Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UPACARA HAB KE-75 KEMENAG RI DI MASA PANDEMI HANYA DIIKUTI PARA PIMPINAN SAJA
Selasa, 5 Januari 2021 . in Berita . 175 views
3062_hab1.jpg


GEMA-Upacara memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama Republik Indonesia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung dengan hikmad. Meski masih dalam masa pandemi COVID-19, pastinya dengan selalu menjalankan protokol kesehatan yang ketat.Hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi warga kampus berlogo Ulul Albab ini untuk secara langsung mengikuti upacaranya di Lapangan Utama kampus 1 UIN Maliki Malang. Selasa (5/1).
Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag rektor UIN Maliki selaku pembina upacara menyampaikan beberapa amanat pidato Menteri Agama pada HAB kali ini, yakni tentang semangat Kementerian Agama yang baru terutama dalam hal pengelolaan di wilayah Kemenag.
Dijelaskannya terkait amanat dari pimpinan Kemenag yang baru tersebut antara lain : Pertama, membahas manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. Menurut rektor asal Lamongan ini, UIN Maliki sebagai instansi pendidikan tinggi Islam di bawah Kemenag RI juga harus mampu meningkatkan pelayanannya kepada siapa pun baik itu para pengguna jasa dan juga masyarakat pada umumnya. Apalagi semakin tahun, peminat yang ingin masuk ke UIN Maliki semakin bertambah banyak. Oleh karena itu, dengan keterbatasan yang ada Prof.Haris mengajak seluruh warga UIN Maliki agar mengoptimalkan secara maksimal semua pelayanan di setiap sektor atau unit kampus. "Jika di jenjang pendidikan S-1 kita memang belum bisa menambahkan jumlah mahasiswa barunya maka bisa kita alihkan penguatan fokus pada maba pascasarjana (S2) dan juga S-3," ucapnya. "Sehingga dengan demikian, lembaga kita bisa bertambah banyak pelayanannya dan juga adanya peningkatan tata kelola birokrasinya," imbuhnya.

3063_hab2.jpg


Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Apalagi, menurut Prof. Haris bahwa agama Islam sama sekali tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD'45 negara Indonesia. "Kita semua menyakini dengan seyakin-yakinnya Islam adalah agama yang benar dan ditrima Allah SWT. Namun kita sebagai umat Islam tidak boleh memaksakan pada orang lain meskipun demikian kita juga tetap dianjurkan untuk selalu berdakwah dengan cara yang baik, etis sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Sehingga kita warga UIN Maliki seyogyanya wajib menyampaikan risalah tersebut dengan tetap mengedepankan sikap tawadhu, tasamuh, dll," terangnya.
Ketiga, membangun persaudaraan atau yang sering disebut dengan ukhuwah. Hal ini meliputi ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah. Melalui usaha bersama merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan. Sekarang ini negara Indonesia memang lagi diterpa masalah yang kemungkinan besar dapat mengacaukan ukhuwah. Namun, lanjut Prof. Haris dalam hal ini ia mengajak kepada para warga UIN Maliki sebagai insan dibawah naungan Kemenag untuk menjadi pelopor dan sudah semestinya wajib membantu menjaga ukhuwah di masyrakat.

3064_hab3.jpg


"Kita sendiri juga tahu di kampus ini ada yang NU ada yang Muhammdiyah, ada PMII ada juga HMI, dsb. itu semua mari kita maknai sebagai media. Jangan sampai ada gesekkan, apalagi diagamakan bahkan dijadikkan hal yang diperjuangkan sampai mati. Jadi yang harus diperjuangkan adalah Islam karena Islam pasti rahmatalill'alamin. Oleh karena dengan Islam mari bangun ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathaniyah,"pungkasnya.
Hadir saat acara para wakil rektor, para kabiro, dekanat fakultas, Direktur pascasarjana, para ketua UPT dan kepala Unit terkait. Sebelum upacara selesai pun diadakan sesi penandatanganan bersama Deklarasi Zona Integritas. (ptt)

Lebih Lanjut »
BRI BERI BANTUAN BEASISWA BAGI 35 MAHASISWA UIN MALANG
Selasa, 22 Desember 2020 . in Berita . 383 views
3054_bri1.jpg


GEMA-Manager Pemasaran BRI Martadinata Kota Malang Febry Kushargiyanto bersama tiga timnya hadir di Universitas Islam negeri Maulana malik Ibrahim Malang, kehadirannya kali ini untuk menyerahkan bantuan beasiswa sejumlah 175 juta kepada 35 mahasantri ma’had Al Aly UIN Maliki Malang, Selasa (22/12).

