Apakah karena ingat tetangga di negeri dzi salam sana
Engkau deraikan air mata bercampur darah duka
Ataukah karena hembusan angin terarah lurus dari jalan kadhimah
Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham
Kenapa kedua matamu tetap meneteskan air mata
Padahal engkau telah berusaha membendungnya
Dan kenapa hatimu senantiasa gundah gulana
Padahal engkau telah menghiburnya
Apakah orang yang dimabuk cinta menyangka
Bahwa api cinta telah ditutupi nyalanya
Di antara tetesan air mata
Dan hati yang terbakar membara
Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu
Tak mungkin engkau mencucurkan air matamu
Meratapi puing-puing kenangan masa lalu
Berjaga mengenang pohon ban dan gunung yang kau rindu
Bagaimana engkau dapat mengingkari cinta
Sedangkan saksi adil telah menyaksikannya
Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara
Oh...Muhammad Rasulillah
Engkau dambaan hamba
Cintaku selama-lamanya
Bungurasih, 1 Jan 2016
'Abd. al-Haris al-Muhasibi



