Skip to Content

Akademisi Indonesia dan Australia Bahas Masa Depan Islam Indonesia di Canberra

September 24, 2026 by
Akademisi Indonesia dan Australia Bahas Masa Depan Islam Indonesia di Canberra
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Perkembangan dan masa depan Islam Indonesia menjadi topik yang dibahas oleh akademisi dan peneliti dalam International Colloquium: The Futures of Indonesian Islam yang berlangsung di Australian National University (ANU), Canberra, Australia. Kamis, 17 September 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Indonesia Update 2026 Side Event ini mempertemukan akademisi dari Indonesia, Australia, dan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Kolokium tersebut membahas perkembangan Islam Indonesia melalui berbagai perspektif, mulai dari kehidupan sosial dan budaya, pendidikan, gender, otoritas keagamaan, hingga aspek ekonomi. Kegiatan ini digagas oleh Eva F. Nisa dari ANU bersama Farid F. Saenong dari Islamic and Global Challenges (IGC), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Acara diawali dengan opening remarks yang disampaikan Matt Tomlinson dari ANU, kemudian dilanjutkan dengan keynote oleh James Fox. Setelah itu, kegiatan berlangsung dalam beberapa sesi yang menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai universitas serta lembaga riset internasional.

Pada sesi pertama, pembahasan mencakup sejumlah fenomena dalam kehidupan Muslim Indonesia, seperti perkembangan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), dinamika otoritas Islam di Bima, hingga aktivitas pendakwah Muslim Indonesia di kawasan regional. Sementara itu, sesi kedua mengangkat tema masyarakat Muslim Indonesia, sosiologi Islam, diplomasi keagamaan, serta penerapan moderasi beragama dalam pendidikan anak usia dini.

Kontribusi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir pada Session 3 melalui Jamilah dan Devi Pramitha. Keduanya mempresentasikan penelitian berjudul “The Patriarchal Bargain Revisited: Why Muslim Women in East Java Prefer Gender Inequality in Marriage.” Penelitian tersebut membahas pengalaman perempuan Muslim di Jawa Timur, khususnya mengenai relasi gender dan perkawinan.

Kehadiran Jamilah dan Devi turut memperkaya pembahasan mengenai perempuan, keluarga, agama, dan perubahan sosial dalam konteks Islam Indonesia. Pada sesi yang sama, Nur Syafiqah Mohd Taufek dari ISEAS-Yusof Ishak Institute membahas perkembangan ekspresi Islam urban di Indonesia. Riza Priandhita dari ANU mengkaji pengalaman perempuan yang mengalami menstruasi dalam aktivitas keislaman, sedangkan Abdullah Faqih dari University of Sydney membahas kemunculan figur ayah Muslim dalam konteks digitalisasi Islam, kesalehan, dan maskulinitas kontemporer.

Beragam topik tersebut menunjukkan luasnya ruang kajian Islam Indonesia. Pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan doktrin dan lembaga keagamaan, tetapi juga menyentuh pengalaman sosial sehari-hari, isu perempuan, dinamika keluarga, perkembangan media digital, hingga perubahan budaya masyarakat Muslim.

Selain sebagai penyelenggara, Farid F. Saenong juga berkontribusi sebagai pembicara dalam Session 2 melalui presentasi bertajuk “Decentering Islamic Studies: UIII and Religious Diplomacy." Sementara itu, Eva F. Nisa turut menutup rangkaian kegiatan melalui sesi closing. 

Kolokium tersebut berlangsung secara luring di LT.104 Coombs Extension, ANU, dan juga dapat diikuti secara daring melalui Zoom. Forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai perspektif akademik dalam melihat perkembangan Islam Indonesia dari beragam sudut pandang.

Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, partisipasi Jamilah dan Devi Pramitha menjadi bagian dari keterlibatan kampus dalam pertukaran akademik di tingkat internasional. Penelitian mengenai perempuan Muslim di Jawa Timur yang mereka bawa ke forum tersebut berdialog dengan berbagai kajian lain mengenai Islam Indonesia yang dikembangkan oleh akademisi dari Indonesia, Australia, Sing


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Akademisi Indonesia dan Australia Bahas Masa Depan Islam Indonesia di Canberra
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah September 24, 2026
Share this post
Tags
Archive