Menyemai Keindahan Rasa dalam Hati
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Jumat, 12 Januari 2018 . in Rektor . 498 views

SENI DI PERGURUAN TINGGI,

Menyemai Keindahan Rasa dalam Hati

Seolah saja.

Pendidikan tinggi sudah.

Selesai memberi mahasiswa.

Segala pengetahuan dari manusia.

Sains dan teknologi bahkan falsafah.

Kering tanpa rasa bahkan hanya logika.

Bberdebat benar dan salah dalam tempuh kuliah.

Seperti robot tinggal selalu menunggu perintah.

 

Lihat saja sarjana.

Hasil didikan tanpa rasa.

Menyadi sumber malapetaka.

Semua dirancang dengan pura-pura.

Tidak melibatkan fakultas hati di dada.

Menjadi licik jauh dari bijaksana dan hikmah.

Terobsesi pendidikan dengan tingkat dunia.

Justru sumber manusia modern penuh nestapa.

 

Sungguh seni.

Menjadi bernilai tinggi.

Keindahan sangat berarti.

Menjadi penyejuk hati nurani.

Indah berkata ingin selalu murni.

Sayang sering dilupa para menteri.

 

Jika nanti sempat mimpin negeri.

Seni perlu ditempatkan pada yang inti.

Abraham Maslow berkata keindahan kebutuhan tinggi.

Setelah kebutuhan dasar semua manusia di bumi.

Pasti semangkin pendidikan tinggi justru butuh seni.

Sebagai alat pendekatan kepada ilahi rabbi.

Innallaha jamil yuhibbul jamal sebagai hadis nabi.

Seni untuk mahasiswa perlu kebijakan kemenristek dikti.

 

Pendidikan tinggi nir seni.

Kehidupan kampus sunyi sepi.

Hanya para pendengki mengguni.

Berserikan dengan para pengintai.

 

Malang, 15 Jan 2018

'Abd Al Haris Al Muhasibiy

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up