Kehadiran Fakultas Kedokteran Di UIN Maliki Malang
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Kamis, 31 Maret 2016 . in Dosen . 8523 views

Sudah cukup lama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berencana membuka Fakultas Kedokteran untuk menambah dan menyempurnakan fakultas yang selama ini ada, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari'ah, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hiumaiora, dan Fakultas Sains dan Teknologi dan Fakultas Psikologi. Usaha dimaksud ternyata tidak mudah dicapai dan harus melewati waktu yang lama. Sejak lima tahun yang lalu, UIN Maulana Maliki Malang merekrut tidak kurang dari 20 orang dokter untuk diangkat menjadi calon dosen, sebagai persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran dimaksud.

Merasakan betapa beratnya usaha tersebut, maka ketika mendengar dan mengetahui bahwa ijin pembukaan Fakultas Kedokteran yang sudah amat lama ditunggu kehadirannya tersebut diserahkan oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Rektor dan semua warga kampus tampak menjadi sangat bahagia, gembira, dan haru. Hal demikian itu tidak sulit dimengerti, karena menyadari bahwa, membuka Fakultas Kedokteran selama ini dikesankan tidak mudah, dan memang begitulah kenyataannya.

Membuka Fakultas Kedokteran tidak cukup hanya bermodalkan tenaga dosen, ruang kuliah, dan beberapa ruang perkantoran, melainkan harus dipersiapkan terlebih dahulu laboratorium, rumah sakit pendidikan, perpustakaan, konsep manajemen, dan berbagai hal lainnya. Sekalipun perguruan tinggi yang berstatus negeri, semua persyaratan itu tidak mudah dipenuhi oleh karena semua hal selalu tergantung pada pemerintah pusat, terutama terkait penganggarannya. Dirasakan sebagai hal sulit oleh karena, mereka harus melakukan dua hal sekaligus yang tidak mudah dijalankan, yaitu mendapatkan kepercayaan dan juga menyusun perencanaannya.

Selama ini, pengembangan fakultas dan program studi, tidak terkecuali perguruan tinggi negeri, harus diinisiasi dari bawah atau kampus yang bersangkutan. Padahal sementara itu, kewenangan dalam menetapkan anggaran adalah berada pada pemerintah pusat. Perguruan tinggi negeri hanya dimungkinkan mengajukan penambahan fasilitas dan anggaran, adalah manakala fakultas dan atau program studinya sudah ada. Sedangkan untuk mengadakannya tidak mudah, dan juga pasti memerlukan anggaran. Padahal jika pimpinan perguruan tinggi mengambil langkah di luar ketentuan yang ada, maka akan dianggap salah. Itulah belenggu yang harus dilewati dan diselesaikan oleh perguruan tinggi negeri selama ini.

Di tengah-tengah keadaan sulit seperti digambarkan tersebut, umpama saja tidak ada niat baik, idealisme, cita-cita mulia untuk kepentingan bangsa, masyarakat, dan umat, maka pimpinan perguruan tinggi akan memilih saja untuk mengerjakan tugas rutin menyesuaikan dengan peraturan. Pilihan itu akan menjadikan dirinya selamat, tidak beresiko, dan tidak repot. Sebab pada saat sekarang ini, usaha-usaha kreatif, sekalipun menguntungkan negara akan beresiko mencelakakan dirinya. Anggapan terhadap kesalahan prosedur, penyimpangan administrasi, dan sejenisnya sangat mungkin dinilai sebagai perbuatan kriminal. Resiko itu benar-benar sedemikian berat bagi pimpinan perguruan tinggi.

Kesulitan tersebut juga masih ditambah lagi, yaitu bahwa perguruan tinggi yang berada di lingkungan kementerian agama selama ini belum dianggap lazim membuka Fakultas Kedokteran. Hingga sekarang ini, baru satu yang diijinkan, ialah UIN Syarif Hidayatullah jakarta. Pemahaman bahwa perguruan tingggi Islam seharusnya hanya membuka fakultas agama, yaitu fakultas Syari'ah, Ushuluddin, Tarbiyah, Dakwah, dan Adab masih sulit diubah. Usaha-uasa meyakinkan bahwa ajaran Islam adalah bersifat universal, sehingga seharusnya ketika mengembangkan keilmuan tidak hanya mencakup bidang yang sudah ada selama ini ternyata tidak mudah diterima oleh semua kalangan. Masih ada saja sementara pihak yang berpandangan bahwa membuka fakultas umum, termasuk fakultas kedokteran dianggap menyimpang dan akan mengganggu fakultas agama yang selama ini dikembangkan.

Oleh karena itu menjadi pantas dan mudah dimengerti, tatkala ijin pembukaan Fakultas Kedokteran di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil diterimakan, segera disambut dengan kegembiraan yang luar biasa. Keberhasilan itu bukan sebatas menambah jumlah fakultas di UIN Malang, melainkan juga dirasakan sebagai telah berhasil keluar dari lobang jarum yang amat sempit oleh karena mampu menembus peraturan, tradisi, dan bahkan juga cara memandang Islam yang belum semua sama. Sudah barang tentu, keberhasilan dari usaha yang amat berat itu akan menjadi semakin membahagiaan bagi semua pihak, manakala ke depan Fakultas Kedokteran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang benar-benar menjadi tidak kalah unggul dibanding Fakultas Kedokteran lainnya. Dan, usaha itu tentu akan berhasil gemilang manakala semua warga kampus mampu menjalin kebersamaan, bersedia bekerja keras, menjaga integritas, dan tentu, selalu memiliki niat ikhlas dan tulus. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up