3055_bri2.jpg


Dalam sambutannya, Febry sapaan akrab Febry Kushargiyanto menyampaikan permintaan maaf dan terimakasih kepada UIN Maliki Malang yang sudah menjalin kerjasama yang apik dengan pihak BRI. Ia juga menegaskan bahwa rata-rata semua bank saat ini tentu mengalami persoalan yang sama terkait adanaya pandemi Covid-19 ini. Akan tetapi meski begitu, BRI tetap berusaha ingin memberikan pelayanannya yang terbaik kepada stakholdernya. Begitu juga persoalan beasiswa yang sudah berlangsung di UIN Maliki Malang ini. “Saya sampikan mohon maaf, bantuan beasiswa yang nilainya tidak banyak ini semoga bisa membantu dan meberikan manfaat kepada para mahasaiswa di UIN Maliki Malang,” harapnya.

3056_bri3.jpg


Febry juga meminta agar, lulusan UIN Maliki bisa bergabung dengan BRI untuk bekerjasama memajukan BRI Martadinata Kota Malang. “Saya berharap kelak lulusan UIN bisa bergabung dengan BRI,” pintanya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag memaparkan bahwa di era pandemi Covid-19 ini UIN Maliki malang telah banyak melakukan perubahan, mahasiswa baru tahun ini tidak ada satupun yang tinggal di ma’had, semua proses pembelajaran dilakukan secara daring. “mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru hingga proses pembelajaran saat ini dilakukan secara online,” tuturnya.

3057_bri4.jpg


Meskipun begitu, semua yang menjadi target ketercapaian di UIN Maliki terus dilakukan, semua sistem telah dilakukan penyesuaian diri, pembelajaran dilkukan melalui sistem e learning bagi dosen dan mahasiswanya. “UIN Mengambil langkah untuk tetap melakukan perkuliahan secara daring untuk lebih berhati-hati terhadap penyebaran virus korona ini,” tegasnya.

3058_bri5.jpg


Semoga, kata dia, pandemi ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal seperti sebelumnya. “UIN Malang terus berkoordninasi dengan pemerintah pusat terkait proses perkuliahan di era pendemi ini,” pungkasnya.
Di sesi terakhir, semua pimpinan yang hadir melakukan sesi foto bersama dan sekaligus penyerahan cindera mata berupa buku Antologi sajak dan puisi karya Prof. Haris dan Yyarah Fathul Qarib karya mahasantri ma’had Al Aly UIN Maliki Malang kepada Manager Pemasaran BRI Martadinata Kota Malang Febry Kushargiyanto.

Lebih Lanjut »
22 PEJABAT FUNGSIONAL DILANTIK
Selasa, 22 Desember 2020 . in Berita . 287 views
3050_lantik1.jpg


GEMA-Pagi ini, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag melantik 22 pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional, mereka terdiri dari eselon 3 dan 4 yang selanjutnya dilakukan melalui mekanisme penyetaraan, Selasa (22/12).

3053_lantik4.jpg


Pelantikan yang berlangsung di Aula Rektorat Lt.5 itu di hadiri para pimpinan mulai dari para wakil rektor hingga dekanat di lingkungan UIN Maliki Malang. Prof. Haris dalam arahannya mengingatkan kembali bahwa pengambilan sumpah jabatan ini bukan untuk main-main. Akan tetapi sumpah ini di ucapkan dan akan dipertanggungjawabkan langsung di hadapan Allah SWT. “Oleh karena itu, saya mohon betul apa yang diucapkan diperhatikan betul. Allah SWt tidak bisa di tipu dan semuanya akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

