Daftar Kategori: Berita


FGD DWP UIN MALIKI : Komitmen menjadi Pondasi Utama Kesuksesan Organisasi Dharma Wanita
Abadi Wijaya Selasa, 8 Desember 2020 . in Berita . 184 views
3037_dwp1.jpg

Penulis dan Foto: Putut Wahyu Hardiyanto


GEMA-Dharma Wanita Persatuan(DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat kunjungan istimewa dari DWP Kementerian Agama (Kemenag) Pusat. Pasalnya, tamu yang hadir kali ini adalah Hj. Farichah, S. Pd. I, seorang publik figur di lingkungan DWP Kemenag Pusat sekaligus istri dari Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Kedatangan orang nomer wahid dari DWP Kemenag Pusat itu disambut hangat oleh ketua DWP UIN Maliki Malang, Dra. Hj. Rif'atul Choiriyah beserta para pengurus di ruang rektor, Lt. 1 Gedung Ir. (Hc) Soekarno. Jumat(20/11)

3039_dwp3.jpg

Selanjutnya, dalam kesempatan yang berharga tersebut Farichah Nizar Ali, begitu nama panjangnya selain bersilaturahmi juga mendapat penghargaan sebagai narasumber dalam acara Focus Group Discussion(FGD) dengan tema "Meningkatkan Potensi Perempuan Dalam Mencapai Visi Misi Kementerian Agama". Acara tersebut diselenggarakan di Meeting Room, Lt. 3 Gedung Rektorat.

Maka dari itu, Ibu yang telah dikaruniai dua orang putra ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pengurus DWP UIN Maliki sekaligus merasa tersanjung atas segala bentuk perhatian dalam menyambut kedatangannya. Memulai materi bahasan saat FGD, Farichah lebih detail menjelaskan tentang bagaimana upaya para warga DWP menghidupkan peranan dari organisasi yang semuanya beranggota ibu-ibu atau istri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi manapun milik negara Republik Indonesia, tak terkecuali di instansi Pendidikan Tinggi berstatus Negeri.

3038_dwp2.jpg

Menurutnya, pondasi utama dari berdiri sampai tumbuh kembangnya keberadaan organisasi wanita (DWP) yakni adanya komitmen. "Jadi ibu-ibu sekalian, jika kita ingin organisasi DWP kita ini sukses maka modal utamanya harus ada komitmen!", tegasnya. Komitmen dalam hal ini, masih kata Farichah yakni komitmen yang bisa menyadarkan diri kepada para anggota untuk menyakini bahwa DWP bisa mandiri apa pun situasi dan kondisnya, aktif menjalankan peranannya, bertanggung jawab dan mampu bekerja sesuai dengan lima budaya kerja di Kemenag, antara lain: 1) integritas, 2) profesionalitas, 3) inovatif, 4) tanggung jawab dan 5) keteladanan.

Farichah menganalogikan bahwa semisal komitmen para pengurus DWP sudah benar-benar ada kemudian ditambah dengan adanya penerapan lima budaya kerja Kemenag, maka inshaa Allah kesuksesan bisa tercapai dan itu secara tidak langsung bersinergi dengan tujuan Kemenag RI. "Mari kita syukuri, menjadi pengurus DWP berarti berstatus sebagai istri dari pejabat ASN, itu adalah nikmat namun sekaligus juga amanah. Cara mensyukurinya yaitu dengan kita para pengurus DWP melakukan tugas dengan lebih baik dan semakin hari tambah baik", jelasnya.

Capaian dari suksesnya DWP itu yang paling sederhana seperti tujuanya yang tertulis di syair Mars DWP yakni:
Tercapailah harapan kita,
sejahteralah anggota dan keluarganya.
"Semoga DWP UIN Maliki Malang di sini bisa sukses, mensejahterakan anggota dan keluarganya serta bermanfaat bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya", harapnya seraya diamini oleh para pengurus DWP yang hadir. (ptt)

Lebih Lanjut »
DIKTIS KEMENAG YAKIN UIN MALANG AKAN JADI KAMPUS BEREPUTASI INTERNASIONAL
Abadi Wijaya Kamis, 3 Desember 2020 . in Berita . 194 views

 

