Kekuatan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Sabtu, 26 Maret 2016 . in Dosen . 3496 views

Kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi memang luar biasa. Apa saja yang sebelumnya dirasakan sulit dan tidak terjangkau, maka dengan ilmu pengetahuan teknologi menjadi mudah. Dahulu orang Jawa hanya akan pergi ke Kalimantan, dan Sumetera, Suiawesi, dan pulau-pulau lain, harus menempuh waktu yang lama. Seolah-olah perjalanan itu sedemikian berat. Apalagi, bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji. Mereka harus naik kapal laut hingga berminggu-minggu. Itulah sebabnya, orang yang akan berangkat haji seolah-olah seperti akan meninggalkan rumah selama-lamanya atau akan mengakhiri hidupnya.

Keadaan yang digambarkan tersebut sekarang sudah benar-benar berubah. Jangankan pergi ke luar Jawa, pergi ke luar negeroi sudah sama dengan pergi ke tetangga. Sekedar pergi ke Singapura, Malaysia, Brunai, dan sekitarnya, dalam perjalanan hanya memakan waktu beberapa jam saja. Pagi berangkat, sore bisa pulang kembali. Apalagi dengan kemajuan alat komunikasi, orang bisa bercakap-cakap dengan siapa saja, asalkan sama-sama masih berada di dunia. Selain itu, orang juga tidak lagi berkirim surat, foto, dan lain-lain melalui pos, tetapi cukup menggunakan e mail, WA, dan sejenisnya.

Sementara ini, yang belum dihasilkan oleh ilmu dan teknologi adalah mengubah manusia menjadi berkarakter, berbudi luhur, atau berakhlak mulia. Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi, justru dikawatirkan akan semakin mengancam keselamatan. Banyak orang mulai gelisah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakiin cepat ini. Rupanya mulai disadari bahwa hal tersebut jika tidak dikelola secara tepat akan mengganggu keselamatan manusia, bangsa, dan negara. Itulah sebabnya banyak orang mulai berbicara tentang pendidikan karakter, tentang moral, dan juga tentang akhlak mulia. Orang menganggap bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan membawa manfaat jika tidak diikuti oleh karakter dan akhlak mulia.

Konflik antar taksi konvensional dan taksi yang menggunakan online di Jakarta beberapa waktu terakhir ini sebenarnya adalah sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pilihan-pilihan yang murah, praktis, dan efisien sebagai akibat kehadiran teknologi tidak akan bisa dicegah. Semua orang seharusnya menyadari hal itu. Tidak akan mungkin ilmu dan teknologi ditolak dan atau dihambat. Sebab orang yang menunggu dan berkeinginan mendapatkan keuntungan dari kehadiran teknologi bukan saja taksi yang bersangkutan melainkan juga masyarakat pada umumnya. Bagi masyarakat, tawaran apa saja yang menjadikan hidupnya lebih mudah, murah, cepat dan apalagi berkualitas akan menjadi pilihannya.

Dulu banyak orang di kota menggunakan alat transportasi sederhana, seperti becak, andong atau delman, bemo, kuda, dan atau sejenisnya. Sekarang ini, alat transportasi tradisional itu sudah tidak tampak lagi. Oleh karena itu orang yang terugikan atau kehilangan lapangan pekerjaan sebagai akibat kemajuan ilmu dan teknologi sebenarnya sudah tidak terhitung jumlahnya. Bahkan, bukan saja pekerja di lapangan transportasi, tetapi juga di bidang pekerjaan lainnya. Dulu di kota-kota kecil banyak orang menjajakan kayu bakar, arang, daun pisang atau daun jati, untuk dijual, maka sekarang ini sudah tidak ada lagi yang melakukan karena tidak ada orang yang membutuhkan barang dimaksud.

Perubahan tersebut juga terjadi di dunia modern hingga menyangkut belajar mengajar perguruan tinggi. Dahulu, oleh karena belum banyak buku yang terbit dan dijual di toko buku, banyak dosen ketika memberi kuliah hanya sekedar mendektekan bahan kuliahnya, sedangkan para mahasiswa mencatat. Belajar di perguruan tinggi sebagiannya hanya sekedar mendekte dan mencatat itu, dan diakhiri dengan ujian. Tugas dosen tampak menjadi mudah dan mahasiswa juga menerimanya. Sekarang ini, umpama ada dosen yang melakukan tugasnya seperti digambarkan itu, akan ditertawakan oleh mahasiswanya.

Sekarang ini, tidak terkecuali kegiatan belajar di kampus sudah berubah. Berbagai jenis tugas mahasiswa dan hasilnya bisa disampaikan melalui e mail, WA dan sejenisnya. Datang di ruang kuliah hanya berdiskusi tentang hal yang diperlukan. Demikian pula kebutuhan buku dan lain-lain, juga sudah tidak seperti dulu lagi. Mahasiswa bisa mencari sendiri berbagai informasi melalui internet dan lainnya. Oleh karena itu, memperhatikan kemajuan informasi seperti sekarang ini, jika direnungkan secara mendalam, maka akan aneh manakala sekolah tidak segera mengubah dirinya. Misalnya, mereka masih berbicara penyeragaman bahan pelajaran, buku ajar, dan bahkan juga kurikulum, ujian dan seterusnya. Perubahan sudah sedemikian cepat, sehingga semestinya para siswa lebih tepat diajari dan dilatih hidup menghadapi perubahan yang dimaksudkan itu.

Bisa jadi ke depan jika masih tetap ingin bertahan, persekolahan harus berubah. Lembaga pendidikan yang kegiatannya hanya bersifat rutin dan formal, maka sangat mungkin akan ditinggal oleh masyarakat, oleh karena dianggap tidak perlu. Seseorang tatkala mau belajar dan masuk lembaga pendidikan akan berharap memperoleh sesuatu yang nyata, bernilai, dan bisa dimanfaatkan. Lembaga pendidikkan yang tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara riil, maka tidak akan laku lagi. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan akan mengalami nasib serupa dengan penyedia layanan yang bersifat tradisional, sebagaimana disebutkan di muka, yaitu ditinggalkan banyak orang, jika tidak mau melakukan perubahan secara terus menerus. Itulah hebatnya ilmu pengetahuan dan teknologi mampu mengubah banyak hal, kecuali mengubah karakterter, budi pekerti, dan akhlak menjadi semakin baik. Tugas yang disebutkan terakhir ini rupanya masih belum terjangkau atau masih gagal. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up