Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UIN Maliki Malang dan Kementerian Haji dan Umrah Perkuat Sinergi Pendidikan dan Layanan Jamaah
Selasa, 3 Februari 2026 . in Berita . 80 views
10715_foto-mou.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam rangka memperkuat kolaborasi pendidikan, riset, dan pelayanan jamaah haji dan umrah, Selasa 3 Februari 2026, di Kampus 3 UIN Maliki Malang.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si. bersama Direktur Kementerian Haji dan Umrah, serta disaksikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., jajaran pimpinan universitas, dan para pemangku kepentingan terkait.

Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan dan pelatihan, riset keislaman, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan jamaah haji dan umrah, termasuk aspek kesehatan dan penguatan sumber daya manusia. UIN Maliki Malang diharapkan dapat berkontribusi aktif melalui keilmuan dan kapasitas akademik yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya UIN Maliki Malang untuk menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan. “Hari ini kita melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah. Semoga melalui kolaborasi ini kita dapat melahirkan calon imam dan pendamping jamaah yang berkualitas,” ungkap Bu Rektor.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si. menyambut baik kerja sama ini dan menilai sinergi dengan perguruan tinggi Islam sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan jamaah haji dan umrah. Kolaborasi dengan UIN Maliki Malang dinilai mampu memperkuat aspek keilmuan, profesionalitas, dan nilai kemanusiaan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

10716_dsc09181.jpg

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama, penyerahan cenderamata, serta foto bersama antara Menteri Haji dan Umrah, pimpinan universitas, wakil rektor, dan jajaran sivitas akademika UIN Maliki Malang.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Maliki Malang Tegaskan Arah Kampus Unggul dan Bereputasi Internasional
Selasa, 3 Februari 2026 . in Berita . 49 views
10714_bu-rektor.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si., menegaskan komitmen kampus dalam mewujudkan generasi unggul dan bereputasi internasional dalam kegiatan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang digelar di Kampus 3 UIN Maliki Malang, Selasa 3 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Bu Rektor menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang terus bertransformasi sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak bagi umat. “Kami memiliki misi besar untuk melahirkan generasi unggul dan bereputasi internasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan UIN Malang 2005–2025,” ujar Prof. Ilfi.

Prof. Ilfi menjelaskan, saat ini lebih dari 70 persen program studi di UIN Maliki Malang telah terakreditasi unggul. Namun, persentase tersebut menyesuaikan dengan pembukaan enam program studi baru. “Ini bukan kemunduran, tetapi justru tantangan yang akan kami kejar bersama ke depan,” tegas Bu Rektor.

Bu Rektor juga memaparkan capaian UIN Maliki Malang di tingkat nasional dan internasional. UIN Maliki Malang saat ini menempati peringkat kedua PTKIN se-Indonesia, peringkat 169 Asia Tenggara, dan berada di bawah 1.000 besar Asia. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa menembus peringkat di bawah 500 Asia,” harap Prof. Ilfi.

Selain itu, pembangunan Kampus 3 menjadi bagian dari strategi pengembangan kampus yang tetap mempertahankan karakter Ma’had. “Penambahan mahasiswa kami batasi sekitar 1.500 orang, karena sistem Ma’had menjadi ciri khas UIN Maliki Malang,” jelas Bu Rektor. Saat ini, UIN Maliki Malang memiliki mahasiswa asing dari 18 negara, dengan pendaftar baru dari 48 negara.

10713_foto-bersama.jpg

Menutup sambutan, Prof. Ilfi menegaskan bahwa UIN Maliki Malang hadir sebagai kampus yang menebar kemaslahatan umat melalui pendampingan kesehatan jamaah haji, pemberdayaan ekonomi umat, serta berbagai program pengabdian lainnya. “Kerja sama ini menjadi bagian dari ikhtiar UIN Maliki Malang untuk terus berdampak bagi masyarakat luas,” pungkas Bu Rektor.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Cardion 2026: Event Elite Nasional yang Menghimpun Talenta Medis Terbaik Pelajar Indonesia
Senin, 2 Februari 2026 . in Berita . 96 views
10712_128.jpg

Maliki Islamic University - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan posisinya sebagai institusi akademik unggulan melalui penyelenggaraan Cardion 2026, sebuah ajang olimpiade kedokteran dan lomba poster publik tingkat SMA sederajat berskala nasional, yang digelar pada Minggu (1/2/2026) di Kampus 3 Ar-Rahim FKIK UIN Malang.

