Ber-Islam Seharusnya Menjadi Yang Terbaik
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Sabtu, 22 Oktober 2016 . in Dosen . 12511 views

Seringkali terdengar komentar yang sebenarnya amat positif, yaitu bahwa seharusnya dengan ber-Islam, seseorang hidupnya semakin baik. Keadaan baik yang dimaksudkan bukan sebatas menyangkut kepintarannya, ekonominya, dan lainnya yang bersifat fisik, melainkan yang lebih dari itu adalah perilaku, watak, karakter dan atau akhlaknya. Seseorang yang beragama Islam, mulai dalam hal yang amat sederhana, yaitu penampakan fisik misalnya, seharusnya berpenampilan bersih sebagaimana diajarkan oleh agamanya, bahwa Islam mengajari berthoharoh atau bersuci atau juga kebersihan.

Ajaran Islam adalah sangat mulia, yaitu kasih sayang dengan sesama, bertolong menolong, peduli anak yatim dan orang miskin, tidak boleh mementingkan diri sendiri tetapi juga seharusnya peduli pada orang lain, beriman dan beramal shaleh, dan sejenisnya, maka seharusnya nilai-nilai itu selalu tampak di dalam kehidupan sehari-hari. Islam juga mengajarkan agar umatnya mensucikan hatinya, sehingga berbagai penyakit hati di antaranya hasut, dendam, iri hati, takabur, permusuhan, memfitnah, merendahkan orang lain, dan seterusnya menjadi tidak tampak dan juga tidak terasakan dari kehidupan seorang muslim.

Selanjutnya, dalam kehidupan orang Islam diliputi oleh suasana selalu mensyukuri nikmat yang diterimanya, menjaga kebenaran, menunaikan amanah, ikhlas, tulus, istiqomah, mencintai persatuan, pemaaf, tidak menyukai permusuhan, suka bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan bersama, dan hidupnya selalu mengedepankan hikmah atau kearifan. Dengan demikian, Islam tampak sebagai kehidupan sehari-hari yang indah dan selalu dirindukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Nilai-nilai tersebut adalah bersifat universal sehingga akan dicintai dan dirindukan oleh siapapaun, tanpa membedakan agama yang dianutnya.

Kemenangan bagi Islam bukan ketika berhasil menguasai orang, kelompok, organisasi, atau negara lain dan kemudian menistakan dan atau menjadikan mereka menderita dan atau hidup sengsara, melainkan mengajak bagi semuanya hidup damai, aman dan sejahtera. Islam artinya adalah selamat dan menyelamatkan. Keselamatan yang dimaksudkan oleh Islam adalah bersifat hakiki dan berjangkla panjang, yaitu keselamatan lahir maupun bathin, keselamatan di dunia maupun di akherat kelak. Oleh karena itu, Islam sebenarnya bukan sekedar ajaran yang mengajak setiap orang sekedar menjadi berkecukupan atau kaya dari ukuran ekonomi, tetapi menjadi berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidup secara utuh dan sempurna.

Itulah sebabnya, ajaran islam selalu memperkenalkan kosep keselamatan, kedamaian, keadilan, kesejahteraan, kebersamaan, saling berkasih sayang, saling memahami dam memaafkan, menghargai, menghormati dan bahkan juga memuliakan. Islam selalu mengajak untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang merusak diri sendiri, merusak keluarga, lingkungan, masyarakat, dan bahkan bangsa dan negara. Sebagai bagian dari upaya menjauhkan dari kerusakan itu, Islam mengajarkan dalam mendapatkan rizki agar selektif, yakni hanya mengambil yang baik, yang halal, dan yang tidak merugikan orang atau pihak lain.

Demikian pula di dalam bergaul dengan siapapun, umat Islam diajarkan agar tidak menyinggung perasaan atau menyakiti orang lain. Islam mengenal kehidupan jasmani dan ruhani. Kedua aspek itu harus dijaga sebaik-baiknya. Kebutuhan jasmani dan maupun runani supaya diperhatikan secara seimbang. Kebutuhan jasmani seperti tempat tinggal, konsumsi sehari-hari, pakaian, kesehatan, dan lain-lain supaya dipenuhi dan dijaga. Demikian pula kebutuhan ruhani tidak boleh diabaikan. Merawat ruhani diajarkan lewat kegiatan ritual, yaitu melalui ingat Allah dan rasul-Nya, dan shalat secara khusu'. Manakala semua hal sebagaimana sebagian disebutkan itu dijalankan, maka umat Islam akan menjadi yang terbaik. Kebaikan dan keindahan itu tidak saja tampak pada ajarannya tetapi juga pada kehidupan mereka sehari-hari. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up