Gema-Menjelang berakhirnya semester genap, Unit Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) menggagas dua acara besar. Sebagai wadah pengaplikasian materi selama dua semester, uji kompetensi standarisasi TOEFL (Test of English as a Foreign Language) pun digelar, (10-14/6). Tak hanya itu, PKPBI juga mencanangkan program baru sebagai pelepasan mahasiswa yang menempuh mata kuliah bahasa Inggris dalam Gelar Kelulusan (GK).
Langgeng Budianto, Ketua Unit PKPBI, menyatakan, uji kompetensi disyaratkan bagi seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah bahasa Inggris. “Kegiatan ini sebagai implikasi terhadap hasil yang dicapai selama perkuliahan reguler dan intensif,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil dari perkuliahan tidak diukur dari sisi komunikasi tapi juga secara komprehensif. Uji kompetensi merupakan fasilitas yang diadakan bagi mahasiswa jurusan non bahasa Inggris. Pasalnya, ada persyaratan akademik yang menghimbau mahasiswa untuk memiliki sertifikat TOEFL.
Walau belum semua jurusan menjadikan TOEFL sebagai syarat akademik, Langgeng optimis dalam waktu dekat ini syarat tersebut akan diseragamkan. “Ini tidak terlepas dari dukungan penuh universitas yang selalu mengutamakan kegiatan pengembangan bahasa,” imbuhnya.
Program baru yang digagas PKPBI ialah Gelar Kelulusan. Tahun ini, menurut Langgeng, akan dilaksanakan GK yang pertama. Meskipun waktu yang direncanakan masih bulan Oktober, pihak PKPBI yakin GK adalah terobosan yang bagus.
“GK didesain sebagai aktualisasi pencapaian perkuliahan bahasa Inggris selama setahun dan juga sebagai unjuk kemampuan bagi mereka yang berprestasi,” jelasnya. Pihak PKPBI juga akan menyerahkan sertifikat TOEFL dan ijazah pada momen GK. (nd)



