Daftar Kategori: Berita


NAMA KH. BISRI MUSTOFA DIABADIKAN DI GEDUNG BTQ UIN MALANG
Abadi Wijaya Kamis, 22 Juli 2021 . in Berita . 36 views
3216_resmi.jpg

Penulis: Putut Wahyu Hardiyanto

GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang meresmikan pembangunan gedung Bait Tahfidz Al-Qur’an (BTQ) dan Moderasi Beragama. Momentum penting itu juga disertai peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sport Center (SC) untuk Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di kampus III UIN yang berlokasi di Tlekung Kota Batu. Acara tersebut terselenggara secara langsung dan juga virtual melalui aplikasi Zoom serta live YouTube. Rabu (21/7).

3217_ttd.jpg

Rektor UIN Maliki, Prof.Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa kali ini merupakan hari yang penting dan bersejarah khususnya bagi warga kampus yang ia pimpinan. Oleh karena cita-cita untuk mewujudkan kampus Ulul Albab dengan memiliki Bait Tahfidz Al-Qur'an dan Moderasi Beragama perlahan namun pasti bisa mulai terwujud tepatnya di FKIK, kampus III UIN Maliki Malang.

Pembangunan Bait Tahfidz Al-Qur'an dan Moderasi Beragama di FKIK UIN Maliki memiliki alasan tertentu yakni kampus berlogo Ulul Albab ini ingin menghasilkan dokter yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional serta memiliki keunggulan dalam mengelola kesehatan haji.

3218_batu.jpg

UIN Maliki Malang ingin menjadi the center of exellence & Islamic civilization dengan memperhatikan kejayaan Islam pada masanya (Daulah Abbasiyah antara abad 8 -11M) dan munculnya tokoh sekaliber Ibnu Sina di bidang medis.

“Kami ingin menghadirkan Ibnu Sina, Ibnu Sina yang baru dalam bidang medis yang mengamalkan ilmu kedokteran untuk kemaslahatan umat", harapnya.
"Oleh karena itu kami memfasilitasi dengan Bait Tahfidz Al Qur’an dan Moderasi beragama serta kurikulumnya untuk para mahasiswa agar selain menguasai keahlian di masing-masing kompetensinya, juga memiliki kemampuan di bidang Al Qur’an", imbuhnya.

Prosesnya pembangunannya bertahap diawali dengan peletakan batu pertama pada Jum’at, 15 Mei 2020 dan kini ini telah selesai proses pembangunan lantai satunya pada Kamis (15/7) dengan luas bangunan 1.723m^ yang diberi nama Gedung KH. Bisri Mustofa. Hal itu disertai juga dengan agenda peletakan batu pertama penanda akan didirikannya fasilitas olahraga berupa gedung SC.

Pemilihan nama K.H Bisri Mustofa untuk gedung Bait Tahfidz Al-Qur’an dan Moderasi Beragama telah melalui banyak pertimbangan. Hingga akhir dipilihnya nama tersebut karena latar belakang Gus Mus sapaan akrab dari K.H Bisri Mustofa sebagai ulama dan cendekiawan Islam yang cukup produktif dan inovatif. Terbukti karyanya yang berupa kitab telah banyak dijadikan panutan/pegangan ulama dari dalam sampai luar negeri, kitab karya beliau bisa dipelajari serta dikaji sebagai rujukan.

Di pengujung acara, turut hadir secara virtual sekaligus memberikan ucapan selamat dan doa, yakni K.H Anwar Mansyur, K.H Agoes Ali Masyhuri, K.H Moh Hasan Mutawakkil’Alallah, K.H Muhammad Baidlowi Muslich, KH Chamzawi, K.H Ibnu Sulaiman, K.H Muhammad Nizam Asshofa dan KH Nasirul Mahasin dan yang hadir langsung mendoakan yakni K.H Marzuki Mustamar. Selain itu hadir pula Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani Naksharta Kusyala Devi, S.I.Kom dan Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qoumas. Keduanya tidak hadir langsung di tempat melainkan mengikuti secara online. (ptt)

