Skip ke Konten

Kabiro AAKK UIN Malang Ajak Mahasiswa Baru Bangun Empat Karakter Ulul Albab Sejak Awal Perkuliahan

20 Agustus 2026 oleh
Kabiro AAKK UIN Malang Ajak Mahasiswa Baru Bangun Empat Karakter Ulul Albab Sejak Awal Perkuliahan
Nafiska Sayekti Ariyani

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang diajak mempersiapkan diri tidak hanya untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun karakter dan pengalaman selama menjalani masa perkuliahan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Solihah, S.Ag., M.M., dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung di Gedung Sport Center Kampus 1 UIN Malang, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam penyampaiannya, Ita mengajak mahasiswa baru mulai memikirkan arah dan tujuan yang ingin dicapai selama empat tahun ke depan. Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar berinteraksi dan membangun pengalaman melalui berbagai lingkungan. “Baik, adik-adik, empat tahun ke depan kalian mau jadi apa?” tanyanya kepada mahasiswa baru. Ia menambahkan bahwa mahasiswa juga akan belajar berinteraksi dengan teman, kakak tingkat, hingga musyrif dan musyrifah ketika menjalani kehidupan di Ma’had.

Lebih lanjut, Ita menjelaskan empat karakter yang perlu dimiliki mahasiswa UIN Malang sebagai bagian dari karakter Ulul Albab, yakni kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. “Yang pertama kedalaman spiritual, nilai agama menjadi kompas keputusan. Gantungkan faidah azzamta fa tawakal alallah,” tuturnya. Ia kemudian menekankan pentingnya akhlak dan integritas sebagai bagian dari karakter mahasiswa. “Cerdas tanpa integritas tidak cukup. Banyak yang cerdas, tapi integritas harus diutamakan,” tegasnya.

Pada aspek keluasan ilmu dan kematangan profesional, Ita mendorong mahasiswa untuk belajar melampaui ruang kelas dan tidak membatasi diri hanya pada disiplin ilmu yang dipelajari di fakultas masing-masing. Lebih dari itu, Kepala Biro AAKK itu juga menjelaskan, bahwa ilmu harus menjadi kompetensi serta solusi.

 Menurutnya, pengalaman di lingkungan sekitar, termasuk berorganisasi, juga dapat menjadi sumber pembelajaran. Meski demikian, ia mengingatkan mahasiswa agar tetap mampu mengatur waktu dan tidak larut dalam aktivitas organisasi. “Kalian tidak harus dan tidak hanya mempelajari yang ada di fakultas kalian. Belajar berorganisasi juga ada ilmunya, tapi pesan saya jangan berlarut-larut dalam mengikuti organisasi,” pesannya.

di dalam Artikel

Editor: Humas
Reporter: Nafiska
Fotografer: Nafiska
Kabiro AAKK UIN Malang Ajak Mahasiswa Baru Bangun Empat Karakter Ulul Albab Sejak Awal Perkuliahan
Nafiska Sayekti Ariyani 20 Agustus 2026
Share post ini
Label
Arsip