Skripsi, tesis, Disertasi Dan Rumput
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Kamis, 17 Maret 2016 . in Dosen . 12943 views

Tulisan ini bukan untuk menyindir siapa-siapa, dan juga bukan untuk bahan tertawaan, tetapi memang serius untuk menggambarkan suasana psikologis bagi orang yang tatkala menulis karya ilmiah melebihi waktu yang ditentukan, atau memperlambat penyelesaiannya. Menulis karya ilmiah sebagai syarat lulus program S1, S2, atau S3, sudah diketahui secara umum, artinya bukan sesuatu yang ditentukan secara mendadak. Siapapun mengetahui bahwa salah satu sarat lulus di program sarjana harus membuat karya ilmiah dimaksud.

Namun pada kenyataannya tidak sedikit mahasiswa seolah-olah tidak siap untuk mengerjakan karya ilmiah itu. Buktinya, sekedar mengerjakan tugas tersebut ada saja yang terlambat hingga beberapa semester. Jika beberapa temannya sudah diwisuda dan merasa tertinggal, dan kebetulan ditanya oleh seseorang, selalu menjawab tinggal mengerjakan skripsi, tesis, atau disertasi bagi mahasiswa S3. Tetapi anehnya, sudah mengetahui terlambat, tugas yang tidak boleh ditinggalkan itu masih saja belum dikerjakan. Seakan-akan tanpa dikerjakan, skripsi, tesis, atau disertasi itu, akan selesai dengan sendirinya.

Memperhatikan mahasiswa yang kurang serius dan masih selalu menunda-nunda pekerjaannya itu, seringkali saya menggoda dengan kalimat sederhana, bahwa : 'memangnya skripsi, tesis, disertasi itu sama dengan rumput'. Saya mengatakan, rumput di mana-mana, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, tanpa disentuh akan tumbuih dengan sendirinya. Rumput dibiarkan saja, maka dua atau tiga bulan akan memanjang. Sangat berbeda hal itu dengan skripsi, tesis, atau disertasi, hingga sampai bertahun-tahun, jika tidak dikerjakan, maka tidak akan selesai. Bahkan, naskah yang belum terselesaikan dan atau juga bahan-bahan lainnya yang diperlukan akan hilang.

Menulis karya ilmiah sebagaimana dimaksudkan itu, jika dikehendaki berhasil selesai tepat waktu maka harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Sewaktu mengerjakan tugas itu harus konsentrasi penuh. Jika memungkinkan, semua pekerjaan lainnya harus ditinggalkan. Mengerjakan karya ilmiah dimaksud tidak boleh dilakukan secara sambilan. Mungkin saja meskipun dikerjakan dengan cara sambilan akan selesai, tetapi selain akan terlambat, kualitasnya juga tidak akan memuaskan. Karya ilmiah dimaksud, formalnya saja selesai, tetapi hasilnya tidak akan memuaskan. Mengerjakan skripsi, tesis, dan disertasi, selalu menuntut konsentrasi penuh.

Berbeda dengan zaman dahulu, sebelum banyak perguruan tinggi membuka program pascasarjana, banyak mahasiwa Indonesia harus belajar ke luar negeri. Bisa dibayangkan, bagi yang sudah berkeluarga, mereka harus meninggalkan anak isteri bertahun-tahun sekedar untuk mengambil program S2 dan S3. Sekarang pun, sebenarnya juga masih banyak mahasiswa Indonesia yang melakukan seperti itu. Membandingkan dengan mereka yang belajar di luar negeri itu, maka mereka yang tidak perlu meninggalkan anak dan keluarga, seharusnyha melakukannya secara serius dan sungguh-sungguh, agar hasil yang diraih tidak kalah dibanding mereka yang harus melawan tantangan yang lebih berat ketika berada di luar negeri dimaksud.

Terakhir, masih ada lagi yang sama sekali tidak boleh disamakan antara skripsi, tesis, disertasi dan rumput. Manakala peternak sedang malas mencari rumput sendiri, maka sewaktu-waktu boleh saja membeli pada penjual rumput, tentu jika ia mempunyai uang yang cukup. Rumput dari hasil mencari sendiri dan juga dari membeli akan sama saja. Namun tidak demikian halnya dalam mengerjakan karya ilmiah sebagai syarat lulus menjadi sarjana. Skripsi, tesis, dan disertasi semuanya harus dikerjakan sendiri. Jika ada niat buruk, menyelesaikan karya ilmiah dilakukan dengan cara menyuruh kepada seseorang dengan imbalan tertentu, maka mahasiswa yang bersangkutan dianggap melakukan kecurangan besar yang tidak boleh diampuni. Jika kecurangan dimaksud ketahuan, maka gelar akademiknya seharusnya dicabut. Skripsi, tesis, dan disertasi memang seharusnya dilihat secara berbeda dengan rumput. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up