Ibu Siti Kusrini, seingat saya selama menjadi dosen di IAIN/UIN Malang belum pernah menjabat pada jabatan struktural, misalnya sebagai Dekan, wakil Dekan, atau lainnya. Akan tetapi nama beliau sangat dikenal, baik di kalangan dosen, karyawan, dan juga mahasiswanya. Sejak lama beliau menekuni keahliannya, yaitu mengembangkan ilmu pendidikan. Beliau berhasil menulis beberapa buku, baik yang ditulis sendiri maupun secara bersama-sama.
Pada tahun 1971, saya masuk IAIN Malang, Fakultras Tarbiyah. Ibu Dra. Siti Kusrini pada waktu itu mengajar mata kuliah ilmu pendidikan. Sekalipun ketika itu tidak mudah mencari literatur atau buku-buku tentang pendidikan, oleh karena suami Ibu Siti Kusrini, Pak Drs. Tjahjoto, kebetulan sebagai dosen IKIP/Universitas Negeri Malang, banyak membantu mencarikannya. Pada waktu itu, para dosen IKIP Malang sangat terkenal produktif. Banyak buku yang ditulis oleh para dosen perguruan tinggi itu, sehingga keberadaan Ibu Kusrini sangat penting untuk mendapatkan buku-buku literatur dimaksud.
Pada sekitar tahun 1970 an, antara IAIN Malang dan IKIP Malang memiliki hubungan kerja yang sedemikian erat. Banyak dosen senior IKIP Malang, seperti Prof. Baradja, Prof. Zuhridin, Soekarto Indra Fahrudi, Ali Syaifullah, Prof. Soedomo, Prof. Nuriul Huda, dan lain-lain, sehari-hari juhga memberi kuliah di IAIN Malang. Hal yang demikian itu, menjadikan hubungan dua kampus terasa dekat, apalagi kemudian suami Ibu Siti Kusrini, menduduki jabatan penting di IKIP Malang, yakni sebagai Pembantu Rektor II, sehingga menambah erat hubungan dimaksud.
Melihat penampilan sehari-hari Ibu Siti Kusrini ketika hadir di kampus dan memberikan kuliah terasa sekali, selalu memberikan ketauladanan, menegakkan kedisiplinan, dan selalu mengajak tampil rapi. Ilmu pendidikan yang diberikan kepada para mahasiswanya tidak saja berupa bahan-bahan kuliah yang seharusnya dipahami dan dihayati, tetapi lebih dari itu adalah seharusnya memberikan ketauladanan. Ibu Siti Kusrini selalu menampakan diri sebagai sosok muslimah, berpakaian keibuan, selalu menjaga keindahan, kesopanan, dan kerapian. Kehadiran Ibu Siti Kusrini di kampus memberikan sosok ketauladanan yang seharusnya ditiru oleh mahasiswa yang belajar di Fakultas pendidikan atau Tarbiyah.
Pikiran beliau terkait dengan ilmu pendidikan yang selalu disuarakan adalah tentang betapa pentingnya etiket. Ibu Siti Kusrini menyebutnya dengan istilah etiket untuk menggambarkan bahwa seorang guru, dan apalagi guru agama, harus berpenampilan rapi, sopan, dan bersih. Penampilan olehnya dianggap sebagai segala-galanya. Orang akan memberi apresiasi dan penghormatan kepada siapa saja yang mampu tampil rapi, sopan, dan bersih. Begitu pula sebaliknya, orang akan memperlakukan kepada siapa saja secara sembarangan kepada orang yang tampil sembarangan.
Islam menurut pandangan Ibu Dra. Hj. Siti Kusrini adalah kehidupan yang indah, baik yang tampak dari tutur bahasa, penampilan, dan juga perilaku sehari-hari. Beliau tampak sangat tidak senang ketika melihat mahasiswa atau calon guru agama berpenampilan semaunya, tidak teratur, kurang disiplin, dan tutur bahasanya tidak menggambarkan keindahan Islam. Sebagaimana disebutkan di muka, guru agama harus mengedepankan akhlak atau disebut olehnya sebagai etiket. Tanpa memperhatikan hal itu, maka usahanya menanamkan nilai-nilai Islam akan menjadi gagal. Pendidikan, menurutnya, harus melalui ketauladanan, kedisiplinan, dan pembiasaan.
Disiplin oleh Ibu Siti Kusrini ditanamkan secara terus menerus terhadap para mahasiswanya. Ketika memberi kuliah, beliau datang tepat waktu dan tidak pernah terlambat. Apa saja yang diterangkan olehnya selalu dikaitkan dengan Islam, tidak terkecuali menyangkut kedisiplinan itu. Dikatakan olehnya bahwa umat Islam harus mampu menjaga kedisiplinan. Menurutnya, Islam yang indah harus tergambar pada perilaku umatnya di dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen yang selama hidupnya menekuni bidang ilmu pendidikan, menjadi dosen di IAIN/UIN Malang, pada Hari Ahad pagi tanggal, 24 Juli 2016 telah dipanggil oleh Allah, menyusul suaminya setahun yang lalu juga telah wafat. Selama menjadi dosen di perguruan tinggi Islam ini, sudah sekian banyak mahasiswanya yang telah belajar kepada beliau dan sukses dalam hidupnya. Tentu semua akan berdo'a, semoga amal shalehahnya diterima oleh Allah dan Rasul-Nya, ditempatkankan pada tempat terbaik dan mulia, di surga-Nya., amien.