3036_wr1-ok.jpg

GEMA-Bersyukur patut selalu diungkapkan oleh segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pasalnya, kemarin kampus Islami yang berlambangkan Ulul Albab di Malang Raya ini kedatangan tamu istemewa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Diktis Kemenag), yakni Prof. Dr. Suyitno, M. Ag, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Rabu (2/12).
Dalam kunjungannya kali ini, Prof. Suyitno selain ingin bersilaturahmi juga mendapat kesempatan berharga untuk memberikan arahan dan support kepada para pimpinan universitas dalam acara Forum Group Discussion (FGD). Sesuai dengan visi UIN Maliki dan semangat membara para pimpinan kampus dalam mewujudkannya, maka FGD tersebut mengambil tema "Strategi Pengembangan Kelembagaan Bereputasi Internasional".
Di awal arahannya, Direktur alumni S3 UIN Syarif Hidayatullah ini langsung menyakini bahwa UIN Maliki Malang bisa segera mewujudkan cita-citanya yakni menjadi kampus bereputasi internasional. "Apabila UIN Malang ini mendiklirkan diri siap menjadi Perguruan Tinggi bereputasi, saya kira itu hal yang bisa kita percayai dan saya menyakini itu bisa tercapai", ucapnya.
Namun demikian, lanjut Prof. Suyitno apabila UIN Maliki Malang ingin menjadi kampus bereputasi Internasional maka yang mesti dicatat adalah harus memiliki tiga modal. Modal yang pertama adalah modal sosial, kedua modal intelektual dan yang ketiga yakni modal Sumber Daya Manusia(SDM) yang telah teruji.
Selain itu menurutnya masih ada hal yang sangat perlu diwaspadai, yakni tentang kohesivitas yang berkaitan dengan kesamaan visi para pimpinan dan seluruh sivitas akademik UIN Maliki. Beliau begitu sangat mewanti-wanti terkait hal tersebut karena sebelumnya telah memiliki pengalaman berharga dalam berkarier di perguruan tinggi.
Kemudian untuk menjaga kohesivitas tersebut, ia menghimbau kepada para pimpinan universitas, dekanat di fakultas hingga kepala biro dan ketua unit-unit agar selalu kompak (menjaga kebersamaan dan kesamaan visinya). Karena dengan begitu, seluruh warga kampus UIN Maliki bisa terhindar dari bahayanya rasa egoisme. "Jadi musuh tertinggi tata kelola Perguruan Tinggi itu adalah egoisme, yang merasa pinter sendiri, menang sendiri, paling berjasa dan tidak butuh orang lain, hal seperti ini tidaklah terjadi di UIN Malang ini", harapnya dengan penuh keyakinan.
Di akhir arahannya pada topik bahasan FGD, Prof. Suyitno menyatakan keyakinannya bahwa UIN Maliki Malang telah memiliki modal sosial, sudah ada juga kohesivitas dan kebersamaan serta SDM yang mumpuni di dalamnya sehingga ke depan pada waktunya nanti akan segera mampu menjadi universitas bereputasi Internasional.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALIKI PETIK BUAH INTERNASIONALISASI INSTITUSI DARI UNS SURAKARTA
Abadi Wijaya Jumat, 27 November 2020 . in Berita . 253 views
3034_uns.jpg


Penulis dan Foto: Putut Wahyu hardiyanto


GEMA-Semangat para pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang patut diacungi jempol. Buktinya, kampus berlogo Ulul Albab yang bulan kemarin genap berusia 59 tahun terus berupaya mewujudkan visinya. Salah satunya, melalui agenda Studi banding senat akademik di Universitas Negeri Surakarta (UNS). Dalam agenda yang dihadiri para tokoh penting antar kedua institusi ini, berlangsung di Ruang Sidang Lt.2, Gedung Ir. Prakosa, Kantor Pusat UNS, Rabu (25/11).
Saat memberikan sambutan, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag sebagai perwakilan tim Studi banding UIN Miliki Malang mengatakan bahwa kunjungannya bersama para wakil rektor, anggota senat dan guru besar ke UNS bertujuan untuk silaturahmi sekaligus menimba pengalaman dari Senat Akademik(SA) UNS. Khususnya, pengalaman UNS dalam hal internasionalisasi institusi.

