Daftar Kategori: Berita


ACADEMIC WRITING: JUDUL ARTIKEL HARUS JELAS DAN SPESIFIK
Abadi Wijaya Sabtu, 17 November 2018 . in Berita . 66 views
1707_clinik-jurnal.jpg
Coaching: Prof. Dr. Khoiruniam, PhD merivew beberapa naskah artikel peserta academic writing di Hotel Pelangi Kota Malang. Jumat (16/11).

GEMA-Siang ini, Jumat (16/11) giliran Prof. Khoirunniam, PhD yang memberikan coaching clinik jurnal kepada calon guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Prof. Niam kali ini langsung me-review sejumlah tulisan artikel para peserta. Dia menegaskan setiap penulis harus mengikuti aturan teknis keilmuannya, misalkan saja persoalan penulisan judul itu harus tegas dan jangan ada kalimat yang ambigu. "Tolong hindari pembuatan judul yang tidak memberikan kepastian, judul harus spesifik," terangnya.
Setiap penulis, kata dia, harus konsisten terhadap studi kasus yang dilakukan. Ada beberapa strategi untuk mencari originalitas hasil penelitian, salah satunya yaitu hindari mengutip langsung yang biasanya dengan cara copy paste. Itu bisa menjebak para penulis pada plagiarism. "Cara menghindarinya yaitu kutiplah dengan menggunakan parafrase atau menulis kembali dengan kalimat sendiri tanpa mengurangi subtansi aslinya," paparnya.
Tapi ingat, tambah dia, meskipun dilakukan parafrase penulis harus menampilkan sumber rujukannya. Artikel yang terindek di scopus sebenarnya tidak semuanya bagus. Akan tetapi, artikelnya memiliki sumber primer yang jelas dan bisa dilacak secara online. "Banyak penulis yang tidak memperhatikan sumber rujukan yang teregister," jelasnya.
Prof. Niam juga menghimbau kepada para peserta agar menghindari tulisan yang menggunakan gaya built number yang berupa simbol. Jika ada sub pembahasan harus disesuaikan dengan gaya selingkung jurnal yang dituju. "Penulis tetap harus menyesuaikan gaya selingkung yang berlaku," tegasnya. (nhl)

 

Lebih Lanjut »
BAGI SARAPAN GRATIS DI JUMAT BERKAH
Iffatunnida Jumat, 16 November 2018 . in Berita . 128 views
1706_kue-jumat.jpg

GEMA-Semakin inisiatif saja mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim saat ini. Tak hanya di bidang yang diminati namun juga dalam melakukan aksi nyata. Seperti yang dilakukan sekelompok mahasiswa Jurusan Biologi. Setiap Jumat, mereka rutin membagi sarapan gratis untuk mahasiswa.
Saat ditemui Gema (15/11), Safira menyatakan, ide ini muncul karena melihat mahasiswa sebayanya yang harus kuliah sejak pagi dalam keadaan lapar. Ia dan teman-teman pun membuat gerakan yang diberi nama Kumat (Kue Jumat). “Sudah sekitar dua minggu ini kami jalankan. Semoga istiqomah,” tuturnya.
Mahasiswi semester tujuh ini juga memaparkan, saat ini Kumat hanya dibagi di area Fakultas Sains dan Teknologi. Pasalnya, iuran yang terkumpul belum cukup banyak untuk disebar di beberapa titik kampus. “Tapi minggu ini ada beberapa teman dari Jurusan Matematika yang ingin bergabung,” terangnya.
Mahasiswa yang ikut serta berbagi Kumat, kata Safira, mengumpulkan iuran tiap minggu. Tentu iuran yang jumlahnya tidak memberatkan mahasiswa. “Kami tarik 5.000 rupiah saja setiap minggunya,” jelas mahasiswi asal Batu ini.
Ke depannya, ia berharap agar makin banyak orang yang bergabung di gerakan ini. Pihaknya pun tidak menutup kemungkinan jika ada gerakan serupa yang digagas di fakultas lain. Semoga berkah ya! (nd)

Lebih Lanjut »
MUSIK UNTUK PSIKOLOGI ANAK
Iffatunnida Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 83 views
1705_tri-utami.jpg

