Banyak orang menghendaki lembaga pendidikan yang dikelolanya bermutu, dan mengira bahwa kuncinya adalah tersedianya anggaran yang cukup. Memang dana itu penting, sebab tanpa uang kegiatan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Akan tetapi, sekalipun anggaran berlebih, jika tidak ada kedisiplinan, maka semua itu tidak akan banyak artinya.
Disiplin menjadi sangat penting dalam usaha apa saja, lebih-lebih dalam penyelenggaraan pendidikan. Semua yang terlibat harus berdisiplin. Guru, murid, para pimpinan, termasuk orang tua juga harus berdisiplin. Para guru harus datang, memulai, dan mengakhiri pelajaran tepat waktu. Demikian pula dalam mengajar, mereka harus menyesuaikan dengan ketentuan. Dan, begitu pula kepala sekolah, dalam menunaikan tugas-tugas kepemimpinannya.
Murid juga harus didisiplinkan. Terkait dengan kedatangannya, pakaian, dan lain-lain harus mengikuti tata tertib sekolah. Berdisilpin lebih penting dari segalanya. Tanpa berdisiplin, semua tidak akan ada artinya. Namun sebenarnya, menjadikan semua pihak berdisiplin bukan pekerjaan mudah. Bahkan keberadaan sekolah itu sendiri sebenarnya adalah tempat belajar untuk berdisiplin, sebagai sesuatu yang tidak mudah dilakukan dan juga dipelihara.
Banyak orang mengatakan bahwa sebuah lembaga pendidikan bermutu, dan setelah ditelusuri, ternyata kelebihan itu berawal dari kedisiplinan yang berhasil ditegakkan. Namun jangan dikira berdisiplin mudah dilaksanakan. Sekalipun tidak memerlukan biaya, ternyata tidak semua orang bisa menjalankannya. Berdisiplin menjadi sulit dilaksanakan oleh karena tidak semua orang memiliki kebiasaan dan budaya disiplin.
Padahal kedisiplinan bisa ditegakkan jika semua pihak secara konsisten menjalankannya. Ada sebagian saja misalnya yang tidak berdisiplin, dan apalagi pimpinan atau gurunya, maka semua akan ikut menjadi berperilaku seenaknya. Untuk menegakkan kediplinan terhadap muridnya bisa diberlakukan sanksi agar yang bersangkutan jera, namun hal itu tidak mudah jika yang tidak berdisiplin adalah guru dan apalagi pimpinannya.
Bangsa ini menjadi sulit maju, akar persoalannya sebenarnya juga sederhana saja, yaitu sulit menegakkan kedisiplinan. Para pegawai negeri dan demikian pula pejabatnya di semua sektor belum berhasil didisiplinkan. Akibatnya pelayanan publik tidak lancar. Sesuatu keperluan yang semestinya bisa diselesaikan satu jam, oleh karena tidak berdisiplin, menjadi beberapa hari. Akibatnya, waktu dan biaya menyelesaikan persoalan itu menjadi lama dan mahal.
Semakin serius akibatnya jika ketidak disiplinan itu menyangkut anggaran. Proyek menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya oleh karena tidak dikelola secara disiplin. Korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagai penyakit biirokrasi, sebenarnya adalah oleh karena banyak pihak tidak mampu menjalankan tugasnya secara disiplin. Oleh karena itu, kegiatan atau proyek apa saja jika ingin maju dan berkembang kuncinya adalah berdisiplin.
Kedisiplinan sedemikian berat ditegakkan oleh karena kebanyakan orang sejak usia kanak-kanak di keluarga tidak didisiplinkan. Anak-anak dengan kasih sayang berlebihan dibiarkan tidak berdisiplin. Bangun tidur tidak dibiasakan tepat waktu, dan selanjutnya pada saat mandi, persiapan ke sekolah, i bermain, dan seterusnya dilakukan sembarangan. Akibatnya, anak-anak hingga menjadi dewasa dan bahkan ketika sudah menjadi orang sekalipun tidak terbiasa berdisiplin.
Islam dengan begitu jelas mengajarkan tentang berdisplin. Bagian penting dari berdisiplin adalah ketepatan waktu. Tuhan di dalam al Qur;an bersumpah dengan menyebut waktu, yaitu wal ashri, atau demi masa. Penyebutan waktu atau masa itu menunjukkan betapa pentingnya hal itu harus memperoleh perhatian. Berdisiplin sangat erat terkait dengan penggunaan waktu. Siapapun yang mampu menggunakan dengan sebaik-baiknya, maka mereka akan maju dan sukses.
Namun ternyata, persoalan umat Islam, lagi-lagi sebenarnya adalah di dalam menegakkan kedisiplinan itu. Umumnya kedisiplinan mereka masih lemah. Kedisiplinan masih menjadi barang mahal di kalangan umat Islam. Demikian pula di dalam pengelolaan pendidikannya. Padahal siapa saja yang tidak berdisiplin maka tidak akan maju, apalagi memenangkan persaingan. Oleh karena itu, membangun lembaga pendidikan bermutu yang terpenting adalah menegakkan kedisiplinan itu. Diketahuilah bahwa, modal itu adalah bukan uang, tetapi yang tidak kurang pentingnya adalah kedisiplinan. Wallahu a'lam