3035_uns2.jpg


"Tujuan kami datang ke sini(UNS) adalah tidak lain melainkan silaturahmi untuk share dan diskusi sekaligus ingin mendapatkan pengalaman implementasi UNS dalam mengembangkan status institusinya," ucap Prof. Haris sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang.
Selanjutnya, dijelaskan oleh ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H bahwa adanya perubahan institusi UNS dari statusnya BLU menjadi PTN-BH membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Menurutnya, hal yang paling fundamental yakni soal modal. Meski bukan hal yang paling dasar namun modal berupa materi itu sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan status institusi. Selain itu faktor komunikasi internal, manajemen dan kerjasama serta networking dengan pihak terkait mesti diperhatikan. Sehingga pada akhirnya, apabila semua komponen telah ready to action kemungkinan peluang besar menuju perubahan status institusi pendidikan tinggi akan segera terealisasi. "Sungguh prosesnya itu tidaklah lama, asal segala syarat, komponen dan modalnya telah ada maka teruslah berusaha hingga terwujud perubahan pada hasilnya," pungkas Prof. Adi sapaan akrabnya.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALIKI MALANG STUDI BANDING KE UNDIP
Abadi Wijaya Jumat, 27 November 2020 . in Berita . 240 views
3032_undip-1.jpg


Penulis dan Foto: Putut wahyu hardiyanto

GEMA-Studi Banding UIN Maliki Malang tahun ini tidak hanya ke satu lokasi saja. Di hari kedua agendanya, tim studi banding yang dinahkodai langsung Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag selaku rektor UIN Maliki Malang melanjutkan kunjungannya ke salah satu PTN ternama di Semarang, yakni Universitas Diponegoro. Kedatangan tim yang terdiri dari para pimpinan universitas, anggota Senat dan guru besar UIN Maliki Malang disambut hangat oleh rektor UNDIP beserta segenap pimpinan Senat akademiknya. Pertemuan terselenggara di ruang Senat Lt.Gedung SA-MWA. Kamis (26/11).

3033_undip2.jpg


Berbeda dengan kunjungan di UNS sebelumnya, karena pertemuan di UNDIP lebih berfokus pada pembahasan pengelolaan jurnal internasional (Scopus) dan proses percepatan menuju guru besar. Disetting dalam Forum Group Discussion (FGD) sehingga mampu menghidupkan suasana pertemuan yang lebih akrab. Saling bertukar pengalaman dan ilmu, salah satunya topik yang disampaikan oleh Sekretaris Senat Akademik UNDIP, Prof. Indah Susilowati. Ia menjelaskan secara detail tentang proses kiat percepatan menuju guru besar khususnya bagi peneliti di bidang sosial, agama dan budaya.
"Anda tidak perlu khawatir karena akan ada aturan baru yang mengacu Kampus Merdeka dan pastinya ada kebijakan solutif bagi penelitian non-saintek dalam meraih gelar tertinggi akademik yakni profesor atau sebagai guru besar," ungkapnya.
Topik diskusi lainnya, misal tentang spesifikasi Senat Akademik (SA)yang ada di UNDIP. Di sesi ini dijelaskan oleh Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Dr. Ir. Sunarso, M.Si. Ia mulai menerangkan dari uraian susunan organisasi, landasan hukum, komponennya sampai pada wewenangnya. Menurutnya, keanggotaan senat akademik UNDIP terdiri atas dosen wakil fakultas ex officio sebanyak 17 orang, 18 orang dari guru besar, dan 34 orang wakil dari dosen non guru besar.
”Selain senat akademik, sesuai status UNDIP sebagai PTN-BH juga dibentuk majelis wali amanat dan dewan guru besar,” ungkapnya. Majelis Wali Amanat (MWA) adalah organ UNDIP yang menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum dan melaksanakan pengawasan di bidang non-akademik. (PP52/2015 pasal 1 ayat 3.
"Semoga informasi tentang SA UNDIP ini nanti bisa diambil inspirasi dan inovasinya oleh UIN Maliki yang sedang menuju perubahan statusnya dari BLU manjadi PTKIN-BH", harap Prof. Sunarso diakhir acara tersebut. (ptt)

Lebih Lanjut »
RTM 2020: PLAN, DO, CHECK, AND ACTION
Abadi Wijaya Kamis, 19 November 2020 . in Berita . 400 views
3025_rtm1.jpg


GEMA-Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Kegiatan tahunan ini dilaksanakan di Aula rektorat lt.5 dan dihadiri seluruh pimpinan di lingkungan UIN Maliki mulai dari tingkatan unit, lembaga, fakultas, dan pascasarjana, RTM kali ini dihadiri langsung Dewan Pengawas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, M.A. Pelaksanaan RTM dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari dan berakhir Senin (23/11).