3051_lantik2.jpg


Oleh karena itu, tambah dia, saya ingatkan kembali bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan niatkan semua untuk ibadah, jangan terlambat apalagi meninggalkan pekerjaan di jam kerja. “Ayo tata niat dan bekerja lebih disiplin dan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi,” ajaknya.
Perubahan jabatan struktural ini tentu dilakukan melalui hasil efaluasi dan keputusan dari Menpan RB nomor 28 tahun 2018 tentang penyetaraan pejabat eselon 3 dan 4 guna untuk efisiensi. Kepala OKH UIN Maliki Umi Hanik menjelaskan bahwa semua eselon 3 dan 4 di seluruh Indonesia harus bisa menyesuiakan diri dengan adanya ketentuan peraturan yang dikeluarkan dari Menpan-RB ini. “Semoga perampingan jabatan struktural ini bisa lebih efisien dan tidak mengurangi fungsionalnya dalam kinerjanya,” pungkasnya.

3052_lantik3.jpg
Lebih Lanjut »
FE JALANI ASESMEN LAPANGAN SECARA DARING
Jumat, 18 Desember 2020 . in Berita . 199 views
3045_fe1.jpg

GEMA-Fakutas Ekonomi (FE) Program Studi S1 Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini menjalani proses akrditasi. Proses asesmen lapangan berlangsung online dan dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (18-19/12).

3046_rektor.jpg

Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Nur Asnawi, M.Ag menjelaskan bahwa visitasi ini merupakan hal yang sangat penting dilaksanakan di Fakuktas Ekonomi guna untuk perbaikan secara terus menerus. Pasalnya, dalam proses asesmen tentu akan ada banyak masukan untuk segera ditindak lanjuti untuk mendukung dan meningkatkan layanan bagi mahasiswa. "Saya berharap proses asesmen lapangan yang dilakukan secara daring ini bisa berjalan lancar dan membawa kemejuan Fakultas Ekonomi kedepan," harapnya.

3047_fe2.jpg

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam sambutannya menegaskan, Prodi Perbankan Syariah ini menjadi sangat penting untuk kepentingan bersama dalam mewujudkan kampus yang ideal. UIN Malang, kata dia, sudah banyak menjalin kerjasama dengan perbankan, bahkan ada beberapa bank yang sudah membantu dan bekerjasama dalam hal pengelolaan keaungan kampus. "Eksitensi Perbankan Syariah (S1) dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mengelolah perbankan sesuai ajaran Islam," terangnya. 

3048_ban.jpg

Oleh karena itu, tambah dia, dengan dilaksanakannya akreditasi Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi ini diharapankan mampu menjadi salah satu prodi unggulan kampus UIN Malang. "Selain itu, kedepan semoga ada program studi lanjutan yakni S2 Perbankan Syariah di kampus UIN Malang," doanya seraya diamini para pimpinan.

Tim Asesor BAN-PT dari Universitas Diponegoro Dr. Agus Purwanto, SE, M.S., Akt mengawali sambutannya menyadari bahwa proses asesmen di masa pandemi ini mengharuskan tim asesmen lapangan dari BAN-PT harus melakukan proses asesmen secara daring. Akan tetapi, asesmen lapangan yang dilakukan secara daring ini sesungguhnya hampir sama dengan yang dilaksanakan secara luring atau offline. Ada beberapa item yang harus disiapankan dalam asesmen lapanagn seperti bukti-bukti dokumen yang ada diborang, wawancara dengan alumni, mahasiswa maupun dosen dan masih banyak lagi yang harus ditunjukkan saat asesemen berlangsung. "Saya berharap asesmen ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan tidak terjadi kendala apapun," harapnya.  

3049_hikmah.jpg

Sementara itu, asesor BAN-PT asal Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Hikmah Endraswati, SE., M.Si., Akt turut menegaskan bahwa asesmen lapangan ini merupakan tindak lanjut dari borang yang sudah dikirimkan ke BAN-PT. Tim asesor akan malakukan konfirmasi terkait borang dengan fakta dan data riil yang ada di lapangan, apakah sesuai dengan borang akrieditas Prodi Perbankan Syariah UIN Malang. "Kami berharap asesmen lapangan dapat berjalan lancar dan sukses serta mendapatkan hasil yang terbaik untuk kemajuan prodi Perbankan Syariah (S1) Fakultas Ekonomi UIN Malang," pungkasnya. (Kh/*). 

