KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya mewujudkan Smart and Green Campus melalui The 3rd Assessment of UI GreenMetric Services Packages yang digelar di Gedung Rektorat Lantai 3, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dua asesor UI GreenMetric, Prof. Drs. Raldi Hendrotoro Seputro Koestoer, M.Sc., Ph.D., APU dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Asvial, M.Eng., untuk memberikan pendampingan sekaligus evaluasi terhadap implementasi kampus berkelanjutan di UIN Malang.
Dalam sambutannya, Dr. Zainal Habib, M.Hum., selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, menegaskan bahwa pengembangan Green Campus bukan sekadar upaya meningkatkan posisi dalam pemeringkatan internasional, melainkan telah menjadi bagian dari visi strategis universitas dalam membangun tata kelola kampus yang berkelanjutan. Untuk mempercepat pencapaian tersebut, UIN Malang bahkan membentuk Task Force khusus yang bertugas mengakselerasi berbagai program Smart and Green Campus.
Ia menjelaskan, tim khusus tersebut dibentuk untuk menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan kawasan hijau hingga penyempurnaan berbagai program ramah lingkungan yang menjadi indikator penilaian UI GreenMetric.
"Tim ini dibentuk secara khusus untuk menghadirkan hal-hal baru, terutama perbaikan kawasan hijau dan kawasan ramah lingkungan," ungkapnya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan dengan menjadikan konsep Green Campus sebagai bagian dari arah pembangunan jangka panjang universitas. Menurutnya, transformasi menuju kampus berkelanjutan selaras dengan visi UIN Malang maupun arah kebijakan Kementerian Agama dalam mendorong pengembangan perguruan tinggi yang berdaya saing global.
"Kami tidak sekadar menghadirkan UI GreenMetric tanpa alasan, karena memang sudah mendarat di visi kita," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan kampus diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi sivitas akademika maupun lingkungan.
"Kita mempersiapkan fondasi yang kita harapkan satu, dua tahun ke depan bahkan lima puluh tahun ke depan menjadikan UIN Malang lebih siap berkompetisi di panggung global," tambahnya.
Selain aspek tata kelola, transformasi Green Campus juga didasarkan pada nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas UIN Malang sebagai Kampus Ulul Albab. Kepedulian terhadap lingkungan dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik dalam menjawab tantangan global.
"Simbol UIN Malang adalah kampus Ulul Albab. Kita berpikir tentang dunia hari ini, tanggung jawab kampus terhadap dunia hari ini, salah satunya adalah tanggung jawab terhadap lingkungan," jelasnya.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui berbagai kebijakan universitas, termasuk pengembangan kajian ekoteologi sebagai salah satu landasan akademik dalam membangun budaya kampus yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Ke depan, UIN Malang menargetkan diri menjadi pilot project pengembangan Green Campus di lingkungan Kementerian Agama. Harapannya, berbagai inovasi yang dilakukan mampu menjadikan UIN Malang sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan kampus ramah lingkungan.