10710_126.jpg

Cardion bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan telah berkembang menjadi event elite nasional yang mempertemukan ratusan pelajar terbaik dari berbagai wilayah Indonesia. Tahun ini, jumlah peserta yang terlibat mencapai lebih dari 500 siswa, menjadikan Cardion sebagai salah satu ajang kompetisi kedokteran pelajar paling bergengsi di Indonesia.

Mengusung tema “Imunology”, Cardion 2026 menyoroti pentingnya pemahaman ilmu imunologi dalam menjawab tantangan kesehatan modern. Kompetisi ini mencakup dua cabang utama, yakni olimpiade kedokteran dan poster publik, yang dirancang untuk menguji kemampuan analitis, pemahaman ilmiah, serta kreativitas peserta dalam menyampaikan gagasan kesehatan kepada masyarakat luas.

Kesuksesan penyelenggaraan Cardion 2026 tidak terlepas dari persiapan intensif selama kurang lebih 11 bulan. Ketua Himpunan Prodi Pendidikan Dokter (HMPPD), Zaki (PSPD 24), menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk menjadi platform eksklusif bagi siswa SMA yang memiliki minat tinggi dalam bidang sains dan kedokteran. “Kami ingin Cardion menjadi wadah bergengsi yang mampu mengakomodasi potensi terbaik siswa SMA dalam bidang sains, kedokteran, dan keilmuan lainnya,” ujarnya.

10711_127.jpg

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang, Dr. drg. Risma Aprinda Kristanti, M.Si. Ia menilai Cardion sebagai bukti kapasitas mahasiswa FKIK UIN Malang dalam menyelenggarakan event berskala nasional dengan standar profesional. “Saya mengapresiasi kerja keras panitia dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan terus berkembang menjadi ajang nasional yang semakin unggul,” ungkapnya dalam sambutan resmi.

Dengan reputasi yang semakin kuat sebagai kompetisi kedokteran pelajar tingkat nasional, Cardion 2026 memperkuat posisinya sebagai ikon event elite yang tidak hanya menguji prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, daya saing, dan visi calon-calon dokter masa depan Indonesia.

Lebih Lanjut »
Mahasiswa KKM 262 UIN Malang Perkuat Layanan UPTD PPA Kabupaten Malang Melalui Poster Edukatif Dan Pojok Baca
Senin, 2 Februari 2026 . in Berita . 15 views

 

10755_kunjungan-dpl-ke-lokasi-kkm.jpeg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Universitas Islam Negeri Malang melakukan pengadaan poster edukasi dan motivasi serta pojok baca di lingkungan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang. Program ini bertujuan sebagai media pendukung penyampaian informasi dan penguatan psikologis bagi penerima layanan. 

Lingkungan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang menjadi ruang yang diakses oleh berbagai pihak dengan kondisi psikologis yang beragam. Dalam situasi tersebut, diperlukan media yang dapat memberikan informasi awal dan penguatan visual yang mudah dipahami tanpa melakukan komunikasi verbal secara langsung. 

10756_pojok-baca.jpeg

Pengadaan poster edukasi dan motivasi serta pojok baca merupakan program kerja mahasiswa KKM Unggulan PSGAD UIN Malang. Poster yang dipasang memuat informasi mengenai bentuk-bentuk kekerasan pada perempuan dan anak, pengelolaan emosi, dan layanan UPTD PPA yang disajikan dengan ringkas dan menarik. Pemasangan poster dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi ruang dan kenyamanan pembaca, yakni di area pengunjung dan salah satu Rumah Perlindungan Sementara UPTD PPA. Konten yang disajikan juga telah disesuaikan untuk klien ataupun keluarga yang mendampingi. Adapun pojok baca berisi buku-buku bacaan tentang perempuan dan anak. Pojok baca ini diletakkan di ruang tunggu pengunjung.

