Dirjen Pendis berkata.
Perlu upaya beri beasiswa.
Kepada para mahasiswa dunia.
Menarik mereka studi di Indonesia.
Pertama dan utama tawarkan mereka.
Studi Islam wasathiyah dan Nusantara.
Tentu studi di prodi-prodi yang lain juga.
Kedokteran, farmasi, psychologi dan tentu bahasa.
Meski di UIN Malang sudah.
Sekitar 450 mahasiswa dari dunia.
Mereka dari berbagai negara Asia Afrika.
Bahkan ada juga dari jerman dan beberapa dari rusia.
Tetapi masih mungkin ditambah dari timur tengah.
Perlu untuk mengajari agar mereka mengenal Nusantara.
Dengan mazhab bheneka tapi tetap damai saja.
Pak Dirjen luar biasa.
Menginisiasi dengan retorika.
Internasionalisasi PTKIN Indonesia.
Biar seluruh dunia studi Islam wasathiyah.
Bekal dakwah untuk ciptakan dunia seperti surga.
Ada yang menjadi kendala.
Bisa karena satu faktor bahasa.
Sesungguhnya dapat diatasi oleh BIPA.
Bisa juga para dosen belajar bahasa dunia.
Minimal bahasa Inggris dan bahasa Arab fusha.
Dengan cara seperti ini insyaallah bisa terlaksana.
Ide besar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Bukankah begitu bapak?
Jakarta, 29 Jan 2018
'Abd Al Haris Al Muhasibiy