Lebih Lanjut »
RUMAH TAHFIDZ RESMI BERNAMA "KH. BISRI MUSTOFA"
Iffatunnida Rabu, 21 Juli 2021 . in Berita . 69 views

 

3213_btq1.jpg

GEMA-Untuk memantapkan lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang memiliki bekal agama yg memadai, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membangun Bait Tahfidz al-Quran & Rumah Moderasi Beragama. Setelah berbulan-bulan dibangun, gedung tersebut telah memiliki 1 lantai yang nantinya akan dikembangkan lagi. Rektor Prof. Dr. Abdul Haris mengundang secara daring tokoh-tokoh penting negeri untuk menyaksikan peresmian gedung yang diberi nama "KH. Bisri Mustofa" tersebut, Rabu (21/7). Acara peresmian disaksikan secara virtual oleh Menteri Agama KH. Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani.

Dalam sambutan pembuka, rektor menyatakan UIN Malang serius mendidik mahasiswa agar memiliki 4 pilar. Yakni, kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Untuk itu, tak hanya pendidikan di kampus yang selalu diperhatikan, namun juga keseharian mahasiswa. Termasuk mendorong mereka agar menjadi hafiz dan hafizah.

3214_btq2.jpg

Rumah tahfidz merupakan salah satu bukti keseriusan UIN Malang dalam membekali nilai agama bagi sivitas akademik, di samping juga adanya ma'had. Nama Bait Tahfidz al-Quran dipilih karena tokoh KH. Bisri Mustofa yang sangat inspiratif. Ia tak hanya dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah. Namun, Sang Kiai dikenal pula sebagai seorang pendidik, budayawan, dan politisi bangsa. Sudah banyak karyanya yang fenomenal yang digunakan secara luas untuk mendidik kaum muslim di negeri ini, seperti Tafsir Al-Ibriiz (dengan makna Jawi).

3215_btq3.jpg

Pihak kampus menghadirkan keluarga KH. Bisri Mustofa untuk memberikan sambutan dan menyaksikan peresmian. Secara khusus, KH. Mustofa Bisri yang merupakan anak kandung Sang Kiai mengapresiasi tinggi langkah UIN Malang untuk menyematkan nama ayahnya di Rumah Tahfidz. Kiai Mustofa Bisri menyatakan, dengan adanya Bait Tahfidz al Quran dan Moderasi Beragama ini, UIN Malang tak hanya mencetak lulusan yg intelek, namun juga memiliki bekal agama yg mumpuni. Ia melanjutkan, sejatinya "tahfidz" bukan hanya sekedar "menghafal". Dalam arti yang lebih luas, ia berarti menjaga. "Artinya ada kewajiban untuk menjaga kalam Allah dan maknanya, serta menjaga pengamalannya di kehidupan nyata," jelas KH. Mustofa Bisri. (nd)

Lebih Lanjut »
WEBINAR STRATEGI TEMBUS DI JURNAL BEREPUTASI
Abadi Wijaya Selasa, 29 Juni 2021 . in Berita . 260 views
3207_web.jpg

Penulis: Prof. Sani
GEMA-Salah satu kendala dosen untuk bisa publikasi di jurnal internasional sebenarnya bukan terletak pada kualitas dari artikelnya saja, melainkan biasanya karena artikel tersebut tidak sesuai dengan scoup jurnal, atau bahkan tidak mengindahkan gaya selingkung dari jurnal yang dituju. Artikel biasanya masih belum memenuhi kaidah dalam penulisan di jurnal baik nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi. Demikain yang disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Webinar “Workshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES), tanggal 22 Juni 2021, melalui daring. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNNES, Prof. Heri Yanto, M.BA, Ph.D, yang diikuti oleh lebih dari 258 peserta baik dosen maupun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

