HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil melaksanakan serangkaian kegiatan In Service Course (ISC-I) Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) dengan sukses. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai dari tanggal 14 hingga 19 Agustus 2023, diselenggarakan di Hotel Harris Kota Malang. Acara penutupan PKDP Angkatan I berlangsung meriah di Ballroom hotel Harris pada Sabtu (19/8/2023) dan dipimpin oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maliki Malang, Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I. Dalam sambutannya, Dr. Helmi menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadiran Rektor UIN Maliki Malang yang tengah terlibat dalam acara Temu Wali Mahasiswa Baru di kampus. "Kami sampaikan salam dari Bapak Rektor kepada seluruh peserta PKDP UIN Malang karena beliau berhalangan hadir," ujarnya.
Dr. Helmi menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan short course ini adalah untuk meningkatkan mutu materi pembelajaran, mengembangkan roadmap peningkatan kompetensi dosen, meningkatkan kemampuan penulisan karya ilmiah, membahas persoalan karir dosen, dan memperkuat moderasi beragama. "Dengan muatan materi tersebut, kami berharap peserta dapat menjadi pendidik yang profesional," tambahnya. Ia mengingatkan peserta tentang pentingnya menjadi dosen yang profesional, dengan merujuk pada konsep 6C: Care (peduli), Compassionate (penuh kasih sayang), Communication (pandai berkomunikasi), Courage (berani), Collaboration (bekerjasama dan berkolaborasi), serta Competence (kompetensi). Dr. Helmi juga memberi pesan kepada peserta PKDP agar tetap aktif dalam mengikuti pendampingan untuk tugas terstruktur. Ia menyampaikan evaluasi bahwa pada tahun sebelumnya banyak peserta yang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, sehingga berdampak pada hasil evaluasi.
Dalam konteks evaluasi hasil, Dr. Helmi mengungkapkan bahwa hasil post-test peserta PKDP tahap satu tahun 2023 sangat memuaskan. Hanya empat peserta yang mendapatkan nilai di bawah 60, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 28 peserta. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pelatihan dan pendampingan. Setelah berlangsung selama enam hari, kegiatan PKDP akan berlanjut dengan On the Job Course (OJC) selama 60 hari di unit-unit kerja masing-masing. Dr. Helmi menegaskan bahwa tahap OJC membutuhkan partisipasi aktif peserta dalam mengerjakan tugas secara terstruktur. Ia berharap bahwa peserta akan lebih serius dalam mengikuti tahapan ini untuk memastikan kesuksesan mereka. Kegiatan PKDP Angkatan I tahun ini telah membuktikan komitmen UIN Malang dalam memperkuat kompetensi para dosen pemula, memberikan landasan yang kuat bagi pendidikan berkualitas di lingkungan kampus.
TEMU WALI: Dari Kanan, Wakil Rektor IV Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, Ketua Senat Prof. De. H. A. Muhtadi Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Wakil Rektor III Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag.
HUMAS UIN MALANG -Pagi ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar acara rutin tahunan yaitu Temu Wali Mahasiswa baru yang dikemas dalam kegiatan sosialisasi akademik dan kemahasiswaan bagi wali mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024, Sabtu (19/8/2023).
Acara tersebut digelar di Gedung H. M. Soeharto Lt. 2. Agenda rutin ini dihadiri lebih dari 4000 wali mahasiswa tahun 2023. Rektor beserta seluruh jajarannya dan dekanat hadir langsung dalam agenda ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa peminat calon mahasiswa baru tahun 2023 di UIN Maliki Malang mencapai 59.505 orang, sedangkan yang diterima hanya 4.217. "Ini artinya putra putri Bapak Ibu sekalian yang sudah diterima di UIN Maliki Malang bersaing 1:14," paparnya.
UIN Maliki Malang, memiliki lima jalur penerimaan mahasiswa baru mulai dari jalur SNBP, SNBT, SPAN PTKIN, UM PTKIN dan Juga Jalur Mandiri. Sekali lagi selamat atas diterimanya putra putri bapak ibu di UIN Maliki Malang.
