Sa'i, Ikhtiyar Manusia Untuk Mencari Rizqi
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Kamis, 17 Desember 2015 . in Rektor . 2495 views

Dari bukit sofa dimulai.
Dengan niat suci.
Seperti arti kata itu sendiri.
Berjalan dan berlari.
Menuju bukit marwah dan berhenti.
Dihitung tujuh kali.

Aku bertanya dalam hati.
Apa makna dan arti.
Berjalan dan berlari tujuh kali.
Kilas balik Hajar dan Isma'il anak sendiri.
Mencari sumber air di tempat ini.

Aku coba hayati.
Merenung kembali.
Pelajaran mencari rizki.
Usaha dengan berdikari.
Memeras keringat sendiri.
Agar dicapai.
Apa yang diingini.
Tanpa harus mengeluh sama sekali.
Meski sulit banyak onak dan duri.

Andai etos kerja ini.
Menjadi pondasi.
Umat Islam dalam meniti.
Usaha di berbagai negeri.
Bidang ekonomi.
Jaya dan bergengsi.
Bisa saingi.
Yahudi dan Nasroni.

Aku bertanya lagi.
Bagaimana memulai.
Wujudkan nilai.
Pelajaran SA'I.
Usaha dengan giat sekali.
Bidang ekonomi.
Sejahterakan umat ini.
Tidak terpuruk lagi.

Kebangkitan akan terjadi.
Andai bisa realisasi.
Makna umroh dan haji.
Dalam hidup ini.

Makah, Masjidil Haram
17 Desember 2015
Abd. Haris Al-Muhasibi

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up