BATU, MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics and Humanity (IC-ISLEH) ke-5 resmi dibuka di Hotel Orchid, Kota Batu, Rabu 23 September 2026. Konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi ruang bertemunya akademisi dan peserta dari berbagai negara untuk membahas isu Islam, ilmu pengetahuan, pendidikan, hukum, ekonomi, bahasa, hingga kemanusiaan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keynote speaker, peserta, dan panitia yang telah mempersiapkan konferensi tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh keynote speaker, partisipan, dan panitia yang telah menyiapkan kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya penuh terima kasih.
Menurutnya, IC-ISLEH tidak sekadar menjadi agenda akademik tahunan, tetapi juga menjadi forum untuk mempertemukan gagasan dan hasil penelitian dari berbagai perspektif dalam menjawab tantangan pembangunan global.

IC-ISLEH memiliki tiga tujuan utama. Pertama, tujuan akademik, yakni mendiskusikan dan mengkaji peran serta kontekstualisasi pendidikan Islam dalam pencapaian pembangunan global.
Tema yang diangkat setiap tahun pun terus berkembang mengikuti isu strategis dunia. Pada 2023, IC-ISLEH mengangkat tema “Transforming the Values of Education and Religion toward a Civilized Society”. Tahun 2024 mengusung tema “Redefining the Islamic Education in Light of Sustainable Development Goals (SDGs)”, sedangkan pada 2025 membahas “Islam, Artificial Intelligence and Ethical Challenges”.
looRangkaian tema tersebut menunjukkan upaya IC-ISLEH mendorong akademisi untuk melihat Islam bukan hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai sistem nilai dan keyakinan yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan serta peradaban manusia.
Kedua, konferensi ini memiliki tujuan publikasi. IC-ISLEH menjadi wadah bagi dosen serta mahasiswa jenjang magister dan doktor untuk mempresentasikan sekaligus mengembangkan hasil penelitian agar dapat dipublikasikan melalui jurnal internasional, jurnal nasional, maupun prosiding ilmiah.

Ketiga, IC-ISLEH menjadi bagian dari upaya memperkuat reputasi internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran peserta dan akademisi dari berbagai negara menjadi bukti bahwa forum akademik yang digelar Pascasarjana UIN Malang memiliki jangkauan yang semakin luas.
Pada IC-ISLEH 2026, partisipasi internasional turut datang dari sejumlah negara, antara lain Turki, Nigeria, Yaman, Mesir, Maroko, Arab Saudi, dan Belanda.
Suasana pembukaan semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh yang turut memberikan sambutan. Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang Associate Prof. Dr. H. Basri, MA., Ph.D., Ruchman Basori, Deputy Consul General Australia Mr. Kun Rahadian, serta Mr. Michael Walker sebagai American Corner Malang's Buddy turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, mantan Rektor UIN Malang Prof. Imam Suprayogo pun turut hadir dalam acara pembukaan IC ISLEH tersebut.

Kehadiran para akademisi dan perwakilan diplomatik tersebut memperkuat pesan bahwa IC-ISLEH bukan hanya forum pertukaran pengetahuan, tetapi juga ruang membangun jejaring akademik dan hubungan internasional.
Melalui IC-ISLEH ke-5, Pascasarjana UIN Malang kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dialog lintas negara, serta kontribusi Islam dalam menjawab tantangan pembangunan dan kemanusiaan di tingkat global.