Baju, Badan, Akal, Dan Hati
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Rabu, 24 Februari 2016 . in Dosen . 2407 views

Umpama ke empat hal yang disebutkan dalam judul tulisan ini, yaitu baju, badan, pikiran dan hati seseorang semuanya ideal maka akan sempurnalah sosok manusia itu. Seseorang yang ukuran dan bentuk badannya bagus ditambah dengan pakaiannya tepat, baik menyangkut warna, ukuran, dan modenya, maka jika dipandang akan tampak indah dan menyenangkan. Akan tetapi akan menjadi semakin sempurna jika ditambah lagi, yaitu ketika pikiran dan hati orang yang bersangkutan cerdas dan sehat.

Namun untuk mencari orang yang memiliki kesempurnaan secara menyeluruh akan sangat sulit. Seringkali seseorang berpakaian bagus, baik menyangkut potongan, kualitas kain, warna dan lain-lain, tetapi masih kelihatan kurang oleh karena tidak sesuai dengan ukuran badannya. Mungkin benar, bahwa pakaian yang dikenakan oleh seseorang tergolong berkualitas dalam segala-galanya, akan tetapi oleh karena warna kulit atau tinggi badan orang yang bersangkutan tidak serasi, maka keindahannya menjadi terasa tidak maksimal.

Banyak orang sadar bahwa penampilan fisik seseorang, apalagi menyangkut pakaiannya, kadang menunjukkan gambaran semu dan bahkan palsu. Atas kesadaran itu, selalu saja orang tua, dan tidak terkecuali ajaran agama juga mengingatkan hal tersebut. Dikatakan bahwa jangan melihat sesuatu hanya mendasarkan pada penampilan luar, yaitu pakaian atau ukuran tubuhnya, tetapi lihatkan apa yang ada di dalam diri seseorang itu. Melalui nasehat itu setidaknya mengingatkan kepada siapa saja agar selalu melihat hati seseorang.

Melihat kualitas seseorang, maka hati itulah sebenarnya yang menjadi penentu. Di dalam hadits nabi dikatakan bahwa pada diri seseorang terdapat segumpal daging. Manakala daging itu baik, maka akan baiklah orang yang bersangkutan, dan demikian pula sebaliknya. Daging dimaksud adalah hati. Manakala hati seseorang itu buruk, sekalipun pakaian dan badannya tampak baik, maka sebenarnya orang dimaksud perilakunya kurang baik. Orang yang demikian itu, tatkala berada di mana saja, baik di lingkungan keluarga, sosial, politik, pendidikan, dan lain-lain akan menjadi pengganggu dan bahkan perusak.

Seringkali ada juga sementara orang beranggapan bahwa bagian dari anggota badan yang terpenting adalah otak atau akal pikiran. Tidak sedikit dalam menilai seseorang lebih mengedepankan pada kualitas akalnya. Dianggapnya bahwa, jika akalnya baik atau cerdas misalnya, maka kualitas orang dimaksud tergolong baik. Semua persoalan yang dihadapi akan berhasil diselesaikan. Lagi-lagi, pandangan itu sebenarnya perlu dilihatnya kembali secara lebih mendalam. Perlu diketahui, apa sebenarnya yang menentukan atau menjadi sumber kekuatan penggerak seseorang itu, apakah hati ataukah akalnya.

Tentu tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa sumber kekuatan itu berada di pikiran atau akalnya. Pandangan itu oleh sementara orang diyakini benar dengan berbagai alasannya. Selanjutnya oleh karena pendapat itu telah dianggap benar, maka pendidikan dan pengajaran pun selama ini lebih menekankan pada peningkatan kualitas kemampuan berpikir atau akal seseorang. Padahal banyak orang cerdas dan atau akalnya cemerlang, tetapi ;oleh karena hatinya sakit dan atau bahkan mati, maka sehari-hari yang bersangkutan menjadi perusak, yaitu tidak saja terhadap dirinya sendiri, melainkan juga terhadap orang lain dan bahkan lingkungannya.

Atas dasar kenyataan itulah maka, tidak sedikit orang kemudian mengambil alternatif pandangan yang berbeda, yaitu kembali pada hadits nabi, bahwa yang menjadi kekuatan penentu terhadap perilaku seseorang adalah hati, dan bukan akal dan atau otaknya. Itulah sebabnya, ada sementara orang dalam mendidik anak-anaknya lebih menekankan pada hatinya, dan bukan semata-mata terhadap pkirannya. Manakala hatinya bagus, maka baju, badan, dan bahkan pikiran atau akal seseorang menjadi baik. Namun sayang, apa yang ada pada hati yang sebenarnya menjadi sumber atau kekuatan penentu, ternyata justru kurang memperoleh perhatian secara memadai. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up