TEKNOLOGI DAKWAH ISLAM
Dr. Uril Bahruddin, MA Rabu, 17 Februari 2021 . in . 819 views


Pada hari Selasa 16 Februari 2021 kemarin sempat menemui tamu dari tim industri film yang menawarkan platform pemberdayaan santri dalam membuat film pendek sebagai media dakwah. Perbincangan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit itu menyadarkan saya secara pribadi akan adanya problem serius dalam dakwah Islam. Problem yang dimaksud adalah minimnya penggunaan media dalam dakwah yang tepat dan sesuai dengan tuntutan kehidupan modern seperti sekarang ini. Akibatnya, nilai-nilai kebaikan Islam yang universal tidak kurang mendapt tempat di hati generasi milenial, penyebarannya terkesan lambat karena masyarakat sekarang secara umum tidak lagi tertarik dengan media-media tradisional dalam mempelajari dan mengkaji Islam.



Urgensi bersama kafilah dakwah:



Umar bin Khattab r.a. pernah berkata, "barang siapa yang ingin merasa senang dan mendapatkan kebahagiaan menjadi bagian dari umat ini, maka hendaknya memenuhi syarat Allah". Apakah syarat Allah itu wahai amirul mukminin? Umar menjawab, "yaitu amar ma'ruf dan nahi mungkar". Pernyataan sahabat Umar tersebut menunjukkan pentingnya mewujudkan masyarakat yang baik dan upaya yang terus-menerus dilakukan untuk melestarikan kebaikan di masyarakat. Pada saat yang sama, Umar bin Khatab mengingatkan  kepada kita bahwa ciri masyarakat yang baik jika anggotanya memiliki kepedualian terhadap sesama. Usaha untuk menebar dan melestarikan kebaikan itu adalah bagian dari aktifitas dakwah Islam. Umar bin Khattab telah mengaitkan pentingnya aktifitas dakwah dalam upaya menjaga eksistensi umat Islam sebagai umat terbaik yang keberadaannya dapat memberi kebaikan dan kebermanfaatan bagi seluruh umat manusia.



Perlu dicatat dengan cetak tebal bahwa definisi dakwah Islam itu adalah aktifitas mengajak MANUSIA kepada kebaikan dengan HIKMAH, hingga mereka dapat beralih dari tradisi buruk menuju tradisi yang baik. Dari definisi tersebut dapat difahami bahwa obyek dakwah Islam adalah manusia, sehingga dalam berdakwah menuntut adanya perhatian terhadap sisi-sisi kemanusiaan. Hal ini penting, karena dengan memperhatikan sisi-sisi kemanusiaan, nilai-nilai kebaikan yang ingin disampaikan dalam dakwah akan dapat mengena kepada manusia secara tepat yang menjadi obyek dakwahnya. Dalam definisi tersebut juga terdapat kata hikmah yang menunjukkan keharusan menggunakan metode dan strategi yang tepat pula. Kata hikmah berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Melihat manusia sebagai obyek dakwah dan hikmah sebagai metodenya, maka sudah menjadi keniscayaan bahwa media dakwah harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan kecenderungan manusia, disamping tuntutan zaman yang terus berkembang.



Media teknologi dalam dakwah Islam:



Kedudukan media dalam dakwah sejajar dengan kedudukan dakwah itu sendiri. Pemilihan media ynag tepat untuk berdakwah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dakwah Islam itu sendiri. Kaidah fiqh menyebutkan bahwa "jika sebuah kewajiban itu tidak akan terealisasi dengan baik kecuali dengan menggunakan sarana, maka pemilihan dan penggunaan sarana itu hukumnya menjadi sama-sama wajib". Dakwah adalah kewajiban, hal itu tidak akan terlaksana dengan baik kecuali dengan sarana dan media, maka penggunaan media yang tepat menjadi kewajiban pula. Pemahaman seperti ini telah disadari oleh para ulama dan aktifis dakwah Islam sejak dulu hingga sekarang. Namun keharusan mengembangkan media dakwah Islam dengan memanfaatkan teknologi belum banyak digunakan oleh para pelaku dakwah perbaikan di masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya teknologi dakwah Islam.



Teknologi dakwah Islam dapat dimaknai suatu usaha untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja dan aktifitas dakwah. Usaha tersebut dapat dilakukan melalui penciptaan, penggunaan, pengaturan proses dan sumber daya teknologi. Teknologi dakwah Islam merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide, dan prosedur serta manajemen pengelolaannya. Teknologi dakwah Islam bersifat abstrak, sehingga dapat difahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, mengelola pemecahan masalah yang mencakup semua aspek aktifitas dalwah. Teknologi dakwah Islam juga merupakan suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari kegiatan dakwah Islam didasarkan pada tujuan yang ingin dicapai.



