Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Yaumul Marhamah El-Zawa UIN Malang Tebar Kepedulian bagi Anak Yatim dan Dhuafa
Rabu, 11 Maret 2026 . in Berita . 39 views
10873_e.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, komunitas El-Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Yaumul Marhamah berupa santunan bagi anak yatim dan dhuafa pada Rabu, 11 Maret 2026 di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., pimpinan kampus, pengelola El-Zawa, serta para anak yatim dan dhuafa penerima santunan.
Ketua El-Zawa, Prof. Dr. Hj. Sulalah, M.Ag menyampaikan bahwa El-Zawa yang berdiri sejak 2007 kini telah memasuki usia ke-18 tahun. Ia berharap El-Zawa terus berkembang dan semakin berkontribusi dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

 

10875_santunan.jpg
Pemberian Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa Rektor UIN Malang Oleh Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.

Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat menuntut ilmu dan berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, termasuk berkesempatan kuliah di UIN Malang melalui program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
Suasana haru juga terasa ketika seorang anak yatim kelas 1 dengan berani maju ke depan untuk membacakan doa sebelum makan dan melafalkan niat salat fardu. Keberaniannya mendapat apresiasi dari para hadirin.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa serta ditutup dengan doa bersama, dengan harapan membawa keberkahan dan manfaat bagi semua pihak.

Reporter : Faiqotul Himmah & Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

Lebih Lanjut »
Semangat Berbagi di Yaumul Marhamah: Rektor UIN Malang Hadiri dan Serahkan Santunan Anak Yatim
Rabu, 11 Maret 2026 . in Berita . 34 views

 

10874_el.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana hangat dan penuh kepedulian terasa dalam kegiatan Yaumul Marhamah yang diselenggarakan oleh Komunitas Elzawa pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momen berbagi kebahagiaan sekaligus bentuk kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang juga ikut menyerahkan santunan kepada para penerima. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa dan komunitas kampus.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan semangat kepada Komunitas Elzawa agar terus aktif dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat untuk Elzawa, dan semoga UIN Malang dapat terus memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima santunan, Alifah, mengungkapkan rasa bahagianya atas bantuan yang diterima. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya santunan tersebut.
“Saya merasa senang sekali dan sangat terbantu dengan bantuan ini,” ungkap Alifah.

Hal senada juga disampaikan oleh wali Alifah yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan kepada Alifah.
“Saya sangat senang dan merasa terbantu. Apalagi Alifah sudah sejak lama mendapatkan bantuan dari kegiatan ini, jadi kami benar-benar merasa sangat terbantu,” tuturnya.

Kegiatan Yaumul Marhamah ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini, Komunitas Elzawa berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Bangun Personal Branding Lewat Konten Media Sosial, Peserta PJJ Pusbangkom MKMB Didorong Tampilkan Karakter Otentik
Rabu, 11 Maret 2026 . in Berita . 56 views
10871_aan.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Memasuki hari keenam pelatihan jarak jauh (PJJ) Personal Branding yang digelar oleh Pusbangkom MKMB Kementerian Agama RI, para peserta mendapatkan materi penting tentang membangun karakter melalui penulisan konten berbasis media social, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam sesi tersebut, narasumber Nurhasanah menyampaikan materi bertajuk Building Character Through Social Media Based Content Writing kepada 40 peserta pelatihan. Ia menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana strategis dalam membentuk personal branding seseorang di ruang publik.

Menurutnya, melalui media sosial seseorang dapat membangun persepsi publik tentang dirinya melalui karakter, keahlian, serta nilai-nilai unik yang ditampilkan secara konsisten.

“Memanfaatkan media sosial bukan sekadar pencitraan, melainkan refleksi otentik diri yang mampu membangun reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan,” jelasnya di hadapan peserta pelatihan.

Ia menambahkan bahwa karakter yang kuat dan konsisten sangat penting agar seseorang dapat tampil berbeda dan dikenali di dunia profesional.

Namun demikian, Nurhasanah yang akrab disapa Ibu Aan juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak karena memiliki dampak yang besar.

“Media sosial ibarat pisau bermata dua. Informasi yang disebarkan bisa membawa pesan positif ataupun negatif. Karena itu seorang humas sebagai garda terdepan institusi harus bijak dan peka dalam menyebarkan informasi. Keakuratan data dan validitas informasi harus dipastikan sebelum dibagikan,” pesannya.

Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya memahami pilar karakter dalam penulisan konten di media sosial. Setidaknya terdapat empat prinsip utama yang harus diperhatikan oleh seorang humas maupun pengelola informasi publik.

Pertama, integritas, yaitu tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, tidak manipulatif, serta tidak provokatif. Kedua, etika, dengan menjaga kesantunan, tidak menyerang personal, serta menghindari ujaran kebencian. Ketiga, empati, yakni memahami dampak tulisan terhadap orang lain dan tidak mempermalukan pihak tertentu. Keempat, tanggung jawab digital, dengan menyadari jejak digital serta konsekuensi hukum dan moral dari setiap konten yang dipublikasikan.

Selain itu, Nurhasanah juga membagikan sejumlah tips menulis konten yang mampu mencerminkan karakter positif di media sosial. Di antaranya menggunakan fakta sebelum opini, menghindari kata-kata hiperbolik, menggunakan narasi yang edukatif, menawarkan perspektif tanpa menghakimi, serta menjaga konsistensi dengan nilai pribadi maupun nilai institusi.

Melalui materi ini, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun personal branding yang berkarakter, berintegritas, dan berdampak positif bagi institusi.

Lebih Lanjut »
Dai Muda Bersatu! Divisi Khitobah JDFI UIN Malang Semarakkan Ramadhan Lewat Syarhil Qur’an di UM
Selasa, 10 Maret 2026 . in Berita . 63 views
10870_nov.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Divisi Khitobah UPKM JDFI UIN Malang turut ambil bagian dalam kegiatan Semarak Ramadhan Syarhil Qur’an yang diselenggarakan oleh UKM Al-Qur’an Study Club (ASC) Universitas Negeri Malang pada Selasa, 10 Maret 2026 di Masjid Al-Hikmah Lantai 1 Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para dai muda untuk memperkuat kemampuan dakwah sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadhan melalui syarhil Qur’an.

Acara ini menghadirkan Ustadz M. Shoniful Hadi sebagai pemateri utama, yang dikenal sebagai Finalis Top 6 AKSI Indosiar 2022. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar dai muda dalam menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an kepada masyarakat dengan cara yang relevan dan komunikatif.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penampilan dai dari berbagai perwakilan UKM dan komunitas dakwah mahasiswa yang menampilkan syarhil Qur’an dengan gaya penyampaian yang beragam. Dalam kegiatan ini, Co Divisi Khitobah Naufal Wahib juga turut hadir memberikan dukungan serta semangat kepada para peserta yang tampil. Setiap penampilan menyampaikan pesan-pesan keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an dan dikemas melalui retorika dakwah yang menarik, menunjukkan potensi besar generasi muda dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara kreatif.

Setelah seluruh penampilan selesai, Ustadz M. Shoniful Hadi memberikan sesi feedback selama kurang lebih 15 menit kepada para peserta. Ia mengapresiasi keberanian serta kreativitas para dai muda dalam menyampaikan dakwah, sekaligus memberikan beberapa masukan terkait teknik retorika, penguatan pesan, dan pentingnya membangun interaksi dengan audiens.

Ia menegaskan bahwa seorang dai harus mampu memahami kondisi audiens saat berdakwah. Menurutnya, tidak semua audiens selalu fokus mendengarkan, sehingga seorang dai perlu memiliki strategi alternatif dalam menyampaikan pesan.

“Seorang dai harus pintar memahami audiens. Ketika ada yang mulai mengantuk, tidur, atau bahkan berbicara sendiri, kita harus punya cara untuk mengatasinya. Istilahnya kita harus punya plan B, bahkan plan C agar audiens bisa kembali fokus,” jelasnya.

Melalui kegiatan Semarak Ramadhan Syarhil Qur’an ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dakwah di kalangan mahasiswa serta memperkuat kolaborasi antar komunitas dakwah kampus dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Reporter : Amelia Dea Divanda

Lebih Lanjut »
ASN Perlu Bangun Personal Branding Berbasis Integritas dan Pelayanan
Selasa, 10 Maret 2026 . in Berita . 65 views
10869_tahmid.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama didorong untuk membangun personal branding yang kuat sebagai bagian dari penguatan profesionalisme dan pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan oleh Mohammad Tahmid dalam kegiatan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Personal Branding yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam paparannya, Tahmid menegaskan bahwa personal branding bagi ASN bukan sekadar upaya untuk dikenal publik, melainkan sarana menegaskan nilai integritas, kompetensi, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai ASN, personal branding bukan sekadar soal dikenal, tetapi tentang menegaskan integritas, kompetensi, dan nilai pelayanan agar kehadiran kita memberi dampak nyata bagi birokrasi dan masyarakat,” ujarnya di hadapan para peserta pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar akan membantu seseorang menunjukkan kapasitas dan keunikan yang dimiliki. Sebaliknya, jika seseorang tidak membangun citra dirinya secara terarah, maka orang lain yang akan membentuk persepsi tersebut.