Diterima di kampus yang sudah bertekad menjadi kampus unggul bereputasi internasional dan Bapak Ibu telah melakukan pilihan yang tepat untuk menitipkan putra putri bapak ibu di UIN Maliki Malang. "Dalam pendidikan di UIN Maliki Malang memadukan pendidikan tinggi dengan pesantren untuk membentuk karakter Ulul Albab. "Lulusan UIN Malang diharapkan menjadi lulusan yang ulul albab yang Islami," harapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menyambung silaturahmi dengan orang tua wali. Perlu diketahui bahwa di UIN Maliki Malang ini tidak hanya kuliah saja. Akan tetapi, para mahasiswa ini juga diwajibkan mondok di UIN Maliki Malang. "Oleh karena itu, putra putri bapak akan tinggal di makhad selama satu tahun untuk belajar ilmu agama dan juga bahasa asing," tuturnya.
UIN Maliki Malang memiliki tiga distingsi atau cirikhas yang selalu melekat dengan kampus berlogo Ulul Albab ini yaitu adanya dunia pesantren yang akrab dikenal dengan makhad al Jamiah. Kedua UIN Maliki Malang juga memiliki lembaga pusat bahasa yang berfungsi untuk mengembangkan bahasa asing yaitu bahasa arab, inggris dan juga bahasa mandarin. Dan distingsi yang ketiga UIN Maliki Malang memiliki lembaga Haiah Tahfidzul Qur'an (HTQ). "Alhamdulillah, Jumat kemarin (18/8/2023) HTQ telah mewisuda 142 hafidz, dan jumlah penghafal Alquran secara keseluruhan terdapat 3000 lebih," jelasnya.
Tentunya. Tambah dia, hal ini merupakan kebanggaan bagi UIN Maliki Malang sendiri, selain penghafal Alquran juga ada 460 mahasiswa asing dari 34 negara yang kuliah di UIN Maliki Malang dan setiap tahun UIN Maliki Malang mendapat penghargaan dari Kementerian Agama. "Alhamdulillah UIN Malang ini menjadi miniatur ke Indonesia karena didalamnya ada ras suku budaya dan agama yang berbeda," paparnya.
Hal ini sesuai dengan surat al hujurat bahwa allah telah menciptakan manusia ini bersuku dan berbangsa-bangsa, dan inilah UIN Maliki Malang yang terus berpacu mencapai mimpinya yaitu menjadi kampus unggul bereputasi internasiona. "Kedepan UIN Maliki Malang ingin menjadi pusat peradaban Islam dunia terbesar," doanya.
Selama di pesantren, mahasiswa UIN Maliki Malang akan dibekali aqidah yang baik dan memiliki kepribadian yang unggul dan toleran serta cinta NKRI. Oleh sebab itu, di UIN Maliki Malang memiliki pusat kajian moderasi beragama. "Alhamdulillah tidak ada satupun mahasiswa UIN Malang yang terpapar faham radikalisme dan ini berkat bimbingan dari seluruh mudir ma'had dan juga dosennya," paparnya.
Peran orang tua sangat diharapkan, jangan hanya pasrah kepada kampus ini karena pendidikan ini menjadi tanggung jawab semuanya mulai dari pemerintah, para guru dan dosen serta orang tua wali mahasiswa.
"Kami, akan memberikan pendidikan yang terbaik untuk putra putri bapak dan kami mohon bapak ibu ikut berperan aktif dalam mengontrol perkembangan pendidikan putra putrinya," harapnya.
HUMAS UIN MALANG-Dalam upaya untuk mencapai jenjang Guru Besar atau Profesor, para dosen perlu memenuhi syarat khusus yang termasuk publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus dan Web of Science (WoS). Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan juga Ka.Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang juga berperan sebagai Tim Penilai PAK Dosen Nasional. Keterangan lebih lanjut dari Prof. Sani mengungkapkan bahwa selain publikasi, ada persyaratan tambahan seperti menjadi Penguji atau Pembimbing Program Doktor, menerima Hibah Penelitian, atau berperan sebagai Reviewer di Jurnal Internasional Bereputasi. Penekanan terhadap publikasi di jurnal-jurnal bereputasi ini diutarakan dalam acara "Coaching Klinik Akselerasi Publikasi Jurnal Bereputasi Untuk Percepatan Kenaikan Pangkat Dosen" yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kudus pada tanggal 15-16 Agustus 2023.
