Skip to Content

Guru Besar UGM Bekali Dosen dan Pengasuh Ma'had UIN Malang Keterampilan Pendampingan Kasus Kekerasan

July 27, 2026 by
Guru Besar UGM Bekali Dosen dan Pengasuh Ma'had UIN Malang Keterampilan Pendampingan Kasus Kekerasan
Ajay
KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan Guru Besar Psikologi Klinis Universitas Gadjah Mada, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., sebagai narasumber dalam Kajian Gender Synergy bertajuk "Mengurai Bias, Membangun Inklusi di Seluruh Rumpun Keilmuan." Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Dr. (HC) Ir. H. Soekarno pada (Senin, 27 Juli 2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., menyampaikan materi bertema "Menguatkan Kapasitas Dosen dan Pengasuh Ma'had sebagai Garda Terdepan Pendampingan: Membangun Keterampilan Intervensi Awal, Inner Healing, dan Ketahanan Pendamping dalam Penanganan Kasus Kekerasan." Materi ini dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen dan pengasuh Ma'had dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang menghadapi persoalan psikologis maupun kasus kekerasan.

Kwartarini menekankan bahwa seorang pendamping tidak hanya dituntut mampu membantu orang lain, tetapi juga perlu memiliki kondisi psikologis yang sehat. Pendamping harus mampu mengenali dan mengelola beban emosional yang dimiliki agar tidak memengaruhi kualitas pendampingan kepada mahasiswa.
Menurut Kwartarini, keterampilan melakukan intervensi awal menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki dosen dan pengasuh Ma'had. Dengan mengenali gejala sejak dini, pendamping dapat memberikan respons yang tepat serta mengarahkan mahasiswa kepada layanan profesional apabila diperlukan. Selain itu, penguatan inner healing dan ketahanan pendamping menjadi bagian penting agar proses pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kesehatan mental pendamping itu sendiri.

Melalui pelatihan ini, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan responsif terhadap berbagai persoalan mahasiswa. Kolaborasi antara dosen, pengasuh Ma'had, dan seluruh sivitas akademika dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendampingan yang efektif serta mampu mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, sekaligus menghadirkan sistem pendampingan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada perlindungan seluruh sivitas akademika.


Editor: Humas
Reporter: Imelia
Fotografer: Santoso
Guru Besar UGM Bekali Dosen dan Pengasuh Ma'had UIN Malang Keterampilan Pendampingan Kasus Kekerasan
Ajay July 27, 2026
Share this post
Tags
Archive