“Jika Anda tidak secara sadar membangun personal branding, maka orang lainlah yang akan mendefinisikan siapa Anda — dan itu belum tentu sesuai dengan nilai serta kompetensi terbaik Anda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tahmid menyebut bahwa personal branding juga dapat menjadi sarana untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan memahami potensi dan keunikan diri, seorang ASN dapat menghadirkan kontribusi yang lebih nyata melalui peran dan bidang keahliannya.

Menurutnya, personal branding berawal dari proses mengenali jati diri dan menemukan keunikan yang dimiliki setiap individu. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang menghadapi kendala berupa rendahnya rasa percaya diri.

Ia menilai kondisi tersebut sering muncul karena rasa takut dinilai orang lain, khawatir menjadi pusat perhatian, atau merasa malu untuk menampilkan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, mindset tersebut perlu diubah agar seseorang berani menampilkan kemampuan terbaiknya.

“Ketidakpercayaan diri itu harus dilawan dengan memperbaiki mindset. Jangan takut dilihat atau dinilai orang lain selama apa yang kita lakukan adalah hal yang positif,” jelasnya.

Meski demikian, Tahmid mengingatkan bahwa penguatan personal branding harus tetap berlandaskan norma dan aturan yang berlaku, khususnya sebagai bagian dari etika profesi ASN.

“Pastikan sebelum personal branding itu diperkuat, tidak menyalahi norma dan aturan pada umumnya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para ASN mampu membangun citra diri yang positif, profesional, dan berdampak dalam mendukung kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih Lanjut »
Perkuat Kerja Sama Global, UIN Malang Diskusikan Program Internship Internasional Bersama Select Hiroshima Jepang
Senin, 9 Maret 2026 . in Berita . 94 views
10868_koordinasi.jpeg
Koordinasi daring antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Select Jepang terkait rencana kerja sama program pemagangan internasional mahasiswa.


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY
 - 
Memperluas jejaring kerja sama internasional guna meningkatkan peluang kerja bagi lulusan melalui program internship dan penempatan kerja di Jepang. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi bersama Select Hiroshima Jepang yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (9/3/2026) pukul 11.00–12.00 WIB.

Koordinasi ini diprakarsai oleh Kepala Pusat Career Development Center (CDC) UIN Malang Ahmad Ghozi serta difasilitasi Herman, perwakilan penyedia dari Indonesia yang berdomisili di Jepang.

Pertemuan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Kepala Kantor Urusan Internasional Faridatun Nikmah, M.Pd., serta Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Abid Yusron. Turut hadir Ketua LPM, tim Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, dan perwakilan Select Hiroshima Jepang yang dipimpin Presiden Direktur Inatsu San.

Pembahasan difokuskan pada peluang program internship internasional bagi mahasiswa semester akhir sekaligus kesempatan kerja bagi alumni yang baru menyelesaikan studi. Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tuntutan pasar kerja global.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Prof. Abdul Hamid menyampaikan bahwa kolaborasi internasional menjadi strategi penting dalam memperluas jaringan global kampus serta membuka kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Triyo Supriyatno menilai program internship internasional tidak hanya memberikan pengalaman profesional, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan kerja serta memperkaya wawasan lintas budaya mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Inatsu San menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan profil perusahaan sebagai referensi bagi UIN Malang dalam memetakan kebutuhan kompetensi sekaligus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri di Jepang.

Program internship tersebut membuka peluang di berbagai sektor industri yang memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi, di antaranya industri otomotif, elektronik, produksi dan pengolahan makanan, serta industri kayu.