3208_wes.jpg


Lebih lanjut Prof Sani, yang biasa dipanggil, mengatakan memang menulis artikel yang akan dipublikasikan tersebut mudah-mudah sulit, artinya bahwa menurut kita artikel tersebut sudah baik, tetapi menurut editor ataupun review masih belum memenuhi kaidah ilmiah, alias rejected. Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penulis sebelum artikel tersebut di submit di jurnal yang bereputasi diantaranya adalah; 1) artikel harus menyesuaikan dengan template jurnal yang dituju, 2) Harus ada Research Gap dan Novelty-nya, 3). Referensi sebaiknya 75% lebih dan diambil dari artikel jurnal bereputasi. Research gap dan novelty adalah hal yang penting yang harus menjadi atensi utama, karena disitulah letak dari kebaharuan artikel kita. Ini adalah beberapa tips yang harus diperhatikan, agar artikel kita dapat di terima dan bisa publish di jurnal internasional bereputasi, pungkas Prof Sani. (San21)

Lebih Lanjut »
UIN MALANG GELAR ZIKIR DAN DOA BERSAMA
Abadi Wijaya Jumat, 25 Juni 2021 . in Berita . 261 views
3206_zikir.jpg


GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Harus, M.Ag mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk zikir dan doa dengan khotmil Quran, istighotsah, dan shalawat bersama, Jumat (25/6).
Kegiatan religi kali ini bertempat di gedung Fakultas Sains dan Teknologi Lt.1.
Melalui kegiatan ini, kata Prof. Haris, mari bersama-sama meminta keselamatan dan kesehatan kepada Allah SWT. Di era pandemi seperti ini, kegiatan seperti ini harus di istiqamahkan dengan tetap menjaga protokol kekesehatan dengan ketat. "Alhamdulillah, tidak terasa kegiatan rutinitas khotmil Quran, istihitsah, dan shalawatan setiap Jumat pagi ini sudah berjalan hampir tiga tahun dan semoga kita semua bisa terus istiqomah," paparnya.
Mumpung masih diberi kesempatan, lakukan apa yang telah diperintahkan di dalam Alquran, isi Alquran tidak ada yang bertentanhan dengan NKRI ini. "Untuk itu, selain untuk dibaca, Alquran juga harus terus dikaji dan dipahami dan diamalkan baik secara tekstual maupun kontekstual," pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakuktas Saintek Dr. Sri Harini, M.Si berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di lingkungan UIN Maliki Malang. Kegiatan zikir ini juga efektif menjadi ajang silaturahim antar warga UIN Maliki Malang.
Dipenghujung masa jabatannya, calon guru besar UIN Malang ini berharap bisa terus mengabdikan dirinya demi kemajuan kampus tercinta menuju smart Islamic and green univerity seperti yang dicita-citakan. "Semoga kedepan UIN Malang semakin maju dan bisa memiliki budaya saing tinggi dikancah nasional maupun internasional," harapnya.

Lebih Lanjut »
REKTOR, PERSEMBAHKAN PUISI UNTUK ALUMNI
Abadi Wijaya Jumat, 25 Juni 2021 . in Berita . 252 views
3205_wisuda.jpg

Reporter: Putut Wahyu H

RE-REVOLUSI KEMANUSIAAN,
Posisi Islam di Era Milenial Dibutuhkan.

Muhammad SAW hadir di bumi membawa revolusi.
Pandangan kemanusiaan yang salah kemudian dikoreksi.
Kesetaraan gender dengan meletakan sesuai dengan posisi.
Kesamaan hak perempuan dan laki-laki tanpa diskriminasi.
Sesuai dengan konteks dan masa dan relevansi.

Tidaklah orang Arab lebih baik dari orang ajam sebagai sabda Nabi.
Bukan pula turunan menjadi ukuran yang dianggap prestasi.
Hanya takwa kepada Allah SWT yang menjadi ukuran evaluasi.
Pandangan ini yang harus digelorakan kembali.
Inilah yang dulu diperjuangkan Soekarno, Gus Dur, Megawati, sampai Jokowi.
Siapa pun tanpa pandang bulu bisa ikut berpartisipasi.
Dengan kecerdasan, al akhlaq al karimah dan prestasi.

