Seringklai seseorang merasa hebat, menganggap dirinya mampu menjalankan kepemimpinan, atau mengkoordinasi berbagai potensi dengan baik. Namun pada kenyataannya tidaklah begitu. Jangankan mengokoordinasi banyak orang, sementara itu mengkoordinasikan dirinya sendiri saja tidak selalu berhasil dengan mudah. Sebagai contoh, seseorang ketika menginginkan mampu menulis artikel tidak serta merta berhasil. Dalam suara hatinya sudah ada sesuatu yang ingin disampaikan melalui tulisan. Suara hati yang dimaksudkan itu juga sudah terasa sedemikian jelas. Namun setelah memulai menulis, tulisan yang diharapkan selesai dengan baik itu ternyata tidak segera bisa terwujud.
Berkali-kali dicoba untuk memulai menulis, teapi setelah dibaca kembali hasil tulisan dimaksud belum sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan apa yang dibaca dari tulisan itu dirasakan belum sesuai dengan isi hati yang akan disampaikan melalui tulisan itu. Setelah dibaca dirasakan berbeda antara apa yang diinginkan di dalam hati dengan hasil tulisan yang telah dibuatnya. Dengan demikian, antara apa yang dimaui oleh hatinya ternyata tidak sama dengan hasil tulisan yang dibuat oleh pikiran dan tangannya sendiri.
Contoh lain yang mungkin lebih jelas lagi, setiap orang penah melihat berbagai jenis binatang yang berada di lingkungannya. Misalnya sapi, kerbau, kuda, ayam, dan bermacam-macam jenis ikan. Oleh karena sehari-hari melihat berbagai jenis binatang tersebut, maka yang bersangkutan sudah dapat membayangkan bentuk masing-masing jenis binatang yang dimaksudkan itu. Namun apabila suatu saat mereka diminta untuk menggambar satu saja jenis binantang tersebut, ternyata tidak selalu berhasil. Mungkin saja mereka bisa menggambar ayam, kucing, anjing, kelinci, sapi, atau lainnya, tetapi hasilnya hanya sebatas mirip dan gambar dimaksud tidak akan berhasil sama persis, kecuali yang bersangkutan kebetulan sebagai seorang pelukis.
Menyadari terhadap contoh sederhana tersebut, maka ternyata tidak semua orang mampu mengkoordinasikan terhadap apa yang ada pada dirinya sendiri. Mengkoordinasikan antara hatinya, pikirannya, dan juga tangannya sendiri ternyata tidak mudah. Pikiran dan tangan seseorang tidak selalu berhasil memenuhi perintah hatinya. Kenyataan demikian itu banyak dialami, termasuk oleh para mahasiswa yang misalnya sedang membuat karya tulis. Bisa saja, seorang mahasiswa telah memiliki idea atau gagasan yang baru dan menarik, tetapi menungkan gagasan yang dimiliki tersebut menjadi sebuah tulisan ternyata tidak selalu mudah.
Kesulitan yang dimaksudkan itulah yang menjadikan seseorang merasa kebingungan ketika harus menulis dan bahkan juga ketika akan berbicara di muka orang banyak. Mereka merasa memiliki idea tau gagasan tetapi ketika diminta untuk menyampaikan gagasannya di muka umum, yang bersangkutan belum tentu bersedia. Yang bersangkutan merasa bahwa apa yang ada pada hatinya belum tentu ia sendiri berhasil mengungkapkan, baik secara lisan dan atau dalam bentuk tulisan sebagaimana dimaksudkan di muka.
Kesulitan mengkoordinasi terhadap apa yang ada pada dirinya sendiri itu ternyata juga dialami oleh banyak orang. Itulah sebabnya, tidak sedikit mahasiswa sekedar menyelesaikan karya tulis yang diwajibkan kepadanya memerlukan waktu panjang dan atau tidak segera selesai. Untung saja sementara mahasiswa oleh karena keuletan dan ketangguhannya, mencoba berulang-ulang dan akhirnya tugasnya dapat diselesaikan. Sebaliknya bagi mereka yang cepat berputus asa, menempuh jalan pintas berupa mengambil tulisan orang lain dengan copy paste dan semacamnya. Padahal apa saja yang semula dirasa sulit, manakala tekun berlatih dan mencoba, akan berhasil menaklukkan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.
Banyak orang yang semula merasa tidak bisa menulis, menggambar, dn juga sekedar berbicara di depan teman-temannya, namun oleh karena sering berlatih maka akhirnya menjadi seorang penulis, seorang pelukis, dan juga penceramah ulung. Justru dengan kelemahannya itu, tetapi segera disadari dan kemudian diperangi dengan cara berlatih secara terus menerus, maka akhirnya menjadi orang yang dikenal memiliki kelebihan dibanding orang yang memiliki bakat tetapi tidak mau berlatih.
Seseorang mengkoordinasi apa yang ada pada dirinya sendiri saja tidak selalu mudah, maka hal demikian itu akan menyadarkan bahwa sebenarnya setiap orang adalah lemah dan terbatas. Jangankan memimpin banyak orang, sementara itu mengkoordinasi dirinya sendiri saja dirasakan sulit. Selain itu, pelajaran penting yang harus dicatat bahwa, berlatih dan bukan sekedar mendengarkan atau melihat orang lain, adalah sedemikian pentingnya. Agar seseorang mampu menulis maka tidak cukup sekedar ikut mendengarkan keterangan bagaimana menulis, tetapi harus mencoba untuk menulis sendiri . Begitu pula selanjutnya, yaitu menyangkut ketrampilan lainnya. Berlatih adalah kunci bagi siapa saja agar mampu mengkoordinasikan apa yang ada pada dirinya sendiri. Wallahu a'lam