UIN Malang menargetkan proses rekrutmen dan wawancara peserta dapat dilaksanakan pada Maret hingga April 2026, sehingga kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses lulusan ke pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

 

Reporter: Noni Sherlya Yasmin

Lebih Lanjut »
Perkuat Strategi Personal Branding, Pusbangkom MKMB Hadirkan Narasumber Ahli di Hari Keempat PJJ
Senin, 9 Maret 2026 . in Berita . 53 views
10867_ari.jpg

MALIKI SILAMIC UNIVERSITY-Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) bidang Personal Branding yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia terus menghadirkan materi strategis bagi para peserta. Memasuki hari keempat pelatihan yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026, panitia menghadirkan dua narasumber ahli yakni Ispawati Asri dan M. Tahmid untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai strategi personal branding.
Dalam sesi pemaparan materinya, Ispawati Asri yang akrab disapa Bu Ari menegaskan bahwa di era kompetitif saat ini, personal branding memerlukan strategi yang tepat dan terencana. Menurutnya, membangun citra diri bukan sekadar menampilkan diri di ruang publik, melainkan juga proses melakukan *redesign* terhadap citra diri agar memiliki nilai yang unik dan berbeda dari orang lain.
“Personal branding itu upaya membentuk citra positif secara konsisten,” tegasnya di hadapan para peserta pelatihan.
Ia menjelaskan bahwa personal branding mencakup dua aspek utama, yakni penampilan fisik dan nonfisik. Penampilan fisik meliputi cara seseorang berpakaian, gaya berjalan, hingga cara berkomunikasi yang komunikatif dan profesional. Sementara itu, aspek nonfisik berkaitan dengan wibawa, sikap, serta ketulusan hati dalam berinteraksi dengan orang lain.
Menurut Bu Ari, kunci keberhasilan personal branding terletak pada keselarasan antara sikap, perilaku, dan nilai yang dimiliki seseorang. Personal branding tidak hanya bertujuan membangun reputasi positif di masa depan, tetapi juga menuntut konsistensi dalam mempertahankan citra tersebut dalam berbagai situasi dan platform.
Karena itu, ia menekankan bahwa strategi personal branding harus selaras dengan jati diri individu, terlihat secara nyata, konsisten di berbagai platform, memberikan manfaat bagi orang lain, serta memiliki keunikan yang didukung oleh bukti nyata dalam perilaku sehari-hari.
Melalui materi ini, para peserta diharapkan mampu memahami bahwa personal branding bukan sekadar pencitraan, melainkan proses membangun identitas diri yang autentik, berintegritas, dan berdampak positif bagi lingkungan kerja maupun masyarakat luas.

Lebih Lanjut »
Hadiri Buka Puasa Alumni Australia, Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Sampaikan Kultum Perempuan Ideal
Sabtu, 7 Maret 2026 . in Berita . 150 views
10862_bu-rektor.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menghadiri undangan untuk menyampaikan kultum dalam acara Buka Puasa with Australian Alumni in Indonesia bersama Australian Consulate-General Surabaya pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belinn Malang tersebut menjadi ajang silaturahmi Ramadan yang mempertemukan para alumni pendidikan Australia di Indonesia.

Dalam kultumnya, Prof. Ilfi mengangkat tema “Perempuan Ideal” yang menyoroti peran perempuan dalam keluarga maupun di ruang publik. Menurut Rektor UIN Maliki Malang, dalam pandangan Islam laki-laki dan perempuan memang diciptakan berbeda, namun perbedaan tersebut bukan untuk membedakan derajat keduanya. “Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan memang berbeda, tetapi bukan untuk dibeda-bedakan. Yang membedakan adalah kualitas diri yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai ketakwaan sebagai indikator kualitas diri laki-laki maupun perempuan,” ungkap Prof. Ilfi.

Lebih lanjut, Prof. Ilfi menjelaskan bahwa perempuan ideal di masa depan dapat meneladani semangat para istri Nabi dalam menjalankan berbagai peran kehidupan. Pertama, perempuan hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah dengan mengamalkan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, dalam kehidupan keluarga, perempuan diharapkan mampu menjadi partner terbaik bagi suami sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan saling menguatkan. Ketiga, perempuan juga memiliki peran penting dalam ruang publik untuk berkontribusi bagi pengembangan masyarakat sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ilfi juga berbagi refleksi perjalanan akademiknya sebagai alumni sandwich program di The University of Queensland, Australia. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektualnya hingga dipercaya memimpin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai rektor perempuan pertama.