 

 

Lebih Lanjut »
UIN MALANG PERINGATI HARI BAHASA ARAB INTERNASIONAL
Senin, 14 Desember 2020 . in Berita . 187 views
3041_hari-b-arab.jpg

Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardiyanto

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan bahasa Arab, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia Internasional. Buktinya untuk menyambut peringatan hari Bahasa Arab Internasional tahun ini yang jatuh pada tanggal 18 Desember, kampus berlogo Ulul Albab di Malang Raya ini menyelenggarakan website seminar(webinar) Internasional, Jumat (11/12).

3042_hari-b-arab2.jpg


Tidak tanggung-tanggung, acara yang mengusung tema "Bahasa Arab di Indonesia: Perspektif Luar Negeri" ini mengundang pemateri di bidang pemerhati dan pakar bahasa Arab dari orang luar. Diantaranya yang pertama Prof.Dr. Dustin Cowell (University of Wisconsin) dari USA. Kedua Prof. Dr. )Shaleh Al Shitsri (King Khalid Military College) dari Saudi Arabia, dan ketigab Prof. Dr. Faisal Mahmoud Adam (University of the Holy Quran and Islamic Science) dari Sudan.
Sehingga wajar saja webinar berskala internasional ini pelaksanaannya menggunakan bahasa Arab. Begitu interes-nya Rektor UIN Maliki, Prof.Dr. Abd Haris M.Ag saat sambutan mengungkapkan bahwa kampus yang ia pimpin memang mempunyai perhatian yang sangat tinggi terhadap bahasa Arab. Hal itu terbukti sampai sekarang UIN Maliki sendiri terus mengasah dan mempelajari bahasa Arab. Selain melalui proses perkuliahan dan juga seminar seperti ini, juga dilakukan melalui aktivitas di ma'had.

3043_sutarman.jpg


Dalam webinar kali ini, para pembicara memberikan pandangannya sebagai orang luar terkait bahasa Arab di Indonesia. Fokusnya pada eksistensi bahasa tersebut sejak awal datang, lalu perkembangannya sampai sekarang di Indonesia. Asumsi dasarnya mereka memandang bahwa bahasa Arab begitu kuat di Indonesia karena di Indonesia ini terkenal mayoritas penduduknya ialah muslim.
Selain webinar, menurut Ketua panitia acara, Dr. H. Sutaman, MA ada lagi momentum penting yang saat itu digelar juga bersamaan di ruang rektor, Lt. 1 Gedung Ir. (HC) Soekarno, yakni launching pengurus konsorsium Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maliki Malang. Dalam hal ini, yang mendapat amanah menjadi ketua konsorsium PBA adalah Dr. Sutaman sendiri selaku moderator saat acaranya berlangsung.
Ditanya sesusai acara, Sutaman pun memiliki pendapat bahwa webinar tentang eksistensi Bahasa Arab di Indonesia dalam pandangan luar negeri merupakan hal sangat penting dalam pengembangan Bahasa Arab itu sendiri baik secara mikro maupun makro. Karena bahasa Arab merupakan bahasa Al Quran yang mayoritas sudah tidak asing digunakan oleh orang Indonesia.
"Saya terkesan dengan komprehensipnya pandangan para pemateri terkait pendidikan Bahasa Arab di indonesia. Begitu pula antusias para peserta seminar dari berbagai negara dan seluruh PTKIN se-Indonesia. Harapannya hasil dari seminar itu bisa dijadikan rekomendasi bagi pemerintah dan pelaksana pendidikan khususnya di Indonesia," pungkasnya.
Hadir saat acara Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan yang juga memberikan sambutan pembuka acara, Ketua Pusat Pengembangan Bahasa, Kepala PKPBA, Kaprodi beserta sekprodi PBA, para dekan dan ketua unit-unit yang terkait di UIN Maliki. (ptt)

