Bersolek atau menghias diri, sehari-hari dilakukan oleh orang pada umumnya, lebih-lebih kaum wanita. Rambut, wajah, pakaian, dan apa saja yang sekiranya akan dilihat oleh orang lain harus dipercantik agar kelihatan indah. Siapapun akan senang jika disebut indah, pantas, dan cantik. Begitu pula sebaliknya, orang tidak suka disebut serba berkekurangan.
Untuk mempercantik diri bukan perkara mudah dan murah. Disebut mahal karena tidak bisa dilakukannya sendiri. Sekedar memotong rambut misalnya, harus meminta bantuan tukang potong rambut, dan juga mungkin harus memilih yang profesional. Demikian pula, tidak setiap orang mampu membuat pakaian sendiri, karena itu pasti mencari tukang jahit untuk membuatkannya yang bagus. Bahkan potong kuku saja juga ada yang harus meminta bantuan orang lain.
Dengan demikian, menjadikan diri seseorang tampak indah, ternyata tidak gampang dan juga mahal.Padahal sebenarnya yang ditampakkan itu hanyalah baru pada aspek fisik. Manusia terdiri atas dua bagian, yaitu aspek fisik dan aspek non fisik, atau disebut aspek jasmani dan ruhani. Aspek fisik tentu penting ditampakkan sebaik-baiknya. Akan tetapi sebenarnya masih ada yang lebih penting lagi dirawat, yaitu aspek ruhaninya.
Sekalipun aspek ruhani dipandang lebih penting, tetapi kebanyakan orang sebaliknya, yaitu lebih mengedepankan aspek fisik. Mereka berpandangan bahwa yang terpenting adalah penampilannya, yaitu harus baik, gagah, dan indah. Sementara itu bagian dalamnya dianggap tidak banyak orang yang tahu. Padahal sebenarnya kedua-duanya harus indah, baik aspek luar maupun aspek dalamnya, atau aspek jasmani maupun ruhaninya.
Keindahan jasmani biasanya menipu. Kelihatannya bagus tetapi setelah didekati semakin kelihatan kekurangannya. Selain itu, keindahan jasmani juga segera membosankan. Maka keindahan jasmani itu sifatnya terbatas dan atau sementara. Hanya anehnya, justru hal yang bersifat sementara dan bahkan palsu serta berbiaya mahal itu adalah yang seringkali menjadikan orang tertarik dan kemudian memilihnya.
Sementara itu keindahan yang bersifat batin atau ruhaniyah biasanya bertahan lebih lama, dan bahkan menjadi semakin lebih indah. Keindahan hati seseorang lebih menyenangkan dan tidak akan merasa bosan. Hal itu berbeda dengan keindahan yang bersifat fisik, pakaian misalnya, maka sebentar saja akan membosankan. Maka di dalam memilih teman, lebih tepat mempertimbangkan keindahan hatinya dibanding misalnya hanya memiliki kelebihan bersoleh, atau keindahan fisiknya.
Pada kehidupan sehari-hari, penampilan fisik seseorang yang indah, ternyata sangat mungkin yang bersangkutan berhati kurang bersih dan sehat. Berkawan dengan orang yang berhati kotor dan apalagi sakit, pasti akan merepotkan dan juga menyakitkan. Karena itu sebenarnya tidak cukup orang bersolek hanya sebatas dari aspek fisiknya belaka, melainkan seharusnya disempurnakan dengan memperindah hatinya.
Pendidikan yang baik dan berkualitas, tempat ibadah, kitab suci, dan para pemuka agama, semua itu seharusnya difungsikan untuk memperindah dua aspek sekaligus, yaitu aspek jasmani dan ruhani. Namun seringkali, keberadaan hal-hal tersebut tidak difungsikan secara maksimal. Banyak orang lebih mengedepankan bersolek pada aspek yang bersifat dhahir daripada aspek yang lebih mendasar, yaitu batin atau ruhaninya. Padahal keduanya seharusnya diperindah secara seimbang dan bersamaan. Wallahu a'lam.