Prof. Sani memberikan panduan kepada para dosen untuk memastikan bahwa artikel yang mereka kirimkan ke jurnal-jurnal tersebut diterima. Salah satunya adalah dengan menyelaraskan gaya penulisan dengan jurnal yang dituju serta mematuhi petunjuk penulisan dan template jurnal. Dia juga menekankan pentingnya memilih jurnal yang relevan dengan tema artikel dan sesuai dengan cakupan jurnal. Prof. Sani menegaskan bahwa banyak artikel yang ditolak bukan karena kualitas artikelnya, melainkan karena tidak mematuhi aturan penulisan dan etika publikasi jurnal. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah 35 dosen dari FEBI IAIN Kudus mengikuti coaching klinik yang melibatkan Dr. Vivin Maharani Ekowati, M.Si, MM, seorang dosen dari Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan juga seorang reviewer di beberapa jurnal internasional bereputasi. Dalam hasil reviewnya, Dr. Vivin menemukan bahwa sebagian besar artikel masih memerlukan perbaikan. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah pendahuluan yang baik, serta identifikasi research gap dan novelty. Dalam konteks ini, Dr. Vivin menyoroti kurangnya referensi jurnal internasional terkini serta penggunaan alat manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero. Dekan FEBI IAIN Kudus, Wahibur Rokhman, SE, M.Si, Ph.D, mengapresiasi acara Coaching Klinik ini yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis artikel di jurnal internasional bereputasi. Ia menegaskan bahwa dengan peningkatan publikasi, akan semakin memudahkan para dosen dalam naik pangkat hingga mencapai jenjang Guru Besar, sekaligus mendongkrak reputasi internasional institusi.
HUMAS UIN MALANG – Pagi ini, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) beserta seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika, menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78. Upacara ini berlangsung dengan khidmat di lapangan utama kampus, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kamis (17/8/2023). Dalam pembukaan upacara tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, didapuk sebagai pembina upacara. Beliau membacakan sambutan dari Menteri Agama RI, Yaqut Colil Qoumas. Dalam sambutannya, Prof. Zain menyampaikan rasa gembira atas peringatan 78 tahun kemerdekaan Indonesia, yang mengingatkan kita akan perjuangan dahulu untuk meraih kebebasan.
"Kita tengah mengenang bambu-bambu runcing yang pernah bersimbah darah sebagai saksi bisu perjuangan para pahlawan. Ini adalah momen yang memutar kembali sejarah peristiwa bersejarah, mengisahkan tentang mereka yang rela berkorban demi kemerdekaan dan masa depan generasi bangsa," ucap Prof. Zain. Beliau juga menyoroti perkembangan era industri 4.0 yang semakin kompetitif, dengan perubahan dan kemajuan digital yang semakin pesat. Ia menekankan pentingnya menjalankan kewajiban untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kinerja terbaik, agar Indonesia terus bergerak maju. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Zainuddin juga merujuk pada pidato Presiden Joko Widodo yang menegaskan peluang besar Indonesia meraih posisi lima besar kekuatan ekonomi dunia, Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang mencapai puncak pada tahun 2030-an menjadi peluang strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai lembaga pendidikan, Kementerian Agama diamanahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemuda Indonesia. Keberhasilan para siswa madrasah dan sekolah agama menjadi motivasi untuk mempersiapkan generasi muda yang kompeten menghadapi tantangan masa depan. Prestasi ini juga turut berkontribusi pada daya saing Indonesia yang naik secara signifikan di kancah global.
Prof. Zainuddin menggarisbawahi pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan semangat toleransi, yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat dalam semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Ia menyambut baik peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama dari tahun ke tahun, sembari mendorong upaya membumikan nilai-nilai Moderasi Beragama. Dekat dengan perhelatan politik, Prof. Zainuddin mengingatkan agar ASN Kementerian Agama menjadi perekat di tengah perbedaan pilihan masyarakat, dan mewarnai suasana Pemilu dengan semangat positif. Beliau juga mengucapkan apresiasi kepada para tokoh agama, ulama, budayawan, dan pemimpin yang turut berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Peringatan HUT RI ke-78 ini menjadi momen untuk merenungkan sejarah dan menguatkan semangat untuk terus maju. Semua pihak diharapkan bersatu dalam mengantarkan Indonesia pada era kemajuan yang lebih gemilang. "Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari bersama, terus melaju untuk Indonesia maju! Merdeka, merdeka, merdeka!" tandas Prof. Zainuddin.
KH. Chamzawi saat menerima penghargaan purna bhakti dan menjalankan rutinitasnya mengkaji kitab
HUMAS UIN MALANG-Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Keluarga Besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Berduka. KH Chamzawi Syakur, M.HI yang sekaligus sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang dan juga pengasuh Ma’had Al Jamiah UIN Malang itu siang tadi wafat pada Rabu (16/8/2023) sekira pukul 12.25 WIB.