Lebih Lanjut »
FGD DWP UIN MALIKI : Komitmen menjadi Pondasi Utama Kesuksesan Organisasi Dharma Wanita
Selasa, 8 Desember 2020 . in Berita . 184 views
3037_dwp1.jpg

Penulis dan Foto: Putut Wahyu Hardiyanto


GEMA-Dharma Wanita Persatuan(DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat kunjungan istimewa dari DWP Kementerian Agama (Kemenag) Pusat. Pasalnya, tamu yang hadir kali ini adalah Hj. Farichah, S. Pd. I, seorang publik figur di lingkungan DWP Kemenag Pusat sekaligus istri dari Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Kedatangan orang nomer wahid dari DWP Kemenag Pusat itu disambut hangat oleh ketua DWP UIN Maliki Malang, Dra. Hj. Rif'atul Choiriyah beserta para pengurus di ruang rektor, Lt. 1 Gedung Ir. (Hc) Soekarno. Jumat(20/11)

3039_dwp3.jpg

Selanjutnya, dalam kesempatan yang berharga tersebut Farichah Nizar Ali, begitu nama panjangnya selain bersilaturahmi juga mendapat penghargaan sebagai narasumber dalam acara Focus Group Discussion(FGD) dengan tema "Meningkatkan Potensi Perempuan Dalam Mencapai Visi Misi Kementerian Agama". Acara tersebut diselenggarakan di Meeting Room, Lt. 3 Gedung Rektorat.

Maka dari itu, Ibu yang telah dikaruniai dua orang putra ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pengurus DWP UIN Maliki sekaligus merasa tersanjung atas segala bentuk perhatian dalam menyambut kedatangannya. Memulai materi bahasan saat FGD, Farichah lebih detail menjelaskan tentang bagaimana upaya para warga DWP menghidupkan peranan dari organisasi yang semuanya beranggota ibu-ibu atau istri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi manapun milik negara Republik Indonesia, tak terkecuali di instansi Pendidikan Tinggi berstatus Negeri.

3038_dwp2.jpg

Menurutnya, pondasi utama dari berdiri sampai tumbuh kembangnya keberadaan organisasi wanita (DWP) yakni adanya komitmen. "Jadi ibu-ibu sekalian, jika kita ingin organisasi DWP kita ini sukses maka modal utamanya harus ada komitmen!", tegasnya. Komitmen dalam hal ini, masih kata Farichah yakni komitmen yang bisa menyadarkan diri kepada para anggota untuk menyakini bahwa DWP bisa mandiri apa pun situasi dan kondisnya, aktif menjalankan peranannya, bertanggung jawab dan mampu bekerja sesuai dengan lima budaya kerja di Kemenag, antara lain: 1) integritas, 2) profesionalitas, 3) inovatif, 4) tanggung jawab dan 5) keteladanan.

Farichah menganalogikan bahwa semisal komitmen para pengurus DWP sudah benar-benar ada kemudian ditambah dengan adanya penerapan lima budaya kerja Kemenag, maka inshaa Allah kesuksesan bisa tercapai dan itu secara tidak langsung bersinergi dengan tujuan Kemenag RI. "Mari kita syukuri, menjadi pengurus DWP berarti berstatus sebagai istri dari pejabat ASN, itu adalah nikmat namun sekaligus juga amanah. Cara mensyukurinya yaitu dengan kita para pengurus DWP melakukan tugas dengan lebih baik dan semakin hari tambah baik", jelasnya.

Capaian dari suksesnya DWP itu yang paling sederhana seperti tujuanya yang tertulis di syair Mars DWP yakni:
Tercapailah harapan kita,
sejahteralah anggota dan keluarganya.
"Semoga DWP UIN Maliki Malang di sini bisa sukses, mensejahterakan anggota dan keluarganya serta bermanfaat bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya", harapnya seraya diamini oleh para pengurus DWP yang hadir. (ptt)

Lebih Lanjut »
DIKTIS KEMENAG YAKIN UIN MALANG AKAN JADI KAMPUS BEREPUTASI INTERNASIONAL
Kamis, 3 Desember 2020 . in Berita . 194 views

 

