MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan satu hal penting: organisasi mahasiswa bukan sekadar ruang rapat dan proposal kegiatan. Di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, pelantikan pengurus OMK 2026 justru diposisikan sebagai titik awal membangun ekosistem kepemimpinan yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Bertempat di Gedung Rektorat Lantai V, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan resmi melantik kepengurusan baru Organisasi Mahasiswa dan Kelembagaan periode 2026. Tema yang diusung memang terdengar akademik, namun pesan yang ingin ditegaskan cukup sederhana: mahasiswa FITK harus berani memimpin, bukan sekadar mengikuti.
Dekan FITK, Muhammad Walid, menekankan bahwa mahasiswa bukan hanya objek kebijakan kampus. Mereka adalah subjek yang ikut menentukan arah fakultas. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik tidak mungkin maksimal tanpa partisipasi aktif mahasiswa.
Pernyataan itu bukan basa-basi. Dunia kerja hari ini menuntut lebih dari sekadar IPK tinggi. Kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan menjadi kunci. Di titik inilah OMK diharapkan berperan sebagai laboratorium nyata. Tempat mahasiswa belajar mengambil keputusan, mengelola konflik, dan merancang program berdampak.
Prosesi pelantikan berjalan khidmat. Pembacaan surat keputusan, pengucapan sumpah, hingga serah terima jabatan menjadi simbol estafet kepemimpinan. Namun yang lebih menarik adalah arah yang ingin dibangun setelah seremoni selesai.
Ketua DEMA dan SEMA FITK dalam sambutannya menyoroti pentingnya sinergi. Organisasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas program studi, bahkan lintas fakultas, menjadi agenda penting agar gerak mahasiswa tidak terfragmentasi.
Jika diringkas dalam satu kalimat, pelantikan ini bukan tentang siapa yang menjabat, melainkan tentang bagaimana mereka bekerja. Tantangannya jelas: menjadikan OMK sebagai motor integritas dan ruang tumbuh bagi calon pendidik masa depan.
Tahun 2026 baru berjalan dua bulan. Waktu masih panjang. Tinggal dibuktikan, apakah kepemimpinan progresif yang digaungkan akan terasa dalam program konkret, atau berhenti di spanduk tema acara. Mahasiswa FITK tampaknya sudah diberi panggung. Kini giliran mereka menunjukkan kualitas permainannya.



