MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter berhasil meraih Juara 1 kategori Public Poster pada Asian Medical Students' Conference (AMSC) 2026 yang diselenggarakan AMSA International pada 9–15 Juli 2026 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, dan Discovery Ancol Hotel, Jakarta.
Tim tersebut beranggotakan Muhammad Nafi Bahtiar (Semester 4), Nurhanifah Merdekawati (Semester 2), Evanne Widya Firdausy (Semester 2), Khoolidah Rihadatul Aisyah (Semester 4), dan Marcha Shafa Arinia (Semester 4), yang seluruhnya merupakan mahasiswa PSPD UIN Malang.
Perjalanan mereka dimulai dari Pre-Conference Competition AMSC. Dari total 211 submission, karya mereka berhasil meraih peringkat dua kategori Public Poster di tingkat nasional. Poster tersebut kemudian lolos ke seleksi internasional, menjadi peringkat pertama, dan akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 setelah melalui tahap presentasi.
Muhammad Nafi Bahtiar mengatakan, persiapan menuju kompetisi berlangsung selama sekitar empat hingga lima bulan. Setelah lolos ke tingkat internasional, tim semakin mematangkan materi dan strategi presentasi.
"Kami menyusun strategi penyampaian materi, berlatih presentasi, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1," ujarnya.
Poster yang mereka usung mengangkat isu neglected tropical diseases (NTD) dengan fokus pada ascariasis. Menurut Nurhanifah Merdekawati, tema tersebut dipilih karena ascariasis masih menjadi salah satu penyakit tropis terabaikan yang banyak ditemukan di Asia, sementara kaitannya dengan perubahan iklim belum banyak mendapat perhatian.
"Melalui poster ini kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa perubahan iklim juga berkontribusi terhadap penyebaran ascariasis. Padahal, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan diobati," jelasnya.
Selain berkompetisi, AMSC 2026 juga menjadi wadah bagi para peserta untuk bertukar wawasan dengan mahasiswa kedokteran dari berbagai negara Asia melalui kegiatan ilmiah, workshop, community service, dan diskusi bersama para ahli. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya kolaborasi lintas budaya, komunikasi ilmiah, serta keberanian menyampaikan gagasan di forum internasional.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UIN Malang untuk tidak ragu mengikuti kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan persiapan yang matang, kerja sama tim yang baik, dan semangat untuk terus belajar, mahasiswa memiliki peluang besar untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing sekaligus mengharumkan nama institusi dan Indonesia di kancah global.