3036_wr1-ok.jpg

GEMA-Bersyukur patut selalu diungkapkan oleh segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pasalnya, kemarin kampus Islami yang berlambangkan Ulul Albab di Malang Raya ini kedatangan tamu istemewa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Diktis Kemenag), yakni Prof. Dr. Suyitno, M. Ag, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Rabu (2/12).
Dalam kunjungannya kali ini, Prof. Suyitno selain ingin bersilaturahmi juga mendapat kesempatan berharga untuk memberikan arahan dan support kepada para pimpinan universitas dalam acara Forum Group Discussion (FGD). Sesuai dengan visi UIN Maliki dan semangat membara para pimpinan kampus dalam mewujudkannya, maka FGD tersebut mengambil tema "Strategi Pengembangan Kelembagaan Bereputasi Internasional".
Di awal arahannya, Direktur alumni S3 UIN Syarif Hidayatullah ini langsung menyakini bahwa UIN Maliki Malang bisa segera mewujudkan cita-citanya yakni menjadi kampus bereputasi internasional. "Apabila UIN Malang ini mendiklirkan diri siap menjadi Perguruan Tinggi bereputasi, saya kira itu hal yang bisa kita percayai dan saya menyakini itu bisa tercapai", ucapnya.
Namun demikian, lanjut Prof. Suyitno apabila UIN Maliki Malang ingin menjadi kampus bereputasi Internasional maka yang mesti dicatat adalah harus memiliki tiga modal. Modal yang pertama adalah modal sosial, kedua modal intelektual dan yang ketiga yakni modal Sumber Daya Manusia(SDM) yang telah teruji.
Selain itu menurutnya masih ada hal yang sangat perlu diwaspadai, yakni tentang kohesivitas yang berkaitan dengan kesamaan visi para pimpinan dan seluruh sivitas akademik UIN Maliki. Beliau begitu sangat mewanti-wanti terkait hal tersebut karena sebelumnya telah memiliki pengalaman berharga dalam berkarier di perguruan tinggi.
Kemudian untuk menjaga kohesivitas tersebut, ia menghimbau kepada para pimpinan universitas, dekanat di fakultas hingga kepala biro dan ketua unit-unit agar selalu kompak (menjaga kebersamaan dan kesamaan visinya). Karena dengan begitu, seluruh warga kampus UIN Maliki bisa terhindar dari bahayanya rasa egoisme. "Jadi musuh tertinggi tata kelola Perguruan Tinggi itu adalah egoisme, yang merasa pinter sendiri, menang sendiri, paling berjasa dan tidak butuh orang lain, hal seperti ini tidaklah terjadi di UIN Malang ini", harapnya dengan penuh keyakinan.
Di akhir arahannya pada topik bahasan FGD, Prof. Suyitno menyatakan keyakinannya bahwa UIN Maliki Malang telah memiliki modal sosial, sudah ada juga kohesivitas dan kebersamaan serta SDM yang mumpuni di dalamnya sehingga ke depan pada waktunya nanti akan segera mampu menjadi universitas bereputasi Internasional.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALIKI PETIK BUAH INTERNASIONALISASI INSTITUSI DARI UNS SURAKARTA
Jumat, 27 November 2020 . in Berita . 253 views
3034_uns.jpg


Penulis dan Foto: Putut Wahyu hardiyanto


GEMA-Semangat para pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang patut diacungi jempol. Buktinya, kampus berlogo Ulul Albab yang bulan kemarin genap berusia 59 tahun terus berupaya mewujudkan visinya. Salah satunya, melalui agenda Studi banding senat akademik di Universitas Negeri Surakarta (UNS). Dalam agenda yang dihadiri para tokoh penting antar kedua institusi ini, berlangsung di Ruang Sidang Lt.2, Gedung Ir. Prakosa, Kantor Pusat UNS, Rabu (25/11).
Saat memberikan sambutan, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag sebagai perwakilan tim Studi banding UIN Miliki Malang mengatakan bahwa kunjungannya bersama para wakil rektor, anggota senat dan guru besar ke UNS bertujuan untuk silaturahmi sekaligus menimba pengalaman dari Senat Akademik(SA) UNS. Khususnya, pengalaman UNS dalam hal internasionalisasi institusi.