Dibandingkan dengan era 90-an, teknologi dakwah Islam saat ini sudah cukup berkembang dan banyak digunakan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat proses dakwah Islam harus dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Pada saat itu, untuk mendapatkan sebuah majalah yang memuat informasi keislaman terasa sangat sulit, apalagi di daerah-daerah pelosok yang jauh dari keramaian. Dakwah Islam saat itu hanya dapat mengandalkan guru-guru dan para muballigh sebagai satu-satunya sumber materi dan informasi dakwah, dengan menggunakan metode dan gaya tradisional pula. Berbeda dengan era modern seperti sekarang ini, perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan bagi dunia dakwah Islam. Misalnya, teknologi yang sangat berperan penting dalam kehidupan sekarang ini adalah layanan internet. Dengan layanan internet, dapat mengakses informasi dakwah Islam dengan mudah, hanya dengan mengetik kata yang berhubungan dengan informasi dakwah yang kita inginkan, maka kita akan dapat menemukan informasi tersebut secara cepat.



Memanfaatkan media sosial dakwah:



Sekarang, kita berada pada era revolusi industri 4.0, era ini menuntut adanya perubahan yang menyeluruh dalam seluruh sisi dan bidang kehidupan manusia, termasuk dalam bidang dakwah Islam. Kurang lebih setahun belakangan ini, pandemi Covid-19 telah menuntut perubahan yang lebih cepat lagi. Kegiatan-kegiatan dakwah keagamaan harus diubah dari bentuknya yang lama dan manual menjadi kegiatan yang menggunakan sentuhan teknologi modern. Tidak heran kalau di beberapa masjid terdapat studio-studio mini untuk menyiarkan pengajian, ceramah dan khutbah melalui media teknologi. Mereka tidak merasa cukup puas dengan kegiatan dakwah tradisional yang selama ini dilakukan. Materi dakwah yang mendapatkan sentuhan teknologi, tidak hanya dapat disajikan pada saat muballigh menyampaikkan ceramahnya, namun tetap dapat dinikmati ulang kapan saja diinginkan. Penggunaan teknologi dakwah Islam menjadi keniscayaan seiring dengan zaman yang terus memacu kita semua agar selalu berubah.



Dalam satu dekade terakhir ini, media sosial seolah-olah menjadi kebutuhan pokok masyarakat modern, terbukti hampir semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek sudah familiar menggunakan media sosial secara baik. Hal ini menjadi peluang bagi pegiat dakwah dan penyeru kebaikan untuk memanfaatkan perubahan ini dengan cepat dan tepat. Sudah barang tentu, konten-konten yang disajikan oleh media sosial tidak semuanya baik, bahkan bisa jadi yang negatif dan destruktif jauh lebih banyak daripada yang positif. Hal ini justru semakin menuntut para aktifis dakwah untuk mengimbangi bahkan mengalahkannya dengan menciptakan konten-konten dakwah yang positif dan menarik. Dengan demikian, minimal akan dapat memenuhi salah satu dari target dakwah Islam, yaitu semakin memperluas lingkaran kebaikan dan memperkecil lingkaran keburukan.



Bisa jadi ada diantara para aktifis dakwah yang belum memiliki kemampuan untuk memanfaatkan media teknologi dengan baik, karena memang mereka sebelumnya tidak memiliki latarbelakang teknologi. Jika demikian adanya, maka kolaborasi dengan  mereka yang menguasai teknologi harus dilakukan. Membantu menyiapkan proyek dakwah sama-sama akan mendapatkan pahala dan kebaikan, demikian juga menyediakan sarana untuk kebaikan pasti akan mendapatkan kebaikan juga. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw., "barang siapa yang menyiapkan kebutuhan pasukan di jalan Allah, maka sama halnya dia ikut berperang" (Muttafaq ‘alaih). Para aktifis dakwah tradisional membutuhkan sentuhan teknologi dengan bantuan dari ahli teknologi dan informasi adalah merupakan sinergi yang tepat, agar dapat semakin memperluas kebermanfaatan dakwah Islam.



Semoga Allah swt. memudahkan segala urusan kita, termasuk urusan berdakwah, menebar kebaikan buat semua manusia dengan menggunakan media yang tepat dan sesuai dengan karakter manusia sebagi obyek dakwahnya. Wallahu a'lam



U.B. Umar



17 Februari 2021


(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up