Bukan Sekadar Pengabdian: Mahasiswa KKM Unggulan PSGAD 262 Temukan Makna Konsistensi dan Inovasi di UPTD PPA
Abadi Wijaya Jumat, 30 Januari 2026 . in Berita . 18 views

 

10757_wawancara-mas-fariz.jpeg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Berlokasi di Jalan Raya Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Malang menjadi rumah belajar bagi kami, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 262. Bagi kami, pengabdian ini bukan sekadar datang, duduk, dan mengisi logbook harian. Di balik rutinitas membantu administrasi dan menyambut tamu, terselip misi untuk meninggalkan "jejak" yang bermanfaat bagi instansi, sekaligus menyerap ilmu profesionalisme yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Melalui diskusi hangat dan evaluasi bersama salah satu Staf UPTD PPA pada Jumat, 30 Januari 2026, kami mendapatkan banyak insight mahal tentang dunia kerja yang sesungguhnya.

Salah satu fokus utama kami adalah menjawab tantangan di unit pelayanan publik, yaitu memastikan masyarakat paham alur pengaduan tanpa kebingungan saat pertama kali masuk lobi. Menjawab hal ini, Kelompok 262 berinisiatif menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, yakni Poster Alur Layanan berbasis Barcode. Inisiatif ini disambut baik oleh staf UPTD PPA karena dinilai sangat memangkas waktu pelayanan di meja depan. Beliau menyebutkan bahwa inovasi ini memudahkan klien karena tidak perlu menyalin nomor atau link secara manual, melainkan cukup memindai barcode untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Bagi staf, inilah bentuk "jejak" yang diharapkan—sebuah sistem yang bisa dipakai jangka panjang (sustainable) meski mahasiswa KKM sudah selesai bertugas.

Selain layanan fisik, kami juga mencoba membenahi "wajah digital" instansi melalui program Optimalisasi Google Maps, mengingat banyak masyarakat mencari bantuan hanya bermodalkan peta di ponsel pintar. Terkait hal ini, kami mendapatkan masukan yang sangat jujur dan membangun dari staf. Beliau menilai langkah awal ini sudah baik, namun menuntut standar detail yang lebih tinggi agar klien benar-benar mudah menemukan titik lokasi tanpa tersesat. Kritik konstruktif ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami, khususnya penanggung jawab program, bahwa satu detail kecil di ranah digital bisa sangat menentukan kecepatan pertolongan bagi korban, sehingga validasi data harus dilakukan dengan sempurna.

 

10758_kegiatan-upt.jpeg

 

Momen paling berharga justru datang dari evaluasi kinerja harian. Di mata staf, mahasiswa KKM 262 dikenal memiliki semangat tinggi dan mampu menghidupkan suasana kantor menjadi lebih hangat. Namun, ada nasihat penting mengenai mentalitas kerja profesional yang menjadi "tamparan sayang" bagi kami. Staf mengingatkan agar ritme kerja dan inisiatif jemput bola harus tetap konsisten, tidak hanya aktif di awal atau saat ada tugas saja. Beliau menekankan pentingnya pemerataan inisiatif bagi seluruh anggota kelompok agar pelayanan di meja depan selalu prima.

 

10759_ngobrol-santai.jpeg

 

Satu kata kunci yang diberikan staf untuk kelompok kami adalah: "Ditingkatkan." Bagi Kelompok 262, kata tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan dorongan semangat. Masukan ini kami terima sebagai bekal untuk memperbaiki ritme kerja dan meningkatkan inisiatif di sisa waktu pengabdian kami, demi memastikan keberadaan kami di Pakis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi UPTD PPA dan masyarakat Kabupaten Malang.

Kotributor: Dhafa Afriandito Pratama & Fikri Aditya Rahman

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up