BATU | KALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— "Jangan pernah melawan rasa kantuk saat berkendara,". Pesan tegas tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan Road to Campus Safety Riding MPM Honda Jatim yang digelar di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kota Batu. Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan di jalan. Tidak hanya berbicara soal kendaraan dan perlengkapan berkendara, seminar juga mengajak mahasiswa mengenali kondisi tubuh sebelum memutuskan untuk berkendara.
Hadir sebagai pemateri IPDA Eko Wahyu Sudrajat, S.H. dari Kepolisian, Dionisius Misidianto, Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, serta Paul Teller, pengusaha muda di bidang perkopian.
Dipandu Eka Agustin Fu'adi sebagai moderator, seminar berlangsung komunikatif. Penyampaian materi secara dua arah membuat mahasiswa aktif mengikuti pembahasan sekaligus berbagi respons terhadap berbagai persoalan yang kerap mereka hadapi ketika berkendara.

IPDA Eko Wahyu Sudrajat mengingatkan mahasiswa untuk selalu memperhatikan standar keselamatan sebelum berkendara. Pemeriksaan kondisi kendaraan, penggunaan helm, hingga memperhatikan waktu perjalanan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Ia secara khusus mengingatkan mahasiswa agar tidak memaksakan diri berkendara ketika mengantuk. Terlebih ketika melakukan perjalanan jauh pada malam hari.
“Jika ngantuk maka istirahatlah dulu, jangan dipaksa karena itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau mahasiswa untuk mempertimbangkan urgensi perjalanan pada malam hari. Jika tidak ada kepentingan mendesak, berkendara hingga larut malam sebaiknya dihindari, terutama ketika kondisi tubuh sudah lelah dan membutuhkan istirahat.
Pesan tersebut diperkuat Dionisius Misidianto. Menurutnya, keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama setiap kali berkendara.
“Jangan lawan tubuhmu ketika mengantuk. Itu merupakan alarm bahwa tubuh membutuhkan istirahat,” ujarnya.
Dionisius menjelaskan, rasa kantuk dapat menurunkan fokus dan memperlambat reaksi pengendara. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Karena itu, ketika rasa kantuk mulai muncul, pengendara disarankan segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat. Persiapan perjalanan jauh juga perlu dilakukan dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan mencukupi kebutuhan air putih.
Menariknya, pembahasan tentang kantuk juga dikaitkan dengan kebiasaan mahasiswa mengonsumsi kopi. Pengusaha kopi, Paul Teller mengajak peserta mengenal kopi dari sisi yang lebih ilmiah, khususnya kandungan kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Paul, kopi dapat menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa, tetapi konsumsinya tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Kebutuhan setiap orang terhadap kafein juga dapat berbeda.
Di samping kopi, Paul kembali mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan air putih. Hidrasi yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh, terutama bagi mahasiswa yang memiliki aktivitas padat.
Seminar semakin semarak ketika Dionisius memberikan sejumlah door prize kepada mahasiswa yang berhasil menjawab kuis seputar keselamatan berkendara. Antusiasme peserta pun semakin terlihat hingga akhir acara.

Melalui Road to Campus tersebut, AHM Honda bersama UIN Malang mengajak mahasiswa tidak hanya menjadi pengendara yang memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu mengenali batas kemampuan tubuh.
Sebab, di jalan raya, keputusan sederhana untuk berhenti sejenak ketika mengantuk bisa menjadi langkah penting untuk menyelamatkan diri.