Pak Menteri Agama.
Biar saja.
Madrasah memakai KURMA.
Kurikulum Lama.
K-13 katanya.
Biar beda.
Kemenag dan lainya.
K-13 penuh cita.
Integrasi ilmu dan agama.
Membikin generasi utama.
Rujukan dunia.
Amerika dan China.
Akhirnya ikut serta.
Merujuk kita.
Sains tanpa agama buta.
Agama tanpa sains pincang saja.
Pilih mana.
Terserah anda.
Jika bisa tidak keduanya.
Tidak pincang tidak buta.
Berarti satukan keduanya.
Albert Einstein bertaushiyah.
K-13 bukan hanya milik kita.
Kurikulum milik dunia.
Sesuai dengan fitrah.
Kristen, Islam dan Budha.
Serta lainnya.
Semua merasa seiya sekata.
Jangan gegabah mengubah.
Karena nafsu belaka.
Nanti dimarahi Tuhan lho ya...
Semua usaha bersama.
Memperbaiki bangsa.
Mendidik manusia.
Seutuhnya.
Dengan sains dan agama.
Beri kebebasan kita.
Beraktualita.
Menerapkan KURMA.
Jangan mudah merubah.
Tanpa filosofi yang cerah.
Jika kebijakan salah.
Kami yang menanggungnya.
Rakyat jelata.
Tanpa kuasa.
Hanya bisa merana.
Mungkin marah.
Dengan ungkapkan kata.
Cuk kata orang Surabaya.
Jika menteri sudah ganti.
Lari sendiri-sendiri.
Tidak diingat lagi.
Kebijakan yang terjadi.
Hati-hati.
Jangan tertipu lagi.
Bungurasih, 27 Des 2015
Abd. Haris Al-Muhasibi



