Salah paham adalah hal biasa, artinya banyak dialami dan atau dilakukan oleh banyak orang. Ada saja orang menuduh sesama tanpa dasar yang cukup. Padahal agar tidak mengalami kekeliruan, seharusnya sebelum menuduh, tidak ada sulitnya melakukan tabayyun. Dengan cara itu, maka kesalah pahaman tidak terjadi. Hubungan antar sesama tetap terawat dengan baik.
Al Qur'an, kitab suci yang seharusnya dijadikan pegangan oleh siapa saja mengingatkan, bahwa jika datang seseorang membawa berita maka hendaknya dilakukan tabayyun. Berita yang dimaksudkan itu agar supaya dicek atas kebenarannya. Sebab, tidak semua yang dikatakan orang selalu benar. Ada kalanya memang benar, tetapi ada kalanya tidak benar. Banyak orang hanya untuk memperoleh keuntungan dirinya sendiri, lalu menyampaikan berita yang tidak benar.
Kitab suci al Qur'an memberikan peringatan tentang hal tersebut, maka seharusnya ditangkap bahwa kesalah-pahaman itu sebenarnya memang banyak terjadi di kalangan masyarakat. Padahal, bahaya yang ditimbulkan dari salah paham itu kadangkala sedemikian besar. Siapapun seharusnya berhati-hati terkait dengan berita. Jangan sampai hanya dengan berita yang belum tentu benarnya menjadikan banyak pihak dirugikan.
Berikut adalah contoh kecil terkait kesalah pahaman yang dialami oleh orang tua terhadap anaknya. Orang tua dimaksud oleh karena seringkali mendapatkan masukan dari orang lain tentang bahaya penggunaan HP, maka ketika melihat putrinya menggunakan alat komuniukasi modern itu segera curiga dan khawatir. Ia membayangkan bahwa putri kesayangannya sudah terpengaruh oleh apa yang disebut oleh temannya sebagai sesuatu yang membahayakan.
Untungnya, orang tua dimaksud cukup bijak. Ketika mengingatkan kepada anaknya tentang penggunaan HP tersebut tidak terlalu keras. Dengan demikian, putrinya juga tidak merasa terganggu atau tersinggunbg. Namun, disebabkan tidak mengerti, kecurigaan dan kekhawatiran dimaksud sudah sedemikian jauh. Sehari-hari, ia memikirkan bagaimana agar anaknya tidak terlalu berlebihan dalam menggunakan HP miliknya itu. Melarang dianggapnya tidak mungkin, tetapi sang ibu tersebut berusaha mengingatkan agar penggunaan HP nya tidak berlebihan.
Pada suatu saat, ketika HP anaknya tertinggal, ibu berani meneliti, apa sebenarnya yang ada di dalam HP putrinya, sehingga alat modern tersebut tidak pernah terpisah dari dirinya. Ternyata, apa yang dikhawatirkan ibu dimaksud sama sekali tidak perlu. Sebab, apa yang dilakukan oleh putrinya pada tiap mau berangkat ke kampus adalah bukan keburukan sebagaimana yang dibayangkan. Dikira, anaknya selalu membuka HP hanya sekedar membaca pesan singkat dari temannya yang belum tentu jelas, namun ternyata yang dibaca adalah doa yang disimpan pada alat komunikasi modern itu.
Demikian pula, sebelum tidur, anaknya berlama-lama membuka HP nya. Setelah diselidiki ternyata, apa yang dibaca berlama-lama itu adalah ayat-ayat al Qur'an yang direkam pada HP nya itu. Membaca al Qur'an tidak selalu harus dari kitab suci sebagaimana yang dikenal selama ini, tetapi dapat dengan lebih mudah menggunakan HP, IPAD, computer, dan sebagainya. Mengetahui hal tersebut, ibunya menjadi gembira dan sekaligus mengerti, bahwa alat komuniukasi modern dimaksud tidak selalu membahayakan bagi siapa saja.
Kekhawatiran sang ibu dimaksud tidak terlalu salah. Sebab memang banyak orang dan tidak terkecuali anak-anak usia sekolah menggunakan HP hingga di luar batas. Selain itu, mereka menggunakan alat komunikasi modern bukan selalu untuk tujuan yang terpuji, miksalnya membaca doa dan al Qur'an sebagaimana contoh di muka, tetapi juga ada yang memang merusak dirinya. Di HP mereka bukan diisi doa-doa pilihan dan juga kitab suci, tetapi gambar-gambar yang tidak pantas dilihat orang.
Namun demikian, agar tidak terjadi salah paham, maka upaya untuk meneliti, dan atau mencari tahu informasi secara lengkap adalah amat penting. Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, informasi mengalir bagaikan banjir, hingga melimpah. Jika mengambilnya tidak berhati-hati, dan apalagi segera digunakan untuk mengambil keputusan secara tergesa-gesa, maka akan berbahaya. Menurut petunjuk al Qur'an, siapapun tatkala menerima informasi harus bertabayyun, setidaknya agar tidak terjadi salah paham. Wallahu a'lam



