MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Berlokasi di Jalan Raya Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Malang menjadi rumah belajar bagi kami, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 262. Bagi kami, pengabdian ini bukan sekadar datang, duduk, dan mengisi logbook harian. Di balik rutinitas membantu administrasi dan menyambut tamu, terselip misi untuk meninggalkan "jejak" yang bermanfaat bagi instansi, sekaligus menyerap ilmu profesionalisme yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Melalui diskusi hangat dan evaluasi bersama salah satu Staf UPTD PPA pada Jumat, 30 Januari 2026, kami mendapatkan banyak insight mahal tentang dunia kerja yang sesungguhnya.
Salah satu fokus utama kami adalah menjawab tantangan di unit pelayanan publik, yaitu memastikan masyarakat paham alur pengaduan tanpa kebingungan saat pertama kali masuk lobi. Menjawab hal ini, Kelompok 262 berinisiatif menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, yakni Poster Alur Layanan berbasis Barcode. Inisiatif ini disambut baik oleh staf UPTD PPA karena dinilai sangat memangkas waktu pelayanan di meja depan. Beliau menyebutkan bahwa inovasi ini memudahkan klien karena tidak perlu menyalin nomor atau link secara manual, melainkan cukup memindai barcode untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Bagi staf, inilah bentuk "jejak" yang diharapkan—sebuah sistem yang bisa dipakai jangka panjang (sustainable) meski mahasiswa KKM sudah selesai bertugas.
Selain layanan fisik, kami juga mencoba membenahi "wajah digital" instansi melalui program Optimalisasi Google Maps, mengingat banyak masyarakat mencari bantuan hanya bermodalkan peta di ponsel pintar. Terkait hal ini, kami mendapatkan masukan yang sangat jujur dan membangun dari staf. Beliau menilai langkah awal ini sudah baik, namun menuntut standar detail yang lebih tinggi agar klien benar-benar mudah menemukan titik lokasi tanpa tersesat. Kritik konstruktif ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami, khususnya penanggung jawab program, bahwa satu detail kecil di ranah digital bisa sangat menentukan kecepatan pertolongan bagi korban, sehingga validasi data harus dilakukan dengan sempurna.
Momen paling berharga justru datang dari evaluasi kinerja harian. Di mata staf, mahasiswa KKM 262 dikenal memiliki semangat tinggi dan mampu menghidupkan suasana kantor menjadi lebih hangat. Namun, ada nasihat penting mengenai mentalitas kerja profesional yang menjadi "tamparan sayang" bagi kami. Staf mengingatkan agar ritme kerja dan inisiatif jemput bola harus tetap konsisten, tidak hanya aktif di awal atau saat ada tugas saja. Beliau menekankan pentingnya pemerataan inisiatif bagi seluruh anggota kelompok agar pelayanan di meja depan selalu prima.
Satu kata kunci yang diberikan staf untuk kelompok kami adalah: "Ditingkatkan." Bagi Kelompok 262, kata tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan dorongan semangat. Masukan ini kami terima sebagai bekal untuk memperbaiki ritme kerja dan meningkatkan inisiatif di sisa waktu pengabdian kami, demi memastikan keberadaan kami di Pakis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi UPTD PPA dan masyarakat Kabupaten Malang.
Kotributor: Dhafa Afriandito Pratama & Fikri Aditya Rahman
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya.
Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, perasaan bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik.
Penyampaian teknis kegiatan Jariku Ceritaku oleh kelompok KKM Pratikara Sahaya (27/01/2026)
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis diinterpretasikan sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik.
Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita memperlihatkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi aircraft marshaller dan aktor.
Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat ditinjau dan dipetakan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karier mereka.
Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan asesmen calon pejabat administrator dan pengawas bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kampus. Langkah awal dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Koordinator OKH UIN Maliki Malang, Hj. Umihanik, SE., MM, Kamis, 29 Januari 2026.
Rapat ini menjadi penanda keseriusan kampus dalam menyiapkan proses seleksi yang terukur, transparan, dan profesional. Asesmen dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, bertempat di Gedung Rektorat lantai 5.
Hj. Umihanik dalam arahannya menjelaskan bahwa asesmen akan diikuti oleh 50 pegawai yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, hingga pegawai dengan pangkat atau golongan III/d. Menurutnya, komposisi peserta ini mencerminkan kebutuhan kampus akan sumber daya manusia yang siap mengemban tanggung jawab struktural. "Insyaallah nanti akan ada 10 asesor yang akan melakukan asesmen," terangnya.
Pada hari pertama, peserta akan mengikuti tes psikometri dan wawancara. Hari kedua diisi dengan tes analisis kasus, pengisian Daftar Riwayat Hidup, critical incident, quality of communication, serta Leaderless Group Discussion. Sementara itu, hari terakhir difokuskan pada wawancara berbasis Behavioral Event Interview atau BEI.
Dari sisi penilaian, Hj. Umihanik menegaskan bahwa asesmen ini menggunakan kombinasi metode CAT dan non-CAT, dengan porsi 80 persen berbasis CAT. Karena itu, seluruh peserta diwajibkan membawa laptop masing-masing agar pelaksanaan tes berjalan lancar dan efektif.
Soal kesiapan teknis, panitia memastikan tidak ada alasan klasik. Dukungan jaringan internet telah disiapkan oleh tim PTIPD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sehingga pelaksanaan asesmen diharapkan berjalan tanpa hambatan berarti.
Melalui asesmen ini, UIN Maliki Malang berharap dapat menjaring calon pejabat yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga matang secara kepemimpinan dan komunikasi. Sebuah investasi penting untuk memastikan roda birokrasi kampus bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan. "Mudah-mudahan acaranya nanti bisa berjalan lancar dan sukses," tutupnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menyiapkan langkah serius dalam memperkuat jejaring kelembagaan di tingkat nasional. Salah satu agenda penting yang tengah dimatangkan adalah rencana penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umroh Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., yang akrab disapa Gus Irfan.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, pimpinan UIN Maliki Malang menggelar rapat persiapan pada Rabu, 28 Januari 2026. Rapat berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno.
Agenda ini menjadi ruang koordinasi awal untuk menyamakan persepsi, mematangkan teknis pelaksanaan, serta memastikan seluruh unsur yang terlibat siap mendukung terlaksananya penandatanganan kerja sama secara optimal. Kehadiran para pimpinan dan pihak terkait diharapkan mampu memperkuat sinergi internal kampus sebelum memasuki tahap kerja sama formal dengan kementerian.
Hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Basri, MA., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Pd, Kepala Biro AAKK Ita Hidayatus Solihah, S.Ag., MM. dan Kepala Biro AUPK Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag.
Dalam arahannya, Basri menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan institusi, khususnya dalam mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi dan kontribusi kampus dalam bidang layanan serta kajian keagamaan yang relevan dengan haji dan umroh.
Sebagai tuan rumah, tentu harus dilakukan persiapan yang matang dan dilakukan secara profesional. Susunan acaranya juga harus jelas karena ini menyangkut kegiatan dengan Bapak Menteri Haji dan Umroh. "Segala sesuatu dan sekecil apapun harus disiapkan dengan matang," pintanya.
Jika tidak ada halangan, kegiatan MoU ini akan digelar di kampus 3 Kota Batu. "Semoga acara ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang kita harapakan," harapnya.
Rencana kerja sama ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju, membuka ruang kolaborasi yang berdampak nyata, dan mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan serta program nasional di bidang keagamaan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah.
Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak.
Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan.
Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”.
Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”.
Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa. “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”.
Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.
Kotributor: Dhafa Afriandito Pratama dan Triyas Aprilia Lathifah
Maliki Islamic University-Pagi itu, suasana Balai Desa Gadingkulon dipenuhi suara anak-anak berseragam merah putih. Mereka duduk berkelompok sambil bercanda, namun sesekali menatap ke depan dengan rasa penasaran. Di hari yang berbeda, suasana serupa juga terasa di salah satu ruang kelas SD 2 Gadingkulon. Bukan untuk pelajaran biasa, melainkan untuk mengikuti sosialisasi anti bullying bersama mahasiswa KKM.
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan ini di dua tempat terpisah. Sosialisasi pertama dilaksanakan pada 24 Januari di Balai Desa Gadingkulon untuk siswa SD 1, sementara kegiatan kedua berlangsung pada 28 Januari di ruang kelas SD 2. Meski lokasinya berbeda, tujuan keduanya sama, yaitu mengajak anak-anak memahami pentingnya saling menghargai dan menghentikan perilaku perundungan di sekolah.
Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan keseharian mereka. Anak-anak diajak mengenali bentuk bullying yang sering muncul, mulai dari ejekan, memanggil dengan julukan buruk, hingga tindakan fisik seperti mendorong atau memukul. Beberapa siswa langsung mengangguk pelan, seolah merasa pernah melihat atau bahkan mengalami hal serupa.
Agar suasana tidak terasa tegang, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema persahabatan dan dampak bullying. Ruangan yang tadinya ramai mendadak hening. Mata anak-anak fokus ke layar, mengikuti alur cerita yang menyentuh. Dari ekspresi mereka, terlihat jelas bahwa pesan tentang rasa sakit akibat dirundung mulai mereka pahami.
Setelah menonton, sesi diskusi menjadi momen paling hangat. Anak-anak mulai berani berbagi cerita dan pendapat. Ada yang mengatakan bullying itu menyedihkan, ada juga yang berjanji tidak akan mengejek temannya lagi. Mahasiswa pendamping menanggapi dengan sabar, memberi contoh bagaimana menjadi teman yang baik dan berani saling melindungi.
Menjelang akhir kegiatan, suasana terasa lebih akrab. Balai desa dan ruang kelas hari itu bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang belajar tentang empati dan kepedulian. Sosialisasi ini mungkin sederhana, namun meninggalkan pesan yang kuat. Bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, tempat anak-anak tumbuh bersama tanpa rasa takut, karena teman bukan untuk disakiti, melainkan untuk dijaga.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si membuka langsung kegiatan koordinasi panduan dan pelaksanaan hibah penelitian Jatim Melaju 2026. Forum ini menjadi ruang temu penting bagi perguruan tinggi untuk menyamakan langkah, bukan adu cepat. Selasa 27 Januari 2026. Diskusi dipandu Ketua LP2M UIN Maliki Malang Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag dan diikuti Ketua LP2M PTN se Jawa Timur Prof. Dr. Naim. Suasananya cair, substansinya padat. Dari tema riset, teknis pelaksanaan di lapangan, sampai format pelaporan dibedah tuntas. Dalam arahannya, Prof. Ilfi menegaskan harapannya agar pertemuan ini memberi dampak nyata, terutama pada peningkatan mutu riset di perguruan tinggi. Sosialisasi panduan dan juknis hibah diharapkan menjadi barometer bagi para peneliti PTKN, khususnya penerima dana hibah dari Kementerian Keuangan. Menurut Prof. Ilfi, forum ini tidak dirancang untuk melahirkan persaingan. Kampus boleh berbeda, tujuan harus sama. Meningkatkan kualitas riset dan lulusan. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang inklusif dan berdaya saing global. Nada pesannya jelas, kolaborasi lebih penting daripada kompetisi. Ia juga mendorong agar panduan penelitian dana hibah segera disahkan sehingga dapat menjadi pijakan yang kuat bagi para peneliti. Hibah, kata Prof. Ilfi, jangan berhenti sebagai bantuan pendanaan. Hibah harus diposisikan sebagai strategi peningkatan mutu riset yang relevan secara nasional dan global. Fokus riset dalam program Jatim Melaju 2026 pun diarahkan selaras dengan RPJMP Provinsi Jawa Timur 2025–2029 serta sembilan prioritas Nawa Cita. "Dengan arah yang jelas dan panduan yang solid, riset diharapkan tidak hanya selesai di laporan, tetapi memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan kualitas pendidikan tinggi," pungkasnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar entry meeting reviu Semester II Tahun Anggaran 2025 sebagai langkah awal penguatan tata kelola perencanaan dan keuangan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr. Zainal Habib, M.Hum bersama Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Maliki Malang Dr. H. Ridwan, M.P.Pd.I. Entry meeting ini diikuti oleh para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Pascasarjana Bidang AUPK, Kepala Biro AUPK, Plt. Kabag Umum, para Kabag Tata Usaha, Ketua Tim Kelompok Kerja, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) TA 2025 beserta staf, Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan, Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), Operator SAKTI Modul Persediaan, BMN dan General Ledger (GL), serta Tim Pusat Pengembangan Bisnis. Dalam arahannya, Dr. Zainal Habib menegaskan pentingnya kepatuhan penuh terhadap regulasi dalam pengelolaan keuangan kampus. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak melakukan praktik di luar ketentuan yang berlaku.
“Tidak boleh main-main dengan sistem keuangan. Lakukan semua sesuai regulasi. Jangan ada yang menggunakan ijtihad sendiri, karena itu pasti akan menjadi temuan. Ikuti aturan, itu jauh lebih aman bagi lembaga,” tegasnya. Ia menjelaskan, reviu yang dilakukan di awal Januari ini bertujuan sebagai pemeriksaan awal terhadap perencanaan dan keuangan UIN Maliki Malang, sekaligus sebagai bagian dari pengendalian dan evaluasi SAKIP 2025. Kepala Biro AUPK Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag menilai entry meeting ini sangat baik sekali karena ini menjadi kegiatan rutinitas yang tidak bisa di hindari, hanya saja proses audit internal ini bukan untuk menghakimi tapi untuk mengoptimalkan hasil laporan keuangan yang ada di kampus. "Jadi proses audit itu jangan dijadikan beban, akan tetapi jadikan itu sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri," tegasnya. Sementara itu, Kepala SPI Dr. H. Ridwan menyampaikan bahwa reviu Semester II TA 2025 akan difokuskan pada beberapa aspek utama, khususnya belanja persediaan dan belanja modal, serta evaluasi pengendalian Barang Milik Negara (BMN). “Reviu ini juga merupakan kewajiban sesuai PP Nomor 23 Tahun 2021. Fokus utama kita adalah evaluasi pengendalian persediaan, belanja modal, BMN, serta evaluasi SAKIP 2025,” jelasnya. Dalam proses reviu, tim SPI akan melakukan pemeriksaan dokumen pendukung seperti bukti pendapatan, bukti pembayaran, pencatatan transaksi, berita acara pemeriksaan fisik persediaan, laporan BMN, serta dokumen pemeliharaan. Seluruh unit diminta menyiapkan data secara lengkap dan akurat untuk mendukung kelancaran proses evaluasi. Adapun tahapan reviu direncanakan dimulai dengan analisis dokumen pada 26–28 Januari, dilanjutkan dengan penyusunan laporan internal. Hasil reviu dijadwalkan akan dipaparkan kepada seluruh unit pada awal Februari 2026. Melalui kegiatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi, demi menjaga kepercayaan publik serta mendukung kinerja institusi secara berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi rujukan pengembangan akademik. Senin siang, 26 Januari 2026, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menerima kunjungan rombongan dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik di Ruang Rektor. Turut hadir dalam rombongan tersebut Rektor UISI, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA.. CBV, Halim Alfatah, S.Psi., M.M (Wakil Rektor III Bidang Kerjasama, Marketing dan Inovasi) Dr. Bambang Tutuko, S.E., M.M., CFP® Kepala Direktorat Akademik dan Urusan Internasiona, Ahmad Dahlan Malik, B.A.(Hons)., M.Ec., CFP, CRA, Wahyu Kamal Setiawan, S.TP., M.Si., Ph.D, Elsi Mersilia Hanesti, S.EL, M.SEL, CRA, Ahmad Hudaifah, S.E., M.Ec., Dr. Wahyu Agung Handono, S.E., M.M., Drs. Muhammad Asvhhad, M.А, dan Maulidy Albar, S.E., M.SEL, AWP. Kehadiran rombongan UISI Gresik disambut hangat oleh Rektor bersama para Wakil Rektor, para Dekan, dan para ketua lembaga dan unit. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan terbuka, mencerminkan semangat kolaborasi antar lembaga pendidikan tinggi. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan benchmarking UISI Gresik dengan fokus pada upaya meningkatkan wawasan dan jejaring akademik mahasiswa, sekaligus menjalin kemitraan strategis dengan institusi pendidikan yang telah memiliki rekam jejak kuat di tingkat nasional. Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa UIN Maliki Malang selalu terbuka untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan akademik, pengembangan mahasiswa, hingga penguatan jejaring kerja sama. Menurutnya, kolaborasi antar kampus bukan sekadar agenda seremonial, tetapi investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi. "Kami ingin kerjasama di tingkat internasional jangkauannya lebih luas lagi karena ini menjadi misi UIN Malang menjadi kampus go internasional," ujarnya. Target reputasi internasional ini bisa terselesaikan di tahun 2029 dan juga target selanjutnya yaitu memiliki sertifikat di level internasional agar lulusan UIN Maliki Malang diakui di level internasional. "Tentu ini dibutuhkan kerjasama dengan perguruan tinggi yang maju," tegasnya. Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diisi dengan diskusi ringan namun substansial terkait pengembangan program akademik, penguatan peran mahasiswa, serta peluang kerja sama ke depan. Dari ruang rektor inilah, gagasan-gagasan segar lintas kampus kembali dirajut. Kampus boleh berbeda, tetapi tujuan besarnya sama: mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan zaman.