Sebutan ilmuwan di antaranya diberikan kepada para dosen. Namun tidak semua dosen ternyata disebut ilmuwan. Banyak dosen yang pekerjaannya sehari-hari hanya mengajar. Mereka tidak pernah meneliti secara sungguh-sungguh dan juga tidak menulis. Seorang disebut sebagai ilmuwan biasanya oleh karena banyak meneliti, menulis buku, dan berbicara tentang ilmu. Sebagai ilmuwan sehari-hari mereka bekerja untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Adakalanya seorang ilmuwan atau dosen dikenal luas. Komunitas perguruan tinggi dan atau lembaga yang bergerak di bidang keilmuan lainnya banyak mengenalnya. Berbekalkan popularitasnya itu, yang bersangkutan banyak diundang untuk mengisi kegiatan seminar, atau forum ilmiah lainnya. Selain itu, buku dan berbagai karya tulisnya sehari-hari dibaca oleh kalangan luas.
Sebaliknya, ada saja dosen yang tidak banyak dikenal orang hingga di kampusnya sendiri. Sehari-hari kegiatan mereka hanya memberi kuliah dari satu kelas ke kelas berikutnya. Sebenarnya, mereka juga melakukan kegiatan penelitian, menulis buku, maupun mengisi jurnal ilmiah, tetapi yang bersangkutan ternyata masih juga tidak dikenal oleh komunitas luas.
Ada kalanya seseorang dikenal luas oleh karena pernah menjabat sebagai pimpinan perguruan tinggi. Atas jabatannya itu, ia diundang ke mana-mana untuk menghadiri rapat atau pertemuan sebagai representasi dari lembaga yang dipimpinnya. Namun tidak semua orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan perguruan tinggi secara otomatis juga dikenal luas. Banyak pimpinan perguruan tinggi yang dikenal hanya sebatas di kampusnya sendiri. Oleh karena itu, seseorang dikenal luas bukan semata-mata karena jabatannya, melainkan oleh kelebihannya yang lain.
Menjadi ilmuwan atau dosen dikenal luas bukan tidak ada gunanya. Perguruan tinggi disebut unggul dan memiliki nama atau reputasi tinggi oleh karena memiliki dosen yang dikenal luas itu. Juga bagi dosen yang bersangkutan dikenal oleh banyak kalangan menjadi penting, karena dengan popularitasnya itu berpeluang untuk memberikan apa yang dimiliki atau kelebihannya kepada masyarakat luas. Bagaimana seseorang berhasil memberi sesuatu kepada orang lain atau manfaat seluas-luasnya jika nama yang bersangkutan tidak dikenal. Maka, dikenal oleh banyak orang, baik bagi perguruan tingginya maupun terhadap dirinya sendiri adalah amat penting.
Seorang dosen agar menjadi dikenal luas, sekedar berprestasi akademik saja tidak cukup. Banyak dosen berprestasi dalam berbagai bidang, baik bidang penelitian, penulisan buku, maupun jurnal ilmiah, tetapi tetap saja tidak dikenal. Hal demikian itu dialami oleh karena yang bersangkutan tidak memiliki jaringan komunikasi yang luas. Ilmu dan prestasinya tidak berhasil mempopulerkan nama dirinya oleh karena tidak ada yang mengenalkannya. Itulah pentingnya komunikasi, membangun tali sillaturakhiem, atau jaringan sesama profesi atau keahliannya.
Banyak cara membangun jaringan luas yang bisa dilakukan. Misalnya, masuk organisasi profesi atau ilmu yang dikembangkan. Dalam organisasi itu, yang bersangkutan harus selalu menawarkan ide, gagasan, temuan-temuannya di dalam forum-forum yang diselenggarakan. Agar popularitas itu bisa diraih, maka seorang ilmuwan tidak boleh menutup atau membatasi diri. Misalnya, hanya mau bergaul dengan orang yang memiliki kesamaan pandangan, pemikiran, dan idiologi. Sebagai seorang ilmuwan seharusnya bersedia mendengarkan pikiran, gagasan, temuan dari siapapun dan datang dari manapun. Sekalipun telah bergelar akademik tinggi tetapi yang bersangkutan masih selalu membatasi dan menutup diri, sebenarnya tidak tepat menyebut dirinya sebagai ilmuwan.
Seorang ilmuwan menjadi dikenal luas biasanya karena mau membuka diri dan juga berjiwa pemberi. Sifat terbuka ditunjukkan dari kesediaaannya mendengarkan berbagai pandangan yang datang dari mana saja secara tidak terbatas. Sedangkan jiwa pemberi di antaranya ditunjukkan melalui kesediaannya menyampaikan buah pikiran, kepedulian, empati, dan apa saja agar orang lain mendapatkan kemudahan darfi keberadaannya. Antara yang bersangkutan ada dan tidak ada serara mudah dapat dirasakan oleh banyak orang. Ilmuwan yang demikian itu, di mana dan kapan saja, selalu dicari dan ditunggu kehadirannya. Akhirnya, yang bersangkutan menjadi dikenal dan populer di berbagai komunitas, dan apalagi di lingkungannya sendiri. Wallahu a'lam