Kabar wafatnya KH. Chamzawi itu banyak tersiar di sejumlah grup WhatsApp. Disebutkan, bahwa KH Chamzawi menghembuskan nafas terakhirnya di Klinik UMMI Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah Berpulang Ke Rahmatullah KH. Drs. Chamzawi, MH.I Guru kita di Klinik UIN Maulana Malik Ibrahim Pukul 12.25 WIB. Semoga Beliau Khusnul Khotimah.. Amin,” demikian tulis sebuah pesan berantai di grup WhatsApp Admin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Berita duka juga diinformasikan oleh Arif salah satu staf WR 4 UIN Maliki Malang, ia menceritakan bahwa KH. Chamzawi memiliki jadwal kegiatan yang cukup padat, dengan kondisi fisiknya yang sudah sepuh, beliau tetap berusaha menjalankan amanah yang diembannya hingga akhirnya siang tadi tiba-tiba badannya merasa kurang fit dan minta segera pulang dari kegiatan yang dihadirinya di pascasarjana UIN Malang. “Kiai tadi masih sempat menghadiri kegiatan di Pascasarjana dan tiba-tiba badannya terasa kurang fit dan langsung pamit pulang. Saat tiba di Kampus satu UIN Malang di Jalan Gajayana ini sempat dilakukan perawatan di klinik Ummi, dan 30 menit kemudian beliau kepundut,” bebernya.
Selamat jalan, KH. Chamzawi. Mugi Allah SWT tansah paring rohmad ugi kedamaian teng alam barzah, mugi beliau diparingi kenikmatan wonten alam qubur, lan mugi sedoyo keluarga ingkang dipun tilar tansah pinaringan kesabaran - ketabahan, lan keikhlasan. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Info Pelaksanaan Shalat Janazah dan Pemakaman almarhum KH. Drs. Chamzawi Syakur, M.HI
➖ Ashar: Shalat Janazah di Komplek UIN Maliki.
➖17:30 WIB: Solat Jenazah setelah Solat Magrib di Masjid Jami
➖19:00 WIB: Sholat Jenazah setelah solat Isya di Masjid Tarbiyah UIN Malang
➖ 20:00 WIB: Upacara Pemberangkatan di Masjid Tarbiyah UIN Malang
➖ 20:30 WIB: Dikebumikan di Pemakaman Umum Dinoyo (Belakang Sardo)
HUMAS UIN MALANG-Secara nasional, Kementerian Agama RI tahun ini kembali menggelar kegiatan short course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2023 yang diikuti oleh 19 PTKIN sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP), salah satunya PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (15/8/2023).
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. A. Zainul Hamdi, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa sertifikasi dosen menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kualifikasi profesional kepada para pendidik ataupun dosen. Melalui PKDP ini diharapkan bisa meningkatkan mutu SDM dan profesionalisme dosen dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi. "Tidak hanya itu saja, short course ini diharapkan bisa meningkatkan komitmen dan pemahaman para dosen terhadap nilai keagamaan dan moderasi beragama dalam bernegara," harapnya.
Semua dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK) yang ada di bawah Kementerian Agama harus mengikuti kegiatan PKDP secara berkala ini, dan Alhamdulillah peserta PKDP tahun ini ada peningkatan menjadi 2500 peserta. "Tahun lalu total peserta PKDP hanya 1700 orang dan tahun ini ada peningkatan 800 peserta," bebernya.
Tahun ini, ada 1.600 dosen PTKIS, 600 PTKIN, dan 300 dari perguruan tinggi non muslim, kegiatan ini diinisiasi atas kerjasama Dirjen Pendis dengan litbang dan pusdiklat Kemenag. "Kegiatan ini akan berlangsung selama 60 hari ke depan dengan pola in service course," paparnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI (Dirjen Diktis Kemenag RI) Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, S.TP., MT juga menegaskan short course PKDP tahun 2023 sesungguhnya dalam upaya mengokohkan perguruan tinggi yang memiliki integritas yang selaras dengan norma kehidupan. "Dasar integritas itu sendiri pangkalnya ada pada nilai kejujuran sebagai ujung dari segalanya," bebernya.