10754_wawancara-upt-ppa.jpeg

 

Kepala UPTD PPA Kabupaten Malang, Ulfi Atka Ariarti S.Spi, menyampaikan bahwa media visual seperti poster berperan sebagai sarana psikoedukasi yang dapat diakses tanpa komunikasi verbal secara langsung. “Selain untuk keindahan, poster ini juga menjadi sarana psikoedukasi”, ujarnya. Ia menambahkan, “Tanpa harus berbicara langsung, pengunjung dapat informasi dan pesan positif dengan membaca poster”. Selain itu, pojok baca juga dianggap dapat berguna untuk mengisi waktu selama menunggu.

 

Kehadiran poster dan pojok di lingkungan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang menjadi pengingat bahwa proses perlindungan dan pemulihan korban tidak hanya berlangsung melalui pendampingan langsung, tetapi juga melalui penyediaan informasi yang mudah dipahami, menenangkan, dan memberdayakan. Dengan ini, poster edukasi dan motivasi serta pojok baca menjadi bagian dari ruang aman dalam upaya peningkatan perlindungan perempuan dan anak di masyarakat, khususnya Kabupaten Malang. Ditutup dengan salah satu kutipan kalimat kepala UPTD PPA Kabupaten Malang, “Hal-hal yang positif  akan memberikan hal yang positif juga kepada siapapun yang melihatnya”

Kontributor: Dhafa Afriandito Pratama & Mohammad Anbiya Mahardika 



Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Apresiasi Kebijakan Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru oleh Kemenag RI
Senin, 2 Februari 2026 . in Berita . 52 views
10707_123.jpeg

Maliki Islamic University - Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola serta peningkatan kesejahteraan guru agama dan madrasah menjadi prioritas utama dalam mewujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang unggul serta kompetitif.

10708_124.jpeg

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menyampaikan bahwa upaya tersebut terus diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, di antaranya dengan Kementerian Koordinator PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan, serta Komisi VIII DPR RI. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kebijakan terkait guru dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Kementerian Agama terus berupaya membenahi tata kelola sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru agama dan madrasah. Ikhtiar ini kami lakukan secara konsisten, termasuk melalui kebijakan yang telah berjalan seperti peningkatan Tunjangan Profesi Guru,” tegas Prof. Kamaruddin Amin di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Beliau juga menjelaskan bahwa percepatan sertifikasi guru agama dan madrasah menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas tenaga pendidik.

Terkait guru non-ASN, Prof. Kamaruddin Amin menekankan pentingnya penguatan koordinasi dalam proses pengangkatan guru madrasah swasta maupun guru agama di sekolah. Menurutnya, koordinasi yang baik akan mempermudah pendataan sekaligus memperkuat kebijakan afirmatif bagi guru non-ASN.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI yang membahas, antara lain, usulan tambahan anggaran untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) serta penanganan persoalan guru honorer madrasah.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menilai bahwa kebijakan Kementerian Agama mencerminkan keberpihakan nyata negara terhadap guru madrasah. “Penguatan kesejahteraan yang dibarengi dengan pembenahan tata kelola merupakan fondasi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan Islam,” ujar beliau.

10709_125.jpeg

Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama melalui penguatan peran akademik, riset, serta pengembangan sumber daya manusia pendidik. “Kesejahteraan yang memadai akan berdampak langsung pada kinerja guru dan kualitas layanan pendidikan yang dirasakan masyarakat,” pungkas beliau.

Lebih Lanjut »
KKM Unggulan PSGA UIN Malang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, 79 Siswa SMKN 1 Kraksaan Ikrarkan Komitmen
Sabtu, 31 Januari 2026 . in Berita . 114 views

Maliki Islamic University-KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya.