3026_rtm2.jpg


Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Dr. Malik Karim Amrullah menegaskan bahwa kegiatan RTM ini bukan hanya sebagai rutinitas tahunan saja. Akan tetapi, RTM ini dijadikan sebagai momen untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Dalam forum ini, semua pimpinan pemangku kebijakan hadir langsung dan menyampikan hasil dari evaluasi hasil output dari program yang sudah direncanakan sebelumnya. “Semua pimpinan yang hadir akan diberi waktu untuk menyampaikan capaian dari program yang direncanakan serta kendala apa saja yang di hadapi dan sekaligus mencari solusinya bersama,” terangnya.

3027_rtm3.jpg


Masih kata Malik, proses perbaikan mutu layanan pendidikan ini wajib dilakukan secara serentak dan menyeluruh, baik dari bawahan hingga atasan, baik di tingkat unit, lembaga, fakultas hingga tingkatan universitas. RTM ini kedepan harus menjadi siklus di semua lembaga, fakultas dan unit yang ada di institusi ini. “Alhamdulillah Audit Mutu Internal (AMI) mulai tahun depan sudah masuk kalender akademik,” terangnya.
Apalagi kata dia, UIN Malang sudah menuju kampus bereputasi internasional, dan sudah melakukan proses asessmen AUN-QA dan semoga apa yang menjadi cita-cita UIN Malang bisa terwujud. “Yang terpenting, lembaga ini bisa terus melakukan perbaikan pelayanan dan meningkatkan reputasinya di kancah internasional,” pungkasnya.

3028_rtm4.jpg


Hal senada juga disampaikan Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. dalam sambutannya dia menegaskan bahwa RTM ini untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di UIN Malang. Melalui LPM semua mutu layanan harus dikontrol dan di evaluasi secara berkala, RTM ini untuk melihat SWOT dan mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang terjadi di lapangan. “Untuk itu, melalui RTM ini para pimpinan diajak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan segera melakukan perbaikan,” tegasnya.
“Saya yakin perguruan tinggi ini akan menjadi lebih baik asal temuan yang dihasilkan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

3029_rtm5.jpg
Lebih Lanjut »
HINDARI PENYEBARAN VIRUS CORONA UIN MALANG GELAR WISUDA ONLINE
Abadi Wijaya Selasa, 17 November 2020 . in Berita . 244 views
3020_1.jpg

Penulis dan Foto: Putut Wahyu Hardiyanto

GEMA-Tahun ini pelaksanaan Wisuda di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berbeda dengan tahun sebelumnya. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd Haris M.Ag, menyampaikan permohonan maaf kepada wali atau keluarga wisudawan karena prosesi wisuda terpaksa tidak bisa dilakukan secara offline, Selasa (17/11).
"Saya, atas nama pimpinan memohon maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa melaksanakan kegiatan wisuda secara offline," ucap Prof. Haris sapaan akrab rektor UIN Maliki saat mengawali sambutannya. Menurutnya, dengan adanya berbagai pertimbangan dan saran-saran dari banyak pihak, sehingga para pimpinan kampus berlogo Ulul Albab ini memutuskan untuk melaksanakan kegiatan wisuda periode II dan III semester gasal tahun ini secara online.

3021_2.jpg


Prof. Haris menyadari adanya beberapa pihak yang kecewa karena wisuda digelar online. Akan tetapi, pihaknya menegaskan bahwa kebijakan ini demi kemaslahatan bersama. "Wisuda online ini sebagai upaya menjaga kemaslahatan bersama dan memutus penyebaran virus corona Covid-19 ini," terangnya.
Prof. Haris berharap tahun depan suasana sudah kembali normal. "Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa normal kembali. Semoga Allah memberikan rahmat kepada kita semua umat manusia di dunia ini dan kita bisa melakukan kegiatan akademik secara normal sebagaimana biasa," harapnya.

