Skip to Content

Terpisah Jarak, Tetap Juara: Tiga Mahasiswa Farmasi UIN Malang Menangkan LKTI Nasional

July 16, 2026 by
Terpisah Jarak, Tetap Juara: Tiga Mahasiswa Farmasi UIN Malang Menangkan LKTI Nasional
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Semangat berkolaborasi di tengah keterbatasan jarak mengantarkan tiga mahasiswa Program Studi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh ISMAFARSI Indonesia pada 11 Juli 2026. Tim yang terdiri atas Hilma Agusstya (semester 2), Meri Tri Jayanti (semester 2), dan Ahdina Naylal 'Izza (semester 4) berhasil menyisihkan peserta lain melalui gagasan inovatif di bidang pelayanan kefarmasian.

Mengusung karya berjudul "Roadmap Implementasi Supplementary Prescribing Berbasis Digital sebagai Tahapan Transisi Menuju Independent Prescribing", ketiganya mengangkat isu yang masih menjadi tantangan dalam sistem kesehatan Indonesia. Menurut Hilma Agusstya, tema tersebut dipilih karena adanya kesenjangan antara kompetensi klinis apoteker yang terus berkembang dengan kewenangan praktik yang masih terbatas.

"Kami melihat peran apoteker sebenarnya sudah berkembang, tetapi kewenangan praktiknya belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, meningkatnya kasus penyakit kronis dan beban kerja dokter membuat pelayanan kesehatan membutuhkan kolaborasi yang lebih efektif. Dari situ kami mencoba menawarkan solusi melalui penerapan supplementary prescribing berbasis digital sebagai langkah awal menuju independent prescribing," jelas Hilma.

Dalam karya ilmiahnya, tim menawarkan strategi implementasi independent prescribing melalui pendekatan supplementary prescribing, yaitu model kolaborasi antara dokter dan apoteker dalam proses pemberian terapi kepada pasien. Menurut mereka, pendekatan ini menjadi solusi yang realistis dan aman untuk diterapkan secara bertahap sesuai kondisi sistem kesehatan di Indonesia.

Di balik keberhasilan tersebut, proses penyusunan karya tidak berlangsung mudah. Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring, sementara ketiga anggota tim berada di kota yang berbeda karena bertepatan dengan masa libur kuliah. Meski demikian, mereka tetap mampu menyelesaikan naskah dalam waktu lima hari, disusul penyusunan presentasi selama tiga hari.

"Kami memang terkendala jarak dan waktu karena sedang liburan dan masing-masing memiliki kegiatan. Namun, kami saling melengkapi dalam mengerjakan setiap bagian karya. Justru kondisi itu membuat kami semakin semangat berdiskusi secara daring agar hasilnya maksimal," ungkapnya.

Kerja sama yang solid akhirnya membuahkan hasil membanggakan ketika nama tim diumumkan sebagai Juara 1. Bagi Hilma dan rekan-rekannya, prestasi ini bukan sekadar kemenangan, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan mengikuti kompetisi ilmiah lainnya.

"Kami tentu sangat senang karena usaha dan kerja sama kami membuahkan hasil. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencoba tantangan dan cabang lomba lainnya," tuturnya.

Di akhir wawancara, Hilma turut membagikan pesan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi melalui kompetisi.

"Jangan takut mencoba, jangan takut merasa kebingungan, dan yang paling penting jangan pernah takut gagal. Sebuah pencapaian besar selalu dimulai dari sedikit keberanian untuk mengalahkan rasa takut itu," pesannya.

Prestasi yang diraih ketiga mahasiswa Farmasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak maupun waktu bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. Dengan kolaborasi, komitmen, dan semangat belajar, mahasiswa mampu menghadirkan gagasan yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Terpisah Jarak, Tetap Juara: Tiga Mahasiswa Farmasi UIN Malang Menangkan LKTI Nasional
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah July 16, 2026
Share this post
Tags
Archive