3035_uns2.jpg


"Tujuan kami datang ke sini(UNS) adalah tidak lain melainkan silaturahmi untuk share dan diskusi sekaligus ingin mendapatkan pengalaman implementasi UNS dalam mengembangkan status institusinya," ucap Prof. Haris sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang.
Selanjutnya, dijelaskan oleh ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H bahwa adanya perubahan institusi UNS dari statusnya BLU menjadi PTN-BH membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Menurutnya, hal yang paling fundamental yakni soal modal. Meski bukan hal yang paling dasar namun modal berupa materi itu sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan status institusi. Selain itu faktor komunikasi internal, manajemen dan kerjasama serta networking dengan pihak terkait mesti diperhatikan. Sehingga pada akhirnya, apabila semua komponen telah ready to action kemungkinan peluang besar menuju perubahan status institusi pendidikan tinggi akan segera terealisasi. "Sungguh prosesnya itu tidaklah lama, asal segala syarat, komponen dan modalnya telah ada maka teruslah berusaha hingga terwujud perubahan pada hasilnya," pungkas Prof. Adi sapaan akrabnya.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALIKI MALANG STUDI BANDING KE UNDIP
Jumat, 27 November 2020 . in Berita . 240 views
3032_undip-1.jpg


Penulis dan Foto: Putut wahyu hardiyanto

GEMA-Studi Banding UIN Maliki Malang tahun ini tidak hanya ke satu lokasi saja. Di hari kedua agendanya, tim studi banding yang dinahkodai langsung Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag selaku rektor UIN Maliki Malang melanjutkan kunjungannya ke salah satu PTN ternama di Semarang, yakni Universitas Diponegoro. Kedatangan tim yang terdiri dari para pimpinan universitas, anggota Senat dan guru besar UIN Maliki Malang disambut hangat oleh rektor UNDIP beserta segenap pimpinan Senat akademiknya. Pertemuan terselenggara di ruang Senat Lt.Gedung SA-MWA. Kamis (26/11).

3033_undip2.jpg


Berbeda dengan kunjungan di UNS sebelumnya, karena pertemuan di UNDIP lebih berfokus pada pembahasan pengelolaan jurnal internasional (Scopus) dan proses percepatan menuju guru besar. Disetting dalam Forum Group Discussion (FGD) sehingga mampu menghidupkan suasana pertemuan yang lebih akrab. Saling bertukar pengalaman dan ilmu, salah satunya topik yang disampaikan oleh Sekretaris Senat Akademik UNDIP, Prof. Indah Susilowati. Ia menjelaskan secara detail tentang proses kiat percepatan menuju guru besar khususnya bagi peneliti di bidang sosial, agama dan budaya.
"Anda tidak perlu khawatir karena akan ada aturan baru yang mengacu Kampus Merdeka dan pastinya ada kebijakan solutif bagi penelitian non-saintek dalam meraih gelar tertinggi akademik yakni profesor atau sebagai guru besar," ungkapnya.
Topik diskusi lainnya, misal tentang spesifikasi Senat Akademik (SA)yang ada di UNDIP. Di sesi ini dijelaskan oleh Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Dr. Ir. Sunarso, M.Si. Ia mulai menerangkan dari uraian susunan organisasi, landasan hukum, komponennya sampai pada wewenangnya. Menurutnya, keanggotaan senat akademik UNDIP terdiri atas dosen wakil fakultas ex officio sebanyak 17 orang, 18 orang dari guru besar, dan 34 orang wakil dari dosen non guru besar.
”Selain senat akademik, sesuai status UNDIP sebagai PTN-BH juga dibentuk majelis wali amanat dan dewan guru besar,” ungkapnya. Majelis Wali Amanat (MWA) adalah organ UNDIP yang menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum dan melaksanakan pengawasan di bidang non-akademik. (PP52/2015 pasal 1 ayat 3.
"Semoga informasi tentang SA UNDIP ini nanti bisa diambil inspirasi dan inovasinya oleh UIN Maliki yang sedang menuju perubahan statusnya dari BLU manjadi PTKIN-BH", harap Prof. Sunarso diakhir acara tersebut. (ptt)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up