MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang bersama Bank Indonesia melakukan Kerjasama Program Pendidikan Kebanksentralan. Sebagai pra acara, pihak Bank Indonesia menggelar Kuliah Kebanksentralan yang dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. Terlaksana pada Rabu, 29 April 2026 di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Maliki Kampus 1.
Pemaparan materi tersampaikan oleh perwakilan dari Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Pengelolaan Uang Rupiah, Tri Riasari. Dalam pemaparannya, ia menyatakan bahwa pengawasan oleh bank sentral tidak hanya pada sebatas level mikro, tetapi juga makroprudensial. “Dalam artian pengawasan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh,” tuturnya.
Sari juga menyinggung terkait perkembangan sistem pembayaran non tunai yang saat ini lekat dengan kehidupan sehari-hari. “Salah satunya adalah QRIS, yang merupakan kepanjangan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Ini merupakan standar kode QR pembayaran di Indonesia,” jelas Sari di hadapan peserta.
Membahas mengenai peredaran uang, agenda tersebut juga menjelaskan tentang tugas Bank Indonesia yang memastikan ketersedian uang rupiah yang layak. Dalam segi edar, tepat jumlah, tepat waktu, dan tentunya aman dari peredaran uang palsu. Dalam sesi diskusi ada salah satu peserta yang berpengalaman menemukan uang palsu yang digunakan sebagai alat pembayaran di lingkungan usahanya.
Menanggapi hal tersebut, Sari menegaskan bagaimana prosedur jika menemukan uang palsu. “Jika menemukan uang palsu seharusnya dilaporkan ke bank. Bank tempat kalian memiliki rekening atau bisa di Bank Indonesia,” tegas perwakilan UIKSPUR itu.
Pada akhir, Sari juga menuturkan pentingnya pelaporan uang palsu. Tujuannya guna memutus rantai peredarannya di masyarakat. Melalui pengalaman pemahaman teori ini, mahasiswa tidak hanya memahami tugas-tugas Bank Indonesia secara teoritis. Mereka juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai hal penting terkait sistem pembayaran, pengendalian uang beredar hingga edukasi terkait menghadapi peredaran uang palsu.