Sekian banyak orang belajar di perguruan tinggi, tentu ada yang sukses dan sebaliknya ada yang gagal. Semuanya ingin sukses dan tidak ada seorang pun yang menginginkan kegagalan. Akan tetapi pada kenyataannya, kedua kemungkinan tersebut terjadi, yaitu ada yang sukses dan ada pula yang gagal.
Keberhasilan itu sebenarnya tidak saja dikehendaki oleh yang bersangkutan, melainkan juga oleh pihak-pihak lainnya, misalnya kedua orang tuanya, para saudaranya, dan tidak terkecuali adalah oleh perguruan tinggi tempat belajarnya. Usaha maksimal yang dilakukan oleh perguruan tinggi terkait menyediakan dosen yang berkualitas, sarana dan prasarana belajar, pelayanan terbaik, dan juga lingkungan belajar yang baik adalah agar mahasiswanya berhasil.
Tidak ada perguruan tinggi yang semua mahasiswanya berhasil dan juga sebaliknya, semuanya gagal. Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, tidak terkecuali dalam mendidik, tidak sama dengan pekerjaan memproduk barang lainnya. Hasil dari pekerjaan terkait dengan manusia selalu beraneka ragam. Hal itu berbeda dari hasil pekerjaan mesin dan atau juga binatang. Mesin bisa menghasilkan produk yang sama. Begitu pula misalnya anak ayam, masa menetas dan bentuknya mirip, dan bahkan tampak sama.
Berbeda dari produk mesin dan atau binatang, adalah pekerjaan menyangkut manusia. Sejumlah orang dididik secara bersama-sama tetapi hasilnya selalu saja berbeda-beda. Pendidikan tentara misalnya, diharapkan hasilnya sama, tetapi ternyata kualitasnya masih saja berbeda. Seragamnya saja yang sama sehingga ketika berbaris, dari kejauhan, mereka tampak sama, tetapi sebenarnya orangnya tetap berbeda-beda, apalagi perasaan dan pikirannya pasti berlainan.
Berbagai usaha terkait manusia ternyata sangat tergantung pada yang bersangkutan sendiri. Apa saja yang bersifat eksternal hanya akan menjadi penopang, tidak terkecuali keberhasilan belajar mahasiswa. Dosen yang berkualitas tidak akan memberi makna maksimal jika mahasiswanya sendiri tidak memanfaatkannya. Buku perpustakaan, laboratorium dan program-program lainnya hanya akan memberi makna jika dimanfaatkan maksimal. Bahkan buku yang dibeli dan diletakkan di kamar pribadinya akan memberi manfaat jika dibacanya.
Dalam kehidupan sehari-hari tidak semua yang tersedia dimanfaatkan dan apalagi disyukuri. Suatu kampus misalnya, memiliki program studi bahasa asing yang dikenal berkualitas. Namun ternyata tidak semua warganya bersedia memanfaatkannya. Dengan adanya program pendidikan bahasa asing yang berkualitas itu seharusnya semua orang yang berada di tempat itu terpengaruh, menjadi pintar berbahasa asing semuanya, tetapi pada kenyataannya juga tidak begitu.
Tenaga pengajar yang berkualitas, sarana dan prasarana pendidikan, dan juga lingkungan akan bermanfaat bagi orang yang mau memanfaatkannya. Kemauan ternyata tidak akan bisa tumbuh hanya dari kekuatan eksternal, melainkan berasal dari internal diri yang bersangkutan sendiri. Bagaimana pun kelengkapan daya dukung yang bersifat eksternal, manakala yang bersangkutan sendiri tidak memanfaatkannya, maka berbagai fasilitas dimaksud tidak akan menjadi sesuatu yang penting.
Begitu pula yang tampak dari banyak mahasiswa yang belajar di perguruian tinggi. Ada saja yang memiliki fasilitas belajar sedemikian sempurna, tetapi ternyata usahanya tidak berhasil, dan begitu pula sebaliknya. Ada mahasiswa yang memiliki fasilitas belajar pas-pasan atau ala kadarnya, tetapi ternyata sukses. Maka kunci sukses itu sebenarnya bukan berasal dari dari luar atau yang bersifat eksternal, melainkan dari diri mahasidswa yang bersangkutan.
Kemauan meraih sukses yang sedemikian besar akan mendorong yang bersangkutan mencari apa yang diperlukan tanpa mengenal lelah dan perasaan sulit. Sebaliknya, bagi yang tidak memiliki semangat dan atau kemauan, fasilitas selengkap apapun tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, sebenarnya kunci penentu sukses bagi mahasiswa adalah berada pada dirinya sendiri. Orang lain dan juga lingkungan hanya sebatas sebagai penopang atau pembantu. Dirinya sendirilah yang sebenarnya menjadi penentu, dan bukan orang atau pihak lain. Kesungguhan dan keteguhan hati yang ada pada dirinya sendiri itulah sebenarnya yang selalu menjadi kekuatan penentu keberhasilannya. Wallahu a'lam



