Kiyai Hasyim Lathif
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Jumat, 18 Desember 2015 . in Rektor . 839 views

Aku ingat.
Kiyai terhormat.
Jenderal dengan pangkat.
Tertinggi sampai kiamat.
Pejuang tanpa diingat.
Semua pasti sepakat.
Andai diangkat.
Pahlawan negeri dengan cermat.
Jasa dan perjuangan sudah amat.
Melampaui analisis pengamat.

Dua kali aku berjumpa.
Waktu mahasiswa.
Pidato ketua Tanfidliyah
Di lapangan gajahyana.
Malang Raya.
Memang luar biasa.

Kedua berdo'a.
Waktu ada Hamzah Haz dari Jakarta.
Wakil Presidennya Mega.
Dua kali saja.
Aku bertemu dengan dia.
Sudah memahaminya.

Dia seorang tentara.
Dengan bendera berwarna.
Putih dan merah.
Tanpa cela.
Sampai kembali kepada-Nya.
Di umur yang tua.
Mengabdi di jam'iyah.
Nahdlatu Ulama.
LP. Ma'arif terutama.

Dia adalah jenderal.
Bintang Utama.
Hebat strateginya.
Melawan Jepang dan Belanda.
Pernah masuk penjara.
Merampas senjata.
Di pabrik gula.

Sudah sepantasnya.
Pemerintah.
Beri penghormatan setara.
Pahlawan semesta.
Tentara Hisbullah.

Strategi tentara
Diteruskannya.
Mengolah sekolah.
Dirikan YPM dimana-mana.
Cikal bakal UMAHA
Semua dipikirnya.
Di rumah sederhana.
Di gang pasar ngelom lama.

Sungguh aku tak mampu.
Gambarkan seluruh.
Apa yang aku tahu.
Tentara yang Maha Guru.
Terlalu banyak ditulis dengan penaku.

Semoga para putra dan putri pendahulu.
Para menantu.
Bisa teruskan selalu.
Perjuangan dan kiprah Maha Guru.
Dengan meniru.

Makah, Masjidil Haram.
Subuh, 18 Desember 2015
'Abd al-Haris Al-Muhasibi

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up