Selain itu, dosen profesional itu harus disiplin waktu dan selalu melakukan inovasi dan mengkolaborasikan ilmu yang dimilikinya dengan disiplin keilmuan lainnya. "Oleh sebab itu, dosen tidak boleh takut berinovasi, karena inovasi itu tidak harus menemukan sesuatu yang baru tapi bisa juga mengkolaborasikan hasil penelitian yang sudah ada," paparnya.
Rektor bersama ke dua Guru Besar, Prof. Sudirman dan Prof. Langgeng
Humas UIN Malang — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi mengukuhkan dua guru besar baru. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UIN Malang, Selasa (15/8). Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A, CAHRM., dan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., mengucapkan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan dan menyampaikan pesar agar para guru besar yang telah dikukuhkan senantiasa mengabdi di UIN Malang, “Selamat kepada Prof. Sudirman dan Prof, Langgeng atas jabatan akademik barunya, semoga para guru besar dapat terus mengabdi untuk UIN Malang menyelaraskan tugas, pokok dan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pesannya dalam sambutan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Senat UIN Malang, Prof. Ahmad Muhtadi Ridwan, M.Pd., berpesan bahwa kesempatan untuk bersinergi dan berkolaborasi para guru besar dengan jejaring tingkat global akan menjadi lebih terbuka. Dengan kapasitas keilmuannya yang mumpuni dan peran sosialnya yang besar di tengah masyarakat, keempat Guru Besar UIN Maliki Malang yang baru saja dikukuhkan ini diyakini dapat mendedikasikan ilmunya dan bersanding sejajar dengan komunitasnya di panggung global. “Semoga predikat guru besar yang telah disandang merupakan wujud totalitasnya dalam mengabdi dan menginspirasi seluruh civitas untuk memberikan kontribusi besar yang berarti bagi kemaslahatan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.
Kedua Guru Besar baru UIN Maliki Malang dikukuhkan atas kontribusi di bidang ilmu masing-masing. Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A, CAHRM. dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Islam dengan pidato inaugurasi berjudul “Rekonstruksi Hukum Wakaf Ahli Untuk Ketahanan Keluarga.” Sedangkan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris dengan pidato inaugurasi menjadi guru besar dalam Bidang Ilmu Integrating Islamic Values in the Teaching of English to Indonesian Islamic Medical Students.
Prof. Sudirman, dalam pidatonya, menunjukkan bahwa wakaf ahli selama ini sering dianggap sebagai sumber masalah di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh stigma bahwa wakaf ahli dapat mengurangi bagian waris dan menjadi sumber konflik keluarga. Padahal, menurutnya, wakaf ahli dapat memberikan manfaat yang tak kalah hebat dengan wakaf khairi jika dikelola dengan manajemen yang benar, 5 salah satunya dengan rekonstruksi hukum. Oleh sebab itu, rekonstruksi hukum wakaf ahli menjadi sebuah keniscayaan, menurutnya. “Kita tahu, selama ini problem dari wakaf ahli yang bersumber dari konflik keluarga. Oleh karenanya, perlu dikupas sejumlah problem wakaf ahli dan cara penyelesaiannya sehingga wakaf ahli masih tetap relevan sampai saat ini,” terangnya.
Sementara Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kaprodi Tadris Bahasa Inggris FITK, menerangkan konsep pengajaran bahasa inggris untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa kedokteran yang mengintegrasikan antara nilai-nilai Islam dan kesehatan medis yang nantinya membawa beberapa dampak positif. "Kebutuhan kedokteran dengan pengajaran dalam bahasa inggris sangat diperlukan karena nantinya akan membawa impact yang baik," terangnya.
Kemudian, ia menambahkan, beberapa implikasi pedadogik tersebut salah satunya adalah pemanfaatan platform multimedia dan interaktif teknologi dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang integrasi proses. "Salah satu impact baik itu ketika mahasiswa kedokteran yang memanfaatkan multimedia dan teknologi dalam rangka mengenalkan dan memahami proses integrasi," imbuh beliau sekaligus menutup pidato inaugurasinya.
HUMAS UIN MALANG-Di selah prosesi pengukuhan guru besar Prof. Dr. sudirman Hasan, MA, CHARM dan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan tantangan nyata bagi perguruan tinggi di masa yang akan datang, Selasa (15/8/2023).
Salah satunya yaitu banyaknya perguruan tinggi internasional yang membuka cabang di Indonesia. Setidaknya ada tujuh kampus luar negeri yang sudah mendapatkan izinnya, salah satunya yaitu Deakin University dari Australia yang membuka cabang di Bali. "Di Indonesia ada tujuh kampus asing yang sudah siap membuka cabang yang tersebar di Surabaya , Bali dan juga Bandung," paparnya.