10861_foto-bersama.jpeg

Acara buka puasa bersama ini turut dihadiri oleh Mr. Glen Askew, Konsul Jenderal Australia di Surabaya. Dalam sambutannya, Glen Askew menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Ilfi serta kultum yang disampaikan kepada para alumni. Kehadiran Rektor UIN Maliki Malang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para alumni Australia di Indonesia, khususnya perempuan, untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

 

Lebih Lanjut »
Seminar “Love and Brain” : Mengungkap Hubungan Cinta, Otak, dan Luka Emosional
Jumat, 6 Maret 2026 . in Berita . 98 views
10866_seminar.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) dan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar kegiatan seminar bertajuk “Love and Brain: Memahami Luka Emosional dalam Hubungan” pada Kamis, 6 Maret 2026 di Auditorium Microteaching Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari launching short movie Retak yang mengangkat isu kekerasan seksual di kalangan mahasiswa.

Seminar ini menghadirkan narasumber Fuji Astutik yang membahas secara ilmiah hubungan antara cinta, emosi, dan cara kerja otak manusia. Ia menyampaikan bahwa topik mengenai hubungan antara cinta dan otak masih jarang dibahas, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam kehidupan manusia, khususnya pada fase perkembangan usia muda.

Dalam pemaparannya, Fuji Astutik menjelaskan bahwa pada usia sekitar dua puluh tahun ke atas, manusia berada pada fase perkembangan di mana perhatian dan relasi dengan lawan jenis mulai menjadi fokus utama. Hal ini berkaitan dengan proses psikologis dan biologis yang mempersiapkan seseorang untuk menjalin hubungan yang lebih kompleks di masa depan, termasuk pernikahan.

Ia juga menyinggung fenomena fatherless atau kurangnya figur ayah yang sering dikaitkan dengan kerentanan emosional seseorang dalam menjalin hubungan. Namun menurutnya, bukan hanya individu yang jauh dari orang tua yang berpotensi mengalami masalah emosional, melainkan siapa pun dapat menjadi korban jika tidak memahami makna cinta secara sehat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa cinta bukan sekadar perasaan, melainkan sebuah seni yang membutuhkan pengetahuan, perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, dan komitmen. Banyak orang, menurutnya, hanya menonjolkan sisi perasaan dan gairah, tetapi mengabaikan unsur tanggung jawab serta komitmen yang seharusnya menjadi bagian penting dalam hubungan.

“Pacaran sering dianggap sebagai bentuk komitmen, padahal sebenarnya tidak selalu demikian. Komitmen yang sesungguhnya menuntut tanggung jawab yang jelas,” jelasnya di hadapan peserta seminar.

Dalam perspektif ilmiah, Fuji Astutik juga menjelaskan bahwa rasa cinta berkaitan erat dengan aktivitas otak. Saat seseorang jatuh cinta, otak melepaskan hormon dopamin yang menimbulkan perasaan bahagia dan euforia, bahkan memicu reaksi yang mirip dengan efek kecanduan.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme saraf cinta romantis terjadi pada bagian otak seperti ventral tegmental area dan nukleus caudate. Hormon dopamin yang dilepaskan membuat seseorang merasa sangat bahagia, bahkan dapat memicu rasa takut kehilangan pasangan.

Menariknya, respon cinta pada laki-laki dan perempuan juga berbeda. Pada laki-laki, jatuh cinta sering memicu keinginan untuk lebih terikat dengan pasangan, sementara pada perempuan rasa cinta cenderung memberikan efek menenangkan dan mengurangi stres.

Menurutnya, kondisi inilah yang membuat orang yang sedang jatuh cinta sering sulit menerima nasihat dari orang lain. Aktivitas otak yang terus memicu rasa bahagia membuat individu cenderung mempertahankan hubungan, bahkan dalam situasi yang tidak sehat.

“Dalam beberapa kasus kekerasan dalam hubungan, seseorang tetap bertahan karena cinta dapat menciptakan kecanduan alami yang dipicu oleh hormon dalam tubuh,” ungkapnya.

Di akhir pemaparannya, Fuji Astutik menegaskan bahwa cinta sejati seharusnya mampu menyembuhkan luka, bukan justru menjadi penyebab luka yang berkepanjangan. Cinta yang sehat adalah cinta yang melindungi, menjaga, dan menghargai pasangan, bukan hubungan yang hadir hanya untuk menyakiti atau meninggalkan luka emosional.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa memahami cinta tidak cukup hanya dengan perasaan, tetapi juga membutuhkan kesadaran diri, pengetahuan, serta kemampuan mengelola emosi dalam hubungan.

Reporter: Amelia Dea Divanda

Fotographer : Moh Nurul Azmi

 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up