3022_3.jpg


Jumlah wisudawan tahap II tahun 2020 ini 800 orang. Mereka terdiri dari berbagai Fakultas. Pertama, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) berjumlah 205 mahasiswa. Kedua, Fakultas Syariah berjumlah 116. Ketiga, Fakultas Humaniora berjumlah 44, Fakultas Psikologi berjumlah 35, Fakultas Ekonomi berjumlah 87, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) berjumlah 197. Terakhir, yakni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) berjumlah 17. Sedangkan Program Pascasarjana total berjumlah 99 mahasiswa. “Kami ucapkan selamat dan semoga ilmu yang di dapat bisa bermanfaat bagi diri dan masyarakat secara luas,” doanya. (ptt)

3023_4.jpg
Lebih Lanjut »
RAIS 'AAM PBNU YAKIN UIN MAMPU MENCETAK GENERASI PINTER DAN JUGA BENER
Abadi Wijaya Rabu, 11 November 2020 . in Berita . 235 views
3018_rais-am.jpg

Penulis dan Foto: Putut Wahyu Hardiyanto

GEMA-"Pendidikan itu yang penting bisa melahirkan manusia-manusia yang bener sekaligus pinter. Kalau yang pinter saja sudah banyak dan itu kita semua sudah tahu," ucap KH. Miftachul Akhyar, Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)saat berkunjung di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (10/11).
Dalam acara silaturahmi yang dibalut dengan nuansa kekeluargaan itu, kedatangan Kyai Miftah sapaan akrabnya ini disambut ramah oleh Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag beserta para wakilnya.
Pada kesempatan tersebut, Kyai kelahiran Surabaya tahun 1953 tersebut mengungkapkan sebagian keluh kesahnya atas kondisi pendidikan sekarang yang ada di negeri ini. Oleh karena itu, Kyai Miftah menyatakan bahwa perhatian pada pendidikan bagi NU merupakan sebuah amanah besar disamping persoalan ekonomi yang belum teratasi di Indonesia. "Alhamdulillah kalau permasalahan kesehatan sudah mulai muncul perubahannya," imbuhnya.
Lanjut, masih kata Rais 'Aam pengganti KH. Ma'ruf Amin ini bahwa sudah sejak lama UIN Maliki Malang dikenal sebagai perintis pendidikan tinggi Islam dengan model pengelolaannya dipadu ala pesantren. Oleh, karena itu Kyai Miftah menegaskan bahwa sekarang ini sebenarnya tidak perlu lagi menambahkan orang-orang pintar saja jika mereka tidak benar. "Orang yang pinter tapi tidak bener nantinya jadi keblinger!," tegasnya.
Maka Kyai jebolan alumni dari beberapa pesantren ternama di tanah Jawa ini menyatakan kelak pendidikan di pondok pesantren dan kampus-kampus berbasis pesantrenlah yang mampu melahirkan produk yang dibutuhkan tersebut. "Lha, UIN Maliki ini termasuk di dalamnya karena telah menerapkan sistem pendidikan pesantren," ungkapnya.
Sehingga di akhir arahannya, Kyai Miftah dengan keyakinannya berharap UIN Maliki Malang bisa terus maju dan berkembang seiring perubahan zaman. "Semoga kampus ini mampu menaikkan grafiknya, maqom-nya terus menanjak hingga membanggakan kita semua dan para muaziz hingga nanti melahirkan manusia yang benar sekaligus pintar," pungkasnya.
Hadir saat acara selain para wakil rektor, ada pimpinan pascasarjana, para dekan, para kabiro, ketua unit-unit universitas dan pejabat lain yang terkait. (ptt)

Lebih Lanjut »
UIN Maliki Malang Akan Mengadakan Tracer Study 2020
Abadi Wijaya Rabu, 4 November 2020 . in Berita . 328 views
3015_treser.jpg

 

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Bagian Kemahasiswaan dan Alumni kembali akan menyelenggarakan Tracer Study 2020. Oleh karena itu, diselenggarakan koordinasi untuk membahas instrumen tracer study 2020 sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tracer study tahun sebelumnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan lantai satu Gedung Student Center Jenderal Soeharto pada (26/10) dan dihadiri oleh berbagai unit terkait seperti Bagian Kemahasiswaan dan Laumni, perwakilan masing-masing fakultas, Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), dan perwakilan dari bagian atau lembaga lain. Selain itu dihadiri pula oleh Tim Teknis Tracer Study 2020.