 

10700_1.jpeg

"79 siswa siap ikuti sosialisasi anti-bullying"

Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo. Beliau menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap dampak psikologis siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa.

 

10701_2.jpeg

"Pak Ahmad Konselor Puspaga jelaskan tentang bullying"

Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Seluruh siswa sangat antusias mengikuti permainan ini, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa.

Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung kelompok KKM Unggulan PSGA 265, membawakan materi kedua pentingnya menggapai masa depan yang cerah tanpa bullying dan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa.

 

10702_3.jpeg
10703_4.jpeg

"Abror & Nina ajarkan regulasi emosi"

Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata . Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya."

Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu."

Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa.

 

10704_5.jpeg

"Siswa jabarkan role play kacamata"

Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, dan seluruh 79 siswa menuliskan "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa.

 

10705_6.jpeg

"79 siswa tempel janji anti-bullying"

Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022.

Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya.

Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad.

 

10706_7.jpeg

"KKM Unggulan PSGA 265 & 79 siswa SMKN 1 Kraksaan"

 

Created by: Muhammad Abror Taqiyyuddin & Rizqi Nurfadilah Khoirina

 

Lebih Lanjut »
Bukan Sekadar Pengabdian: Mahasiswa KKM Unggulan PSGAD 262 Temukan Makna Konsistensi dan Inovasi di UPTD PPA
Jumat, 30 Januari 2026 . in Berita . 17 views

 

10757_wawancara-mas-fariz.jpeg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Berlokasi di Jalan Raya Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Malang menjadi rumah belajar bagi kami, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 262. Bagi kami, pengabdian ini bukan sekadar datang, duduk, dan mengisi logbook harian. Di balik rutinitas membantu administrasi dan menyambut tamu, terselip misi untuk meninggalkan "jejak" yang bermanfaat bagi instansi, sekaligus menyerap ilmu profesionalisme yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Melalui diskusi hangat dan evaluasi bersama salah satu Staf UPTD PPA pada Jumat, 30 Januari 2026, kami mendapatkan banyak insight mahal tentang dunia kerja yang sesungguhnya.

Salah satu fokus utama kami adalah menjawab tantangan di unit pelayanan publik, yaitu memastikan masyarakat paham alur pengaduan tanpa kebingungan saat pertama kali masuk lobi. Menjawab hal ini, Kelompok 262 berinisiatif menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, yakni Poster Alur Layanan berbasis Barcode. Inisiatif ini disambut baik oleh staf UPTD PPA karena dinilai sangat memangkas waktu pelayanan di meja depan. Beliau menyebutkan bahwa inovasi ini memudahkan klien karena tidak perlu menyalin nomor atau link secara manual, melainkan cukup memindai barcode untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Bagi staf, inilah bentuk "jejak" yang diharapkan—sebuah sistem yang bisa dipakai jangka panjang (sustainable) meski mahasiswa KKM sudah selesai bertugas.

Selain layanan fisik, kami juga mencoba membenahi "wajah digital" instansi melalui program Optimalisasi Google Maps, mengingat banyak masyarakat mencari bantuan hanya bermodalkan peta di ponsel pintar. Terkait hal ini, kami mendapatkan masukan yang sangat jujur dan membangun dari staf. Beliau menilai langkah awal ini sudah baik, namun menuntut standar detail yang lebih tinggi agar klien benar-benar mudah menemukan titik lokasi tanpa tersesat. Kritik konstruktif ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami, khususnya penanggung jawab program, bahwa satu detail kecil di ranah digital bisa sangat menentukan kecepatan pertolongan bagi korban, sehingga validasi data harus dilakukan dengan sempurna.

 

10758_kegiatan-upt.jpeg

 

Momen paling berharga justru datang dari evaluasi kinerja harian. Di mata staf, mahasiswa KKM 262 dikenal memiliki semangat tinggi dan mampu menghidupkan suasana kantor menjadi lebih hangat. Namun, ada nasihat penting mengenai mentalitas kerja profesional yang menjadi "tamparan sayang" bagi kami. Staf mengingatkan agar ritme kerja dan inisiatif jemput bola harus tetap konsisten, tidak hanya aktif di awal atau saat ada tugas saja. Beliau menekankan pentingnya pemerataan inisiatif bagi seluruh anggota kelompok agar pelayanan di meja depan selalu prima.

 

10759_ngobrol-santai.jpeg

 

Satu kata kunci yang diberikan staf untuk kelompok kami adalah: "Ditingkatkan." Bagi Kelompok 262, kata tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan dorongan semangat. Masukan ini kami terima sebagai bekal untuk memperbaiki ritme kerja dan meningkatkan inisiatif di sisa waktu pengabdian kami, demi memastikan keberadaan kami di Pakis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi UPTD PPA dan masyarakat Kabupaten Malang.

Kotributor: Dhafa Afriandito Pratama & Fikri Aditya Rahman

Lebih Lanjut »
Lewat “Jariku Ceritaku”, KKM Pratikara Sahaya Berdayakan Siswa SRMP 16 Kota Malang
Kamis, 29 Januari 2026 . in Berita . 92 views

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya.

Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, perasaan bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik.

 

10699_kkm.png
Penyampaian teknis kegiatan Jariku Ceritaku oleh kelompok KKM Pratikara Sahaya (27/01/2026)

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis diinterpretasikan sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik.

Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita memperlihatkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi aircraft marshaller dan aktor. 

Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat ditinjau dan dipetakan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karier mereka.

Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam. 

 

Kontributor: Jihan Najib

 

Lebih Lanjut »
UIN Maliki Malang Matangkan Persiapan Asesmen Calon Pejabat Administrator dan Pengawas
Kamis, 29 Januari 2026 . in Berita . 73 views

 

10698_rapat.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan asesmen calon pejabat administrator dan pengawas bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kampus. Langkah awal dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Koordinator OKH UIN Maliki Malang, Hj. Umihanik, SE., MM, Kamis, 29 Januari 2026.

Rapat ini menjadi penanda keseriusan kampus dalam menyiapkan proses seleksi yang terukur, transparan, dan profesional. Asesmen dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, bertempat di Gedung Rektorat lantai 5.

10697_persiapan.jpg

Hj. Umihanik dalam arahannya menjelaskan bahwa asesmen akan diikuti oleh 50 pegawai yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, hingga pegawai dengan pangkat atau golongan III/d. Menurutnya, komposisi peserta ini mencerminkan kebutuhan kampus akan sumber daya manusia yang siap mengemban tanggung jawab struktural. "Insyaallah nanti akan ada 10 asesor yang akan melakukan asesmen," terangnya.

Pada hari pertama, peserta akan mengikuti tes psikometri dan wawancara. Hari kedua diisi dengan tes analisis kasus, pengisian Daftar Riwayat Hidup, critical incident, quality of communication, serta Leaderless Group Discussion. Sementara itu, hari terakhir difokuskan pada wawancara berbasis Behavioral Event Interview atau BEI.

Dari sisi penilaian, Hj. Umihanik menegaskan bahwa asesmen ini menggunakan kombinasi metode CAT dan non-CAT, dengan porsi 80 persen berbasis CAT. Karena itu, seluruh peserta diwajibkan membawa laptop masing-masing agar pelaksanaan tes berjalan lancar dan efektif.

Soal kesiapan teknis, panitia memastikan tidak ada alasan klasik. Dukungan jaringan internet telah disiapkan oleh tim PTIPD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sehingga pelaksanaan asesmen diharapkan berjalan tanpa hambatan berarti.

Melalui asesmen ini, UIN Maliki Malang berharap dapat menjaring calon pejabat yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga matang secara kepemimpinan dan komunikasi. Sebuah investasi penting untuk memastikan roda birokrasi kampus bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan. "Mudah-mudahan acaranya nanti bisa berjalan lancar dan sukses," tutupnya.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up