Alasan banyaknya perguruan tinggi internasional membuka cabang di Indonesia dikarenakan berdasarkan data yang ada di Dikti ada 44 ribu mahasiswa Indonesia yang kuliah di negara tetangga yaitu Malaysia. Anehnya, data tersebut menyebutkan bahwa mahasiswa Indonesia kuliahnya justru di kampus internasional yang membuka cabang di negeri jiran tersebut. "Hal inilah yang melatarbelakangi kampus internasional dari tujuh negara tersebut membuka cabang di Indonesia," jelasnya.
Dalam konteks pengembangan perguruan tinggi, hal ini tentunya menjadi tantangan bagi semua pengelola perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Untuk itu, peran guru besar menjadi penting untuk menambahkan great perguruan tinggi ke depan. "Saya, berharap tahun depan setidaknya di UIN Maliki Malang ada penambahan 25 guru besar," harapnya.
Tahun ini, tambah dia, di UIN Maliki Malang total keseluruhan masih memiliki 75 gubes dan semua pimpinan terus berupaya mendorong para doktor agar bisa segera meraih karir akademik tertingginya yaitu menjadi profesor di kampus ini. Pengembangan SDM dan menjadikan Prodi unggul semuanya itu butuh kerja keras dari semua pimpinan dan sivitas akademika. "Alhamdulillah, di Indonesia hanya ada dua PTKIN yang terakreditasi unggul yaitu UIN Maliki Malang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," pungkasnya.
OPENING: Rektor beserta jajarannya pose bersama 120 peserta PKDP usai melakukan opening di hotel Harris. Senin (14/8/2023).
HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, secara resmi membuka acara Agenda Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2023. Pembukaan acara berlangsung di Hotel Harris Kota Malang, dengan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Helmi Syaifuddin M.Fil.I, pada hari Senin (14/8/2023).
PKDP ini akan berlangsung selama enam hari, dari Senin hingga Sabtu (14-19/8/2023) dan diikuti oleh 120 peserta dari berbagai perwakilan PTKI yang berlangsung di Hotel Harris, Malang.
Dalam kesempatan ini, Prof. Zainuddin menyatakan harapannya agar PKDP Tahun 2023 memberikan bekal yang kuat kepada para dosen pemula untuk berkembang menjadi dosen profesional berkualitas. Ia berharap agar kegiatan ini dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan diri dan pembelajaran yang bermutu bagi mahasiswa. "Kegiatan in service course PKDP 2023 menggambarkan tujuannya untuk memberikan ilmu yang bermanfaat kepada peserta," paparnya.
Dalam kegiatan opening PKDP ini, Prof. Zainuddin mengingatkan bahwa menjadi seorang dosen atau pendidik adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab. Tugas pokok dosen meliputi unsur pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. "PKDP merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik para pendidik, sehingga mereka dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada mahasiswa," jelasnya.
Prof. Zainuddin menekankan bahwa dosen harus memiliki kompetensi pedagogik, etik, sosial, dan profesional. Kemampuan IT juga menjadi aspek penting, mengingat era pembelajaran digital saat ini. Dosen juga harus menjaga etika dan martabatnya, karena tindakan mereka akan menjadi contoh bagi mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa, peran sosial dosen sangat penting. Dosen juga harus memiliki literasi sosial dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. "Menjadi dosen berarti memiliki tanggung jawab untuk memberikan teladan yang baik dalam pendidikan dan dalam peran sosialnya juga," tegasnya.
Prof. Zainuddin mendorong dosen untuk meningkatkan kemampuan akademik, dengan mencapai gelar doktor dan terus melakukan penelitian serta publikasi. Ia mengingatkan semua dosen untuk terus belajar, karena tugas sebagai pendidik membutuhkan peningkatan kemampuan dan pengetahuan sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Dosen jangan sampai kalah literasi dengan mahasiswanya," pesannya.
Dalam akhir pesannya, Prof. Zainuddin menyampaikan selamat kepada para peserta yang mengikuti in service course PKDP 2023 dan mengajak semua dosen untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan keprofesionalan dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. "Sekali lagi saya ucapkan selamat dan ikutilah kegiatan PKDP ini dengan baik agar semua bisa lulus dan mendapatkan sertifikat pedagogik," pungkasnya.