Iwan Sugiarto, M.M, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dalam paparannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang perlu melakukan tracer study atau pelacakan alumni setiap tahunnya. Tracer study sangat bermanfaat untuk peningkatan reputasi lembaga, kepentingan akreditasi, dan sebagai indikator kinerja utama UIN Maliki Malang. Tidak kalah penting, tracer study juga bermanfaat untuk mengetahui jejak lulusan dan kiprahnya di dunia kerja. Melalui tracer study UIN Maulana MAlik Ibrahim Malang dapat menjaring masukan dari lulusan dan pengguna alumni terkait berbagai hal bagi pengembangan UIN Maliki Malang. Harapannya respon dari alumni untuk mengisi Tracer Study 2020 semakin baik dari sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut dibahas tentang metode tracer, yaitu menggunakan exit kohort atau kelompok lulusan, yaitu lulusan tahun 2018. Tidak kalah pentingnya yaitu finalisasi instrumen, sistem tracer study, dan time line kegiatan tracer study 2020. Sasaran Tracer Study 2020 adalah alumni UIN Maliki Malang yang lulus tahun 2018 pada program sarjana atau strata satu.

Tracer study 2020 ini rencannya akan dilakukan mulai Kamis, tanggal 5 November 2020 sampai hari Senin tanggal 30 November 2020. Harapannya paling tidak terdapat tujuh ratus sepuluh alumni yang berpartisipasi untuk mengisi kuesioner online yang ada di laman https://alumni.uin-malang.ac.id/tracer/ atau melalui link : http://s.id/TracerUINMlg2020. Login untuk masuk pada aplikasi tersebut menggunakan NIM para alumni. Dan jika ada yang lupa. Tim menyediakan kontak person untuk bisa mengetahui NIM masing-masing.

UIN Maliki Malang telah memilih perwakilan dari beberapa fakultas untuk menjadi profil sebagai duta sosialisasi untuk kegiatan Tracer Study 2020. Seperti M. Firdaus Imaduddin dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang menjadi CEO RO Production, dari Fakultas Ekonomi ada Mifta Layli Abidah yang bekerja di BNI Syariah Cabang Surabaya. Ada juga Moh. Abduttawwab Lahny yang disamping sebagai penyluh agama, alumni Fakultas Syariah ini juga sebagai Owner Ellahny Corp. Alumni Fakultas Sains dan Teknologi, yaitu M. Galang Arbi Sutanto yang bekerja di PT Adhi Karya. Ada juga alumni Fakultas Psikologi bernama Saktya Alief Al Azhar yang menjadi Human Resource di PT. Bina Mahasiswa Indonesia (Liga Mahasiswa). Dari FKIK ada Mochamad Firman Amrulloh sebagai Apoteker di Klinik Mutiara Sehat. Dan ada beberapa alumni lain sebagai influencer dan getuk tular informasi kepada para alumni yang lain.

Lebih Lanjut »
PSIS UIN MALIKI: HADIRKAN TOKOH SAINS PLUS JAGO ILMU AGAMA
Abadi Wijaya Rabu, 4 November 2020 . in Berita . 186 views
3014_yahya.jpg

GEMA-Lagi! Pusat Studi Integrasi Islam dan Sains (PSIS) UIN Maliki Malang kembali mengadakan Website Seminar (Webinar) dengan tajuk A Critical Analysis of The Science-Religion Integration in Indonesia Universities, Rabu (4/11).
Webinar kali kedua yang terselenggara dari salah satu unit di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) ini menghadirkan Prof. Dr. Anas Saudi, MA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Prof. Dr. Ir. Abdullah Shahab, M. Sc dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Mokhammad Yahya, Ph. D, selaku Kepala PSIS UIN Maliki menjelaskan bahwa pemateri kali ini ahli di bidang IPA dan yang satunya di bidang IPS. Namun selain itu ada kriteria istimewa lagi yang memberi nilai plus yakni keduanya juga tokoh agama. "Jadi keahlian beliau yang membuat PSIS memilihnya sebgai narasumber," tegasnya.
Hadirnya dua tokoh ilmuwan dan agama ini diharapkan memberikan pemikiran kritis terhadap integrasi keilmuan yang telah cukup lama diterapkan di UIN Maliki Malang. Apalagi integrasi keilmuan itu manjadi bagian dari visi kampus berlogo Ulul Albab ini.
Oleh karena itu, tambah dia, webinar yang menganalisis kritis terhadap Integrasi sains dan Islam di PTKIN di Indonesia. "Secara khusus PSIS UIN Maliki ingin proses integrasi keilmuan yang telah dilakukan di UIN Maliki Malang bisa berjalan dengan baik," harapnya.
Selanjutnya perlu follow up dari kedua narasumber yang nanti bisa diimplementasikan dalam proses mengintegrasikan ilmu sains dan Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini. (ptt)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up