Terakhir Bertemu Prof. Muhaimin, MA
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Rabu, 9 Desember 2015 . in Dosen . 2230 views

Pada hari Ahad, tanggal 6 Desember 2015, sekitar jam 19.30, saya mendapatkan tilpun dari Prof. Nasruddin Baidan, Guru Besar IAIN Surakarta, menanyakan tentang kebenaran informasi bahwa Prof. Muhaimin, MA wafat. Oleh karena ketika itu masih di Jakarta, maka saya segera menanyakan hal tersebut kepada Prof. Mudji Rahardja, Rektor UIN Malang. Ternyata, informasi dimaksud betul. Saya segera menyampaikan kepada Prof. Nasruddin Baidan, juga melalui tilpun, bahwa berita dimaksud benar.

Mendapatkan informasi tersebut, banyak orang tidak segera percaya. Sebab, Prof. Muhaimin selama ini tidak sakit. Beberapa hari sebelumnya, beliau mengikuti pertemuan para guru besar di lingkungan PTKIN di Jakarta. Pada waktu itu, tidak ada kesan bahwa beliau kurang sehat. Bahkan, bersama beberapa dosen pascasarjana, seorang Guru Besar yang usianya hampir genap 60 tahun ini, besuk harinya berencana akan melakukan kunjungan ke Singapura dan berlanjut ke Malaysia untuk menjalin kerjasama. Itulah sebabnya, banyak orang tidak mengira, bahwa begitu cepat dipanggil oleh Allah swt., beliau wafat.

Sehari-hari, jika tidak sedang keluar kota, saya berkantor di Pascasarjana. Biasanya sekalipun sebentar, jika sama-sama tidak sibuk, saya menyempatkan diri berbincang-bincang di kantornya. Beberapa hari sebelum wafat, saya bertemu beliau terakhir di kantornya. Ketika itu, ada sesuatu hal yang rupanya perlu ditanyakan kepada saya, yaitu terkait kajian al Qur'an yang disampaikan oleh dr. Aswin Rose Yusuf dari Jakarta beberapa waktu yang lalu. Prof. Muhaimin, oleh karena sedang pergi ke luar kota, sekalipun kajian itu dilaksanakan di kampus, beliau tidak bisa mengikutinya.

Dalam pertemuan terakhir itu, Prof. Muhaimin menanyakan tentang apa yang menarik dari pengajian al Qur'an dimaksud. Beliau mengaku tertarik oleh karena mendapatkan informasi yang agak berbeda dari beberapa orang yang hadir mengikuti kajian al Qur'an dimaksud. Ada di antara mereka yang memberikan informasi, bahwa kajian itu tidak terlalu menarik. Tetapi sebaliknya, ada pula yang mengatakan sangat menarik. Disebutkan oleh sementara yang hadir, bahwa banyak hal baru yang ditangkap dari mengikuti uraian seorang dokter tetapi sangat tangkas di dalam menjelaskan kandungan al Qur'an maupun hadits nabi. Lebih-lebih ketika penjelasan al Qur'an itu dikaitkan dengan eksistensi manusia dan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari..

Mendapatkan pertanyaan dari Prof. Muhaimin, saya menjelaskan bahwa mungkin saja bagi orang tertentu yang sehari-hari mengajarkan ilmu tafsir dan hadits mengatakan tidak ada hal yang baru. Tetapi bagi orang, seperti saya dan juga teman-teman dosen lain, yang haus pada al Qur'an, penjelasan dimaksud adalah sangat menarik, bahkan terasa baru. Saya mengatakan kepada Prof. Muhaimin, bahwa apa yang disampaikan oleh dr. Aswin Rose Yusuf, adalah merupakan hal yang selama ini sebenarnya saya cari, dan belum pernah ketemu. Saya membayangkan bahwa umpama para dosen UIN, mampu memberikan penjelasan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang dokter tersebut, maka akan menjadi luar biasa. Penjelasan Al Qur'an akan benar-benar menarik bagi siapa saja.

Prof. Muhaimin mengaku tertarik dan ingin mendengarkan sendiri uraian al Qur'an dari seorang dokter tersebut adalah setelah memperoleh penjelasan dari Prof. Baharuddin, kolega dekatnya yang sehari-hari sekantor. Mungkin saja, Prof. Muhaimin menganggap dr. Aswin Rose Yusuf sebagai pribadi aneh, yaitu seorang yang tidak pernah belajar al Qur'an, usianya sudah lebih 70 tahun, pernah menjadi dokter kepresidenan pada zaman Pak Harto, tetapi mampu menjelaskan al Qur'an maupun hadits nabi dengan amat baik. Semakin aneh lagi, dr. Aswin Rose Yusuf, ketika pergi ke berbagai kota, ke kampus-kampus perguruan tinggi umum maupun agama, untuk menjelaskan al Qur'an, ternyata tidak mau diberi imbalan. Semua biaya kedatangannya, baik untuk transportasi, hotel, dan akomodasi lainnya selalu ditanggung sendiri. Ia berdalih bahwa seorang yang datang untuk menjelaskan al Qur'an tidak boleh berharap mendapatkan upah.

Atas penjelasan saya tersebut, Prof. Muhaimin rupanya semakin tertarik. Beliau berkeinginan agar segera mendengarkan sendiri penjelasan al Qur'an yang dimaksudkan itu. Saya jelaskan bahwa, insya Allah pada akhir bulan Desember atau Januari 2016, mantan Tim Kesehatan Kepresidenan dimaksud akan ke Malang lagi atau ke Surabaya. Mendapatkan penjelasan saya tersebut, Prof. Muhaimin berkomentar, mengapa masih terlalu lama. Bahkan beliau mengusulkan, yaitu apa mungkin kiranya dipercepat. Atas usul beliau itu, saya sanggupi untuk mengusahakan. Selama pembicaraan itu, saya tidak memiliki feeling apa-apa, saya tidak mengira bahwa sebelum pertengahan Desember 2015, Prof. Muhaimin sudah benar-benar kembali, menghadap kepada Sang Pencipta, beliau wafat.

Cukup lama, saya bergaul dengan Prof. Muhaimin. Beliau pernah menjadi Pembantu Rektor I, Pembantu Rektor II, dan kemudian menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selama mengabdi sebagai Guru besar dan juga pejabat struktural, beliau selalu menunaikan tugasnya dengan baik. Beliau sangat kreatif, banyak menulis buku maupun artikel di bidangnya. Buku-buku Prof. Muhaimin banyak beredar dan menjadi bahan rujukan bagi perguruan tinggi Islam di Indonesia. Oleh karena itu, namanya sangat dikenal luas.

Kesan saya, Prof. Muhaimin sangat cepat menerjemahkan gagasan-gagasan tentang pengembangan UIN Malang. Saya tidak pernah melupakan, ketika saya sampaikan konsep tentang bangunan keilmuan Islam, yakni ulul albaab, beliau segera mencari penjelasan itu dari al Qur'an. Atas usaha itu didapatkan olehnya, bahwa kata ulul albaab di dalam al Qur'an tersebar hingga berada pada 16 tempat dengan makna yang berbeda-beda. Selanjutnya, sebagai rektor ketika itu, saya dimintanya untuk memilih di antara makna itu yang paling tepat. Mengakhiri tulisan ini, saya mengajak kepada semuanya berdoa, semoga semua amal kebaikannya diterima oleh Allah swt., dan beliau ditempatkan pada tempat terbaik dan mulia, yaitu di surga-Nya. Amien

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up