di Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) hingga tekanan mental untuk konsisten menjaga prestasi. Meski penuh tanggung jawab, ia berhasil mempertahankan IPK tinggi dan berharap capaian ini dapat memberi manfaat luas. Salah satu penghargaan mahasiswa terbaik non-akademik diberikan kepada M. Yusril Rizqi Hidayat, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) 2021 yang juga mantan Duta Kampus 2023, menekankan bahwa menurutnya menjadi hal yang penting untuk memiliki kebiasaan dan keinginan yang kuat untuk tetap menyeimbangkan prestasi di luar kelas dengan studi akademik. Sementara itu, salah satu penghargaan kategori hafal 30 juz diraih oleh Ani Dhorifah dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) 2021. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu antara kuliah dan hafalan Al-Qur’an. Meskipun terkadang menghadapi jadwal padat, ia tetap berusaha mengganti hafalan yang tertunda dan menjaga konsistensi agar keduanya berjalan seimbang. Selain prosesi yudisium, acara juga diisi dengan pematerian tambahan berupa sosialisasi sertifikasi profesi dari Dita Computer Malang. Materi ini membahas peluang peningkatan profesionalitas lulusan melalui berbagai bidang seperti desain grafis dan keterampilan digital lain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Dengan berakhirnya Yudisium IV ini, sebanyak 584 mahasiswa resmi menyandang status lulusan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka diharapkan dapat segera berkontribusi di masyarakat sebagai pendidik, akademisi, maupun profesional di bidang lain yang relevan dengan keilmuannya. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Gedung Rektorat lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipenuhi rasa semangat dan kebanggaan pada Rabu, 24 September 2025 saat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar Yudisium periode IV. Sebanyak 584 mahasiswa dikukuhkan sebagai lulusan baru, mencakup 572 mahasiswa strata satu dari delapan program studi dan 12 mahasiswa strata dua. Dalam sambutannya, Dekan FITK, Dr. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari kehidupan sesungguhnya. “Capaian yang telah diperoleh hari ini harus disyukuri. Tidak semua orang mampu dan berkesempatan meraih gelar sarjana maupun magister. Maka, setelah ini perjalanan baru menanti saudara semua,” ujarnya.
Di antara ratusan lulusan yang mengikuti yudisium, salah satu momen yang paling membanggakan datang dari Umi Lailatus Sa’adah, mahasiswi Magister Pendidikan Matematika. Ia berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni; Terbaik Akademik (IPK), Terbaik Non-Akademik (prestasi), dan Hafidzah (panggilan perempuan bagi yang hafal Al-Qur'an) 30 Juz. Capaian ini tidak hanya mengukuhkan namanya sebagai lulusan berprestasi, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan yang diusung FITK UIN Malang dalam melahirkan generasi yang unggul, aktif, dan berkarakter Qur’ani. Dalam wawancara khusus, Umi menceritakan perjalanan akademiknya yang penuh tantangan sekaligus sarat pengalaman berharga. “Saya kan di Magister Pendidikan Matematika ini karena ikut program fast track, dan kebetulan S1-nya saya juga double degree yaitu S1 Tadris Matematika dan S1 Ma’had Aly. Selain itu, alhamdulillah saya pernah jadi bendahara di HMPS dan DEMA fakultas. Jadi mau tidak mau saya harus bisa membagi waktu. Caranya, saya urutkan prioritasnya, dan alhamdulillah saya bisa menyelesaikan studi tepat waktu serta meraih lulusan terbaik dalam tiga kategori. Yang paling penting itu jangan kita jadikan beban biar tidak terasa berat,” jelasnya. Bagi Umi, motivasi terbesar dalam menyeimbangkan prestasi akademik, aktivitas organisasi, dan hafalan Al-Qur’an terletak pada keyakinannya bahwa ilmu dunia dan agama tidak boleh dipisahkan. Prinsip inilah yang membuatnya mampu menorehkan prestasi gemilang di tengah padatnya aktivitas kuliah, organisasi, dan kewajiban menyelesaikan hafalan 30 juz. Namun, ia tidak menampik bahwa perjalanan tersebut penuh rintangan. Rasa lelah dan keinginan untuk menyerah sempat menghampiri, tetapi tekad yang kuat dan dukungan orang-orang terdekat membuatnya bangkit kembali. Umi juga menitipkan pesan bagi mahasiswa lain agar tidak ragu bermimpi dan berusaha sekuat tenaga. Menurutnya, doa adalah kunci yang tidak boleh diremehkan.
Di akhir wawancara, Umi menyampaikan rasa terima kasih kepada almamater yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanannya. “Terima kasih kepada UIN Malang, para dosen Magister Pendidikan Matematika, dan seluruh civitas akademika atas ilmu, bimbingan, serta dukungannya. Semoga kampus ini terus melahirkan lulusan yang unggul dalam akademik, aktif dalam kegiatan non-akademik, dan kokoh dalam nilai-nilai Al-Qur’an,” pungkasnya. Selain prosesi pengukuhan, kegiatan yudisium kali ini juga diisi dengan pematerian tambahan berupa sosialisasi sertifikasi profesi dari Dita Computer Malang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk membekali lulusannya dengan keahlian yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan berakhirnya Yudisium IV FITK, sebanyak 584 mahasiswa resmi menyandang status lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran lulusan terbaik dengan tiga penghargaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kampus ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun lulusan yang berdaya saing dan berkarakter Islami. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani