Sangat bahagia.
Melihat para mahasiswa.
Menghafal AlQur'an semuanya.
Sedari tidak bisa sampai dihafalnya.
Pasti Allah beri pahala dengan berlimpah.
Tetapi mengapa hati ini.
Selalu ingin mereka berlatih.
Selain hafal tiga puluh juz tidak lebih.
Masih tersisa pikiran bagaimana mereka memahami.
Kemudian mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan mereka bisa terinspirsasi kalam ilahi.
Memproduksi pikiran maju dan bikin sains dan teknologi.
Bisa memformulasi dan dapat membuat teori-teori terkini.
Mungkin bikin revolusi sains-teknologi terutama bidang IT.
Berfikir tidak pernah berhenti.
Sebagai pimpinan atau Rektor UIN Maliki.
Tanggungjawab luar biasa memikul amanah dari Bapak Menteri.
Bagaimana mengefektifkan pendidikan dengan pola integrasi.
Menyatukan wahyu dengan pembelajaran sains dan teknologi.
Sering pekerjaan pokok ini justru dilewati berkali-kali.
Bahkan anggaran hanya untuk hal-hal yang tidak sesuai.
Perlu perubahan mind set semua dengan cara revolusi.
Sangat perlu segera.
Pembenahan orientasi utama.
Pentingkan alat dan media penyangga.
Misalnya saja laboratorium dibuat semua.
Dengan cara tidak terpisah dengan Alqur'an sumber agama.
Klasifikasi wahyu dan sunnah yang bisa jadi pustaka.
Bikin sumber-sumber referensi untuk penelitian ilmiah.
Sesungguhnya inilah awal kemajuan sebuah bangsa.
Semoga saja bisa.
Realisasikan wahyu dalam realita.
Menghafal dan memahami dengan pendekatan ilmiah.
Menjadi inspirasi kembangkan sains dan teknologi serta budaya.
Supaya Indobesia bisa bersaing dengan Amerika dan Cina.
Malang, 25-02-2018
'Abd Al Haris Al Muhasibiy



