Memuliakan Al Qur'an
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Selasa, 18 Oktober 2016 . in Dosen . 12080 views

Pada akhir-akhir ini muncul suasana yang sedemikian menggembirakan, yaitu gejala munculnya kegiatan membela al Qur'an. Manakala kitab suci itu dihormati, dipelihara, dan apalagi dijalankan isi kandungannya, maka masyaraat akan menjadi damai, tenteram, dan akhirnya akan membuahkan kehidupan yang sejahtera. Lebih dari itu, jika al Qur'an benar-benar dijadikan pegangan hidup maka yang bersangkutan tidak saja akan selamat di dunia tetapi juga di akherat kelak.

Al Qur'an adalah kitab yang datang dari Allah agar dijadikan petunjuk, dan diturunkan melalui Rasul-Nya agar dipedomani dalam nenjalani kehidupan. Sedangkan bagaimana al Qur'an dijalankan telah diberikan contoh oleh utusan-Nya itu. Itulah sebabnya, manakala dua hal yaitu al Qur'an dan sunnah Rasul dijadikan pegangan sehari-hari secara utuh dan sungguh-sungguh, maka siapapun tidak akan tersesat dalam menjalani hidupnya.

Persoalannya adalah kitab suci ini sekalipun diakui sebagai pedoman, ternyata masih belum dijadikan kebiasaan untuk dibaca dan apalagi didalami isinya. Kajian al Qur'an secara mendalam baru dilaksanakan oleh kelompok-kelompok tertentu dalam lingkup dan intensitas terbatas. Bahkan hal yang tidak seharusnya dilakukan, al Qur'an dijadikan bahan perdebatan dan perbantahan hingga akhirnya melahirkan perpecahan di antara umat Islam sendiri.

Perdebatan dan perbantahan di mana-mana selalu membuahkan dua kemungkinan, yaitu kalah dan atau menang. Orang menang dalam berbantah atau berdebat biasanya akan merasa puas dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan terbawa pada suasana kesombongan. Sebaliknya, mereka yang kalah akan merasa sakit hati. Jika demikian itu yang terjadi, maka al Qur'an justru akan menjadi kontra produktif. Padahal kitab suci itu hadir untuk membersihkan dan menyehatkan hati, dan bukan sebaliknya yaitu dijadikan bahan mencari kemenangan dan atau mengalahkan orang lain.

Pada akhir-akhir ini tidak sedikit lembaga pendidikan berusaha menambah kegiatannya dengan menghafal al Qur'an. Lembaga pendidikan di maksud tidak saja di pesantren atau madrasah, tetapi bahkan di lembaga pendidikan umum hingga tingkat perguruan tinggi. Hal demikian itu sebenarnya merupakan cara yang amat tepat, sebab ternyata mahasiswa yang hafal al Qur'an di samping mampu menunjukkan kelebihan pada aspek kecerdasannya juga perilakunya tampak menjadi semakin baik. Akhlak yang disebut tidak terpuji selalu dihindarinya.

Banyak ahli pendidikan dan bahkan sampai Presiden, dalam sambutannya pada peringatan hari santri menyebut betapa pentingnya pembangunan karakter, watak, dan juga akhlak bangsa ini. Disebutkan bahwa pembangunan fisik adalah amat penting, akan tetapi jika tidak diikuti oleh keberhasilan dalam membangun karakter dan atau akhlak, maka hasil pembangunan fisik itu tidak banyak artinya. Bahkan hasil pembangunan fisik yang baik jika berada di tangan orang yang berakhalaq buruk, maka justru akan membahayakan bagi banyak orang.

Memperhatikan kenyataan tersebut, maka seharusnya pembelajaran al Qur'an dijadikan agenda penting untuk memperbaiki perilaku bangsa ini. Umat Islam yang sedemikian besar jumlahnya harus diantarkan untuk memahami kitab suci agamanya. Pemahaman yang setengah-setengah justru akan melahirkan pemahaman yang kurang tepat. Mereka akan mengaku selalu mencintai al Qur'an tetapi akan menjadi masalah jika yang bersangkutan tidak mengenal terhadap apa yang dicintainya itu.

Cara yang tepat untuk mencapai maksud tersebut adalah menjadikan generasi muda dekat dengan kitab sucinya, dekat dengan tempat ibadah, dan juga dekat dengan para pemuka agamanya masing-masing. Tatkala mereka dekat dengan kitab suci, -----bagi umat Islam adalah al Qur'an, maka generasi ke depan akan menjadi tahu dan mengerti bagaimana sebenarnya memuliakan al Qur'an. Kitab suci itu akan dibela dengan cara dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Setidaknya, pada setiap hari kitab sucinya akan dijadikan bahan bacaan dan diposisikan sebagai sesuatu yang paling utama dibanding buku atau kitab lainnya.

Rasanya selama ini di banyak lembaga pendidikan, al Qur'an masih sebatas diakui sebagai sesuatu yang penting, tetapi belum banyak dipahami sampai mendalam. Bahkan, sekedar membacanya saja belum selalu sampai pada tingkat sempurna. Itulah sebenarnya problem pendidikan Islam yang masih harus dihadapi dan diselesaikan. Umpama generasi hari ini dan apalagi mendatang dekat dan mencintai al Qur'an, maka kekhawatiran terhadap semakin rendahnya kualitas karakter, perilaku dan atau akhlak akan dapat diatasi dan atau dijawab secara tepat. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up