Kini di era milenial perlu diteguhkan kembali.
Pandangan Islam yang sangat substansi.
Egalitarian dan kesamaan hak kemanusiaan di bumi.
Harus dijaga dan dikembangkan sesuai Pancasila, UUD '45, dan al Qur'an kalam ilahi.
Harus ada re-revolusi biar tidak bias karena kepentingan golongan dan pribadi.

Inilah yang dikembangkan Nabi dan juga ditiru di era revolusi industri.
Nabi Muhammad SAW menghargai semua orang tanpa kasta dan privasi-privasi.
Sekarang inilah yang harus dibangkitkan terutama lewat perguruan tinggi.
Mereka para sarjana, magister dan doktor menjadi alumni lalu mengabdi.
Harus punya pandangan egalitarian dalam mengabdi untuk bangsa di NKRI.

Hari ini wisuda di gelar di kampus UIN Maliki.
Meski perhelatan dilakukan dengan cara daring lagi.
Pesan penting ini perlu disampaikan sebagai bekal alumni mengabdi.
Jangan sampai menjadi sarjana elitis apalagi tanpa prestasi.
Harus ada re-revolusi kemanusiaan di era milenial sekarang ini.
Dosen apalagi profesor harus jadi agent of change dengan sangat simpati.

Malang, 24 Juni 2021
'Abd Al Haris Al Muhasibiy

GEMA-Itulah salah satu puisi maha karya dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag. Puisi dengan judul "Re Revolusi Kemanusiaan" ia persembahkan dan bacakan saat sambutan acara wisuda virtual periode I dan II tahun 2021 di Aula Lt. 5,Gedung Rektorat. Kamis(24/6)

Puisi bebas yang terdiri dari beberapa bait itu erat hubungannya dengan kesetaraan gender dan apresiasi prestasi wanita. Apalagi menurut Prof. Haris sapaan akrabnya, hal itu terbukti pentingnya peran kaum hawa bagi institusi seperti UIN Maliki ini. "Bisa kita ketahui, dari tujuh fakultas di kampus ini ada empat fakultas yang dipimpin oleh kaum ibu-ibu, " ujarnya. "oh, iyaa masih ada lagi yakni sekolah pascasarjana dan juga LP2M pun dipimpin oleh para kaum wanita, " imbuhnya.

Sehingga rektor asal Lamongan itu menghimbau khususnya untuk para wisudawan tanpa mempersoalkan tentang gender, bahwa di era milenial ini siapa pun harus mampu beradaptasi dengan capaian prestasi. "Para alumni UIN Maliki saya harapkan mampu mengimplementasikan ilmunya, tidak hanya untuk pribadi tetapi juga masyarakat pribumi serta mengabdi demi kesejahteraan bangsa dan NKRI, " pungkasnya. (ptt)

Lebih Lanjut »
STEP BY STEP: MENUJU JURNAL SCOPUS
Iffatunnida Selasa, 22 Juni 2021 . in Berita . 339 views

 

3203_pen.jpg

GEMA-Sebagai guru besar yang sering membimbing mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan karya ilmiah, Prof. Irwan Abdullah berbagi ilmu agar tulisan dapat diterima di jurnal berindeks Scopus. Dalam Workshop Metodologi Penelitian Praktis dan Penulisan Artikel di Jurnal yang diadakan LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ia menjelaskan tahapan untuk memulai tulisan, Selasa (22/6).
Menurut profesor asal Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini, kerangka tulisan dinilai sangat penting. Kerangka tulisan yang baik, akan membantu mengorganisir cara berpikir penulis menjadi lebih terarah. Selain itu, kerangka tulisan membantu kita menulis artikel yang efektif tanpa berbelit.
Ia mencontohkan, saat menulis bagian Introduction, biasanya penulis pemula memulai dengan sesuatu yang general. Misal, ketika ingin membahas pendidikan multikultural di pesantren, banyak penulis yang memulai latar belakang dengan menulis bhinneka-nya Indonesia. “Sangat jauh dari inti bahasan, padahal yang mau dibahas adalah lingkungan pesantren,” papar Prof. Irwan.
Ia melanjutkan, di bagian literature, sebaiknya penulis berpedoman pada keywords yang sudah ditulis di awal tulisan. “Kalau ada tiga keywords, maka sub bahasan sebaiknya tiga saja,” jelasnya. Hal yang ditulis dalam bagian literature, selanjutnya akan dibahas lagi di bagian discussion.
Karena karya ilmiah merupakan hasil penelitian, maka penulis wajib menyertakan wujud atau bukti-bukti yang didapatkan selama riset. Bukti yang didapatkan harus dipresentasikan di bagian Methods. Dengan begitu, karya tulis yang dihasilkan benar-benar bernilai ilmiah. (nd)

Lebih Lanjut »
5 PROSES BERPIKIR MENURUT PROF. IRWAN ABDULLAH
Iffatunnida Selasa, 22 Juni 2021 . in Berita . 217 views
3202_profir.jpg

GEMA-Jangan asal menulis karya ilmiah. Prof. Irwan Abdullah menekankan, ada proses berpikir yang setidaknya harus dilakukan penulis agar tulisannya bernilai ilmiah. Hal tersebut ia bagikan pada peserta Workshop Metodologi Penelitian Praktis dan Penulisan Artikel di Jurnal Ilmiah, Selasa (22/6). Acara yang dihelat LP2M UIN Malang itu diikuti 143 peserta bertempat di Aula Gedung Rektorat lt.5.
Secara berurutan, Prof. Irwan menjelaskan bahwa proses berpikir saat melakukan penelitian dimulai dengan pemahaman teori. Dilanjutkan dengan konsep yang dirancang peneliti, lalu menentukan variabel. Proses setelahnya ialah indikator dan ditutup dengan data. "5 proses ini saja dan riset anda selesai," imbuhnya.
Guru besar asal Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu memaparkan bahwa tidak perlu waktu lama untuk menghasilkan karya ilmiah. Dengan niat yang benar dan organisasi yang baik, suatu riset dan karya ilmiah bisa dilakukan berkali-kali dalam setahun. "Sama halnya dengan proses penulisan disertasi, semalas-malasnya kita, disertasi bisa selesai dalam waktu 6 bulan," ujarnya. (nd)

Lebih Lanjut »
PEMINAT BANYAK, LP2M TAMBAH KUOTA
Iffatunnida Selasa, 22 Juni 2021 . in Berita . 204 views
3201_work.jpg

GEMA-Sebagai unit yang bertanggung jawab menggiatkan riset dan pengabdian di kampus, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) terus mengusahakan program-program terkait. Setelah melaksanakan pelatihan khusus tenaga kependidikan (tendik) pada Ramadhan lalu, kini workshop lanjutan pun diberikan. Mengundang Prof. Irwan Abdullah, LP2M mengadakan Workshop Metodologi Penelitian Praktis dan Penulisan Artikel di Jurnal Ilmiah, Selasa (22/6).
Ketua LP2M, Prof. Dr. Tutik Hamidah menjelaskan, program ini menarik banyak peminat. Terbukti dari jumlah peminat yang hampir mencapai tiga kali lipat dari kuota yang disediakan. "Awalnya hanya 50, tapi dalam waktu singkat sudah mencapai 143 pendaftar," imbuhnya. Membludaknya peserta di luar dugaan ini membuat panitia harus memindahkan tempat acara yang dilaksanakan luring ini. Awalnya, panitia memilih Ruang Meeting Gedung Rektorat lt.3 sebagai tempat workshop, namun akhirnya diganti ke Aula Gedung Rektorat lt.5 yang berkapasitas 150 peserta.
Ia melanjutkan, pihak LP2M juga tidak hanya mengkhususkan workshop ini untuk tendik. Namun juga mengikutkan sejumlah dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hanya saja, dosen yang diutamakan untuk ikut ialah yang berstatus lektor dan asisten ahli. Dengan begitu, program kampus untuk menambah guru besar bisa sekaligus terlaksana.
Sebagai pembuka, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengingatkan pentingnya memiliki kemampuan menulis karya ilmiah bagi sivitas akademik, khususnya dosen untuk menunjang kenaikan pangkat. "Menulis karya sesuai bidang ilmunya tentu akan membuktikan pemahaman mendalam seseorang terhadap pengetahuan," papar rektor. Ia juga menyatakan, sampai saat ini, pihak kampus masih serius mendorong semua dosen untuk menuju level tertinggi, yakni profesor. Dengan begitu, kampus memiliki nilai ideal juga kapabilitas sebagai institusi pendidikan. (nd)

Lebih Lanjut »
IPPBMM: PERCAYA DIRI JADI MODAL UTAMA MENUJU JUARA
Abadi Wijaya Senin, 21 Juni 2021 . in Berita . 156 views
3200_ippbmm.jpg

Reporter: Putut Wahyu Hardiyanto

GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Maliki Malang) Prof.Dr.Abd.Haris,M.Ag secara resmi melepas kontingen UIN Maliki Malang yang akan berkompetisi dalam Invitasi Pekan Pengembangan Bakat Minat Mahasiswa(IPPBMM) di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta(21-25/6). Agenda pelepasan kontingen itu dilaksanakan di teras depan Gedung Rektorat. Minggu(20/6).

Kegiatan IPPBMM tersebut akan diikuti oleh perguruan tinggi keagamaan Islam se-Jawa dan Madura. Kontingen UIN Maliki Malang akan mengikuti 5 jenis perlombaan yang digelar secara luring dan juga ada yang lainnya secara online, total ada 64 cabang olahraga dan seni yang diperlombakan.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa memberikan banyak manfaat bagi para mahasiswa UIN Maliki Malang terutama dalam hal pengembangan diri (bakat dan minat)" kata Rektor Prof. Haris di awal sambutannya.

Rektor Asal Lamongan itu menjelaskan bahwa hakikat dari lomba adalah mediasi yang berisi kesan dan pesan kepada setiap orang untuk menjadi insan yang jujur, amanah, sportif dll. Kemudian dari hal itu implikasinya tidak lain membentuk karakter dan pengembangan kepribadian atau personality.

Kepada para kontingen, orang nomer wahid di UIN Maliki Malang itu mengingatkan bahwa pada perlombaan apa pun pasti nanti punya lawan. Sehingga ia meminta para kontingen benar-benar siap. "Bersiaplah kalian semua untuk melakukan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin untuk menang namun jangan lupa juga untuk mampu mengakui keunggulan lawan pada saatnya nanti, " ungkapnya.

Rektor menginginkan agar para kontingen UIN Maliki bisa menang di setiap cabor dan seni yang diperlombakan pada event IPPBMM 2021 ini."Saya berharap anda semua menang karena ini adalah semangat kita. Percaya diri adalah pangkal dari kesuksesan, kejuaraan dan keberhasilan, " tegasnya.

Oleh karena itu, anda semua harus percaya diri namun jangan sampai tidak mengakui kelebihan orang lain. "Carilah apa itu kekurangan dari lawan namun ambilah kelebihannya sebagai pembelajaran diri, "imbuhnya.

Terakhir Prof. Haris berpesan apabila nanti menang maka jangan sampai merasa sombong. "Usai menang maka anda tidak perlu sombong karena kemenangan anda atau prestasi anda hari ini, esok dan lusa adalah nisbi. Suatu waktu anda akan dikalahkan. Dan mestinya anda selalu belajar dari kemenangan anda apalagi kekalahan anda", pungkasnya. (ptt)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up