GEMA-Untuk memperkaya wawasan seni musik anak, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menyelenggarakan Bimbingan dan Teknis (Bimtek) bagi mahasiswanya, Rabu (14/11). Acara yang diselenggarakan di Aula Micro Teaching Lt. 2 ini diisi oleh musisi ternama, Trie Utami.
Ia menyoroti anak zaman sekarang yang tidak mengenali lagu sesuai usianya. Pasalnya, hal tersebut juga erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak. Kurangnya filter orang tua menjadi salah satu faktor yang disoroti. “Orang tua tidak mengawasi hiburan yang dinikmati anak sehingga mereka bebas menonton apa saja,” jelasnya.
Pemilik panggilan akrab Mbak Iik ini menyontohkan, untuk usia anak lima tahun, musik sedih atau mellow tidak dianjurkan. “Emosi mereka nanti ikut terpengaruh dengan jenis musik seperti itu,” ujarnya.
Jika ingin mengajarkan musik pada anak, musisi yang juga pakar psikologi musik anak tersebut memberikan panduannya. Anak tidak bisa serta merta diperdengarkan musik dan diminta untuk menirunya. Mereka butuh perantara agar mudah menangkap materi yang diberikan. “Saat saya mengajarkan piano ke anak usia dini, saya selalu menyiapkan apel untuk memudahkan keseimbangan mereka dalam memainkan tuts piano,” jelasnya. (aqa/nd)

Lebih Lanjut »
FAKULTAS SYARIAH EDUKASI REMAJA USIA NIKAH
Iffatunnida Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 123 views
1704_mou-nikah.jpg
EDUKASI: Dekan Fakultas Syariah Dr. Saifullah menandatangani MoU dengan Kantor Kementerian Agama Kota Malang

 

GEMA-Edukasi pernikahan bukan hanya dibutuhkan bagi yang akan menikah. Remaja usia layak nikah pun perlu diberi pengetahuan yang sama. Mengetahui pentingnya hal ini, Fakultas Syariah bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Malang mengadakan Bimbingan Kawin untuk Remaja (13-14/11). Kegiatan terlaksana di Ruang Sidang Gedung Megawati Lt.1.
Ketua Pelaksana Faridatus Syuhada’ menjelaskan, acara ini merespon Keputusan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 881 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin. Kegiatan semacam ini dilakukan bukan hanya untuk calon pengantin yang sudah mendaftar di KUA. “Mahasiswa sebagai remaja usia nikah wajib mengetahui dengan baik petunjuk teknis bimbingan nikah agar memberikan wawasan dan persiapan dini,” tuturnya.
Selain itu, masih kata Farida, bimbingan ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kawin anak. Saat ini banyaknya perkawinan anak disebabkan oleh salah satu faktor pendidikan dan pemahaman tentang perkawinan itu sendiri.
Oleh karena itu mahasiswa diharapkan mampu menyalurkan ilmunya yang didapat dalam kegiatan ini kepada masyarakat. “Semoga bimbingan kawin ini dapat berlanjut di tahun berikutnya agar tidak menghilangkan kualitas output yang dihasilkan,” tutupnya. (ofi/mir)

Lebih Lanjut »
ACADEMIC WRITING: CALON GURU BESAR DI COACHING
Abadi Wijaya Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 64 views
1701_pesera.jpg

GEMA-Sebanyak 35 calon guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara intensif mengikuti coaching klinik jurnal bersama Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy salah satu guru besar IAIN Salatiga. Kehadiran Prof. Zaki tersebut untuk memberikan coaching kepada calon guru besar UIN Maliki dalam membuat artikel ilmiah hingga ter submit di scopus (15/11).
Workshop academic writing kali ini, dikhusukan bagi calon guru besar agar bisa dilakukan percepatan proses menuju guru besar. Salah satunya yaitu melalui klinik jurnal untuk mendiagnosa atas semua kesulitan dalam menembus jurnal internasional.
Prof. Zaki dalam paparan materinya menjelaskan bahwa dirinya menemukan banyak persoalan yang sama dalam persoalan penulisan artikel ilmiah. Melalui kegiatan coaching jurnal ini diharapkan bisa membantu menemukan titik masalahnya dimana dan solusinya bagaimana. “Saya akan berusaha membagikan pengalaman saya bagaimana membuat tulisan yang bisa di submit dan tidak langsung ditolak begitu saja,” paparnya.
Dalam ilmu pengetahuan, betapapun spektakulernya riset yang dilakukan jika tidak dipublikasikan maka karya itu tidak akan bermanfaat. “Publikasi karya ilmiah itu salah satu upaya untuk menyebarluaskan hasil riset yang kita lakukan,” terangnya.
Dalam dunia penelitian, kata dia, output dn outcome harus sesuai, sehingga apa yang dilakukan dalam penelitian bisa dibaca banyak orang melalui publikasi jurnal secara online tersebut. Setiap penulis, harus mencermati ruang lingkup dan interest dari sebuah jurnal tersebut. Hal itu harus dipahami terlebih dahulu sebelum penulis mengirimkan artikelnya. “Banyak penulis yang tidak memahami itu, sehingga rawan sekali tulisannya untuk ditolak,” bebernya.

1702_zaki.jpg

Saat ini, kata Prof. Zaki, di Indonesia ada ribuan jurna yang diterbitkan yang pastinya memiliki kesamaan nama jurnalnya. Akan tetapi, bukan berarti cakupannya sama. bisa jadi dalam scope tertentu memberikan spesifikasi detil yang berbeda. “Scope and interest harus dipahami agar tidak terjadi kesalahan yang fatal,” himbaunya.
selain itu, papar dia, setiap pengelola memiliki aturan jurnal yang berbeda-beda, hal ini juga harus dipelajari terlebih dahulu. Pasalnya, setiap jurnal itu memiliki gaya selingkung yang berbeda-beda. Ada yang model zotero, chicago, mendeley. “Ingat, jangan sampai penulis merasa tulisannya sudah baik dan benar, itu sangat berbahaya sekali. Setiap penulis harus bisa beradaptasi dengan cepat untuk menyesuaikan dengan apa yang diharapkan dari pengelola jurnal yang dituju,” pesannya tegas.

Lebih Lanjut »
ACADEMIC WRITING: JURNAL SAAT INI WAJIB ONLINE
Abadi Wijaya Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 41 views
1699_zakii.jpg

GEMA-Pelaksanaan workshop academic writing yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy sebagai salah satu pembicara sekaligus sebagai coaching klinik jurnal bagi calon guru besar UIN Malang yang berlangsung di Hotel Pelangi Kota Malang. Kamis, (15/11).
Prof. Zaki, sapaan akrab Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy menegaskan bahwa semua pengelola jurnal di perguruan tinggi semuanya wajib online. Hal itu sesuai dengan peraturan yang diterbitkan menristek dikti bahwa setiap pengelola jurnal harus open acses melalui sistem OJS atau online journal system. Upaya ini tidak lain untuk meningkatkan kualitas jurnal di perguruan tinggi dan mengurangi unsur plagiarisme. “Dengan OJS, semua tulisan bisa dimonitoring dengan mudah dan original tulisannya juga bisa dipertanggung jawabkan,” paparnya.
Menerut Bapak berkacamata itu, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan baik bagi penulis maupun pengelola jurnal berbasis online (OJS) yaitu persoalan judul artikel, isi abstrak dan refrensi atau daftar pustaka. Persoalan judul harus mengintrepretasikan pada reserch, baik yang bersifat studi pustaka maupun studi kasus di lapangan. Akan tetapi, penulis perlu diingat bahwa menulis judul artikel itu maksimal 15 kata saja dan tidak boleh lebih. “Jika judul terlalu panjang, penulis harus pandai memodifikasinya agar dewan editor tidak mengeliminasi naskah yang dikirim,” terangnya.

1700_peserta-aw.jpg


Selain itu, abstrak juga harus diperhatikan, jangan sampai menulis abstrak itu salah. Dalam abstrak itu harus mengandung tiga unsur, yaitu menyatakan reserch dengan jelas misalkan saja apa tujuan penelitiannya, nyatakan metode reserch yang jelas dengan kalimat yang singkat dan jelas, selain itu juga harus mengungkapkan hasil temuannya apa. “Ungkapkan satu atau dua temuan yang mewakili temuan dari penelitian yang dilakukan,” pesannya.
Refrensi yang digunakan, tambah dia, harus terregister dan diambil dari sumber primer. Sumber primer itu bisa berwujud hasil kajian yang setema dengan penelitian yang dilaiukan. Misalkan kajian pustaka itu aturannya 10 tahun terakhir. Akan tetapi, jika research lapangan maka pustaka primernya harus 5 tahun terakhir dan semua diambil dari jurnal yang terindek secara online. “Apa yang saya sampaiakan ini bersasarkan pengalaman saya sebagai reviwer sejak tahun 1996,” paparnya.

Lebih Lanjut »
ACADEMIC WRITING: CEK PLAGIARISM SEBELUM NASKAH DIKIRIM
Abadi Wijaya Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 28 views
1698_zaki.jpg

GEMA-Salah satu pesan penting yang disampaiakan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy kepada calon guru besar UIN Maliki Malang sebelum tulisan dikirim tolong dicek plagiarismnya bisa cek dengan turnitin atau yang berbayar. jika terindikasi palagiarism maka penulis wajib menggantinya hingga blok merah hilang. bisa menggunakan metode acak utk memidifikasi tulisan agar terhindar dari indikasi plagiarism (14/11).
Prof. Zaki menghimbau agar lebih hati-hati lagi kepada para penulis artikel dalam membuat kutipan langsung maupun tak langsung. Lebih baik hindari kutipan yang terlalu panjang yang lebih dari empat baris. Pasalnya, mengambil kutipan yang bersifat copy paste itu jika dimasukkan ke mesin turnitin bisa terdeteksi plagiat. “Semua mesin pelacak palgiarism akan mudah sekali mendeteksi tulisan yang bersifat copy paste,” terangnya.
Solusinya, kata dia, penulis bisa menggunakan bahasanya sendiri atau di prafrase dengan mengunakan kalimat dan gaya bahasa sendiri. Oleh sebab itu, mohon jangan biasakan dalam membuat artikel mengambil kutipan yang panjang. “Copas dari online itu sangat berbahaya, mohon dihindari,” pesannya tegas.

Lebih Lanjut »
ACADEMIC WRITING: JADI GURU BESAR TIDAK HARUS MENUNGGU TUA
Abadi Wijaya Rabu, 14 November 2018 . in Berita . 69 views
1703_opening-aw.jpg

GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA hadir membuka kegiatan Workshop Academic Writing bagi calon guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pelangi Kota Malang itu diikuti 35 peserta. Rabu, (14/11).
Zainuddin dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi guru besar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak harus menunggu usia tua, siapapun yang sudah memenuhi kualifikasi silahkan secepatnya diproses. Dia menilai bahwa UIN Malang harus melakukan percepatan penambahan guru besar, caranya bisa melalui workshop dan coacing academic writing seperti ini.
Zainuddin menjelaskan bahwa di era saat ini sudah banyak bermunculan guru besar yang usianya masih muda. Dan diharapkan uin malang melalui kegiatan workshop academic writing diharapkan bisa menggenjot calon guru besar menuju jenjang karir tertingginya yaitu menjadi profesor. “Sehingga, dengan adanya penambahan guru besar di UIN Malang bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di kampus,” harapnya.
Untuk memenuhi itu semua, salah satu upaya yang dilakukan bisa melalui program akselerasi seperti academic writing ini. “Prosesnya ada yang dilakukan secara struktural dan ada juga yang natural, misalnya saja Prof. Dr. Mufidah yang insyaallah tanggal 22 November ini akan dikukuhkan,” tegasnya.
Guru besar itu, kata dia, memiliki tanggung jawab yang sangat besar, salah satunya harus aktif dan trlibat langsung di jurnal nasional dan internasional. sehingga hal ini juga bisa menambah great reputasi institusi di perguruan tinggi semakin naik.
“Jadi kami minta semua persta yang hadir ini semua tulisan yang di coaching bisa submit ke scopus, dan ini kesempatan bagi aalon guru besar di UIN Malang untuk membuat tulisan yang berkualitas hingga mampu menembus scopus,” harapnya.

1697_peserta.jpg
Lebih Lanjut »
PIAUD MENDONGENG DI MADURA
Iffatunnida Rabu, 14 November 2018 . in Berita . 43 views
1695_piaud.jpg

GEMA-Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengirimkan dua mahasiswanya dalam Lomba Mendongeng tingkat Jawa Timur, Rabu (14/11). Kompetisi tersebut dihelat dalam rangka Festival Budaya Nusantara sekaligus milad ke-4 Jurusan PIAUD, IAIN Madura.
Perwakilan dari UIN Malang ialah Alfiyah Qurrotu Ayunina dan Fina Siti Fauziyah. Mereka harus bersaing dengan 23 peserta lainnya dari penjuru Jawa Timur. Karena ini merupakan pengalaman pertama, kedua wakil UIN Malang ini mengaku sangat gugup.
Alfiyah menjelaskan, pihaknya baru mengetahui informasi lomba dua hari sebelum acara dihelat. Karena waktu yang mepet inilah, keduanya mempersiapkan segala sesuatu dengan kilat.
Ia melanjutkan, melihat peserta dari kampus lain, keduanya harus banyak belajar lagi. “Tentu waktu yang singkat tidak cukup,” ia berharap, “Jika ada kompetisi serupa berikutnya, kami akan mempersiapkan semua dengan matang termasuk properti untuk mendongeng.”

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up