Pusbangkom MKMB Kemenag Gelar PJJ Hybrid, 200 ASN Siap Jadi Duta Kompetensi 2026
Abadi Wijaya Rabu, 4 Maret 2026 . in Berita . 52 views
10830_musyarifah.jpg
Kepala Pusbangkom MKMB, Musyaraffah Amin saat membuka acara PJJ Batch I 2026

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur. Melalui Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) berbasis hybrid learning (synchronous dan asynchronous), sebanyak 200 ASN, baik PNS maupun PPPK, mengikuti program pengembangan kompetensi yang berlangsung pada 4–17 Maret 2026.

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyaraffah Amin, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjangkau seluruh ASN Kementerian Agama secara lebih efektif dan efisien. Menurutnya, metode PJJ menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kompetensi tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.

“PJJ ini menghadirkan lima kategori pelatihan, yakni teknis tata naskah dinas, pengelolaan kinerja, penguatan kompetensi pengelola PBJP, manajemen madrasah, dan personal branding. Pengembangan kompetensi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi ASN dalam mencapai tujuan organisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan SDM bukan sekadar memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku profesional. Dengan kompetensi yang terus diasah, organisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mendorong inovasi dan daya saing, memperbaiki kualitas layanan, menciptakan budaya kerja positif, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Musyaraffah juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia, tim penyelenggara, fasilitator, serta para peserta yang menunjukkan antusiasme luar biasa selama pelatihan berlangsung. Ia secara khusus mengucapkan selamat kepada para peserta Angkatan Pertama tahun 2026 yang telah lolos seleksi.

“Saya berharap peserta angkatan pertama ini dapat menjadi duta PJJ, membawa semangat perubahan, dan mengimplementasikan hasil pelatihan di unit kerja masing-masing, sehingga bisa memberikan pelayanan yang berdampak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar untuk memperoleh sertifikat. Bagi PPPK, pengembangan kompetensi minimal 24 jam pelajaran (JP) per tahun menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Karena itu, komitmen untuk terus belajar dan mengaplikasikan hasil pelatihan menjadi kunci utama.

“Patut kita syukuri kesempatan mengikuti pelatihan yang efektif, efisien, dan akuntabel ini. Mulai saat ini, bangun komitmen untuk mengimplementasikan hasil PJJ agar memberikan dampak layanan yang luas dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi berkelanjutan, Pusbangkom MKMB optimistis PJJ ini akan menjadi langkah strategis dalam membangun ASN Kementerian Agama